Bab 6 – Lanjutan Kenangan-Kenangan John Watson, M. D.
PERLAWANAN sengit tawanan kami tampaknya sama sekali tidak menunjukkan adanya kebuasan watak terhadap diri kami, sebab setelah ia mendapati dirinya tak berdaya, ia justru tersenyum dengan ramah dan menyatakan harapannya bahwa ia tidak melukai seorang pun dari kami dalam pergumulan tadi.
βSaya kira Tuan-tuan akan membawa saya ke kantor polisi,β katanya kepada Sherlock Holmes. βKereta saya ada di depan pintu. Kalau kaki saya dilepaskan, saya akan berjalan sendiri ke sana. Saya tidak seringan dulu lagi untuk diangkat.β
Gregson dan Lestrade saling berpandangan seakan-akan menganggap usul itu cukup berani; namun Holmes segera menerima kata-kata tawanan itu apa adanya dan melepaskan handuk yang telah kami lilitkan pada pergelangan kakinya. Tawanan itu bangkit dan meregangkan kedua kakinya, seolah-olah hendak memastikan bahwa ia benar-benar telah bebas kembali.
Aku ingat, ketika menatapnya, aku sempat berpikir bahwa jarang sekali aku melihat seorang lelaki yang bertubuh demikian kuat; dan wajahnya yang gelap terbakar matahari memancarkan tekad dan energi yang sama menggetarkannya dengan kekuatan jasmaninya.
βKalau ada lowongan untuk kepala polisi, saya rasa Anda-lah orangnya,β katanya, sambil memandang dengan kekaguman yang tak disembunyikan kepada rekan serumahku. βCara Anda mengikuti jejak saya itu sungguh suatu pelajaran berharga.β
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.