Deux Amis dan Kumpulan Cerpen Perang Guy de Maupassant
Naskah asli cerita-cerita dalam antologi Deux Amis dan Kumpulan Cerpen Perang Guy de Maupassant berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan pada 5 Februari 1883 (lebih dari 50 tahun lalu) dan penulisnya, Guy de Maupassant, telah wafat pada 6 Juli 1893 (lebih dari 70 tahun lalu), sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Tengah hari. Seluruh keluarga makan di bawah teduh pohon pir di depan pintu rumah: ayah, ibu, empat anak, serta para pembantu—dua perempuan dan tiga lelaki. Semua duduk diam.
Sup sudah disantap, lalu disajikan kentang goreng berlemak daging asap. Sesekali, salah satu perempuan bangkit, turun ke gudang bawah tanah, mengambil kendi penuh sari apel.
Sang pria, tegap, berumur sekitar empat puluh tahun, memperhatikan sulur anggur yang masih gundul, melilit seperti ular di dinding rumah. Akhirnya ia berkata, “Pohon anggur Ayah bertunas lebih awal tahun ini. Mungkin kita bisa memetik hasilnya.”
Perempuan itu menoleh, menatap, tanpa suara. Pohon anggur itu tumbuh di tempat ayah mereka ditembak mati.
Itu terjadi di masa perang 1870. Prusia menduduki seluruh negeri. Jenderal Faidherbe dengan Divisi Utara tentara Prancis mengadang mereka.
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!








Silakan login untuk meninggalkan komentar.