Bab 2 – Bunga Utah
BUKANLAH tempat ini untuk memperingati segala ujian dan penderitaan yang harus ditanggung oleh para imigran Mormon sebelum mereka mencapai tempat perlindungan terakhir mereka.
Dari tepian Sungai Mississippi hingga lereng barat Pegunungan Rocky mereka telah berjuang maju dengan keteguhan yang hampir tak tertandingi dalam sejarah. Manusia liar dan binatang buas, kelaparan, kehausan, keletihan, dan penyakitβsetiap rintangan yang dapat ditempatkan oleh Alam di hadapan merekaβsemuanya telah mereka atasi dengan kegigihan Anglo-Saxon.
Namun perjalanan panjang itu dan akumulasi kengerian yang mereka alami telah mengguncang hati yang paling teguh di antara mereka. Tidak ada seorang pun yang tidak berlutut dalam doa yang tulus ketika mereka memandang lembah luas Utah yang terhampar di bawah mereka, bermandikan cahaya matahari, dan mendengar dari bibir pemimpin mereka bahwa inilah tanah yang dijanjikan, dan bahwa ladang-ladang perawan ini akan menjadi milik mereka untuk selama-lamanya.
Young segera membuktikan dirinya sebagai administrator yang cakap sekaligus pemimpin yang teguh. Peta-peta digambar dan rancangan-rancangan disiapkan, di mana kota masa depan itu dilukiskan dengan garis-garis tegas.
Di sekelilingnya lahan-lahan pertanian dibagi dan dialokasikan sesuai dengan kedudukan masing-masing individu. Pedagang ditempatkan pada perdagangannya dan pengrajin pada keahliannya.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.