Bab 44 – Surat Panjang Edmund dan Kabar Buruk dari Lady Bertram
TUJUH minggu dari dua bulan itu hampir berlalu ketika satu-satunya suratβsurat dari Edmundβyang sudah lama dinanti akhirnya sampai ke tangan Fanny.
Begitu ia membukanya dan melihat betapa panjang surat itu, ia pun menyiapkan diri untuk menerima uraian rinci tentang kebahagiaan, penuh kata-kata cinta dan pujian bagi perempuan beruntung yang kini memegang nasib Edmund.
Namun isi surat itu berbeda sama sekali.
Fanny tersayang,βMaafkan aku karena belum juga menulis surat buatmu. Crawford bilang kau ingin sekali menerima kabar dariku, tapi aku benar-benar tak sanggup menulis selama di London, dan menenangkan diri dengan pikiran bahwa kau pasti memahami kenapa aku begitu. Andai aku bisa mengirimkan beberapa baris kabar bahagia, tentu sudah kukirimkan; tapi tidak ada satu pun hal seperti itu yang berada dalam kekuasaanku.
Aku kembali ke Mansfield dalam keadaan jauh lebih tidak yakin dibanding saat aku meninggalkannya. Harapanku melemah. Kau mungkin sudah menduganya. Mary begitu menyayangimu, jadi wajar kalau dia telah mengatakan cukup banyak tentang perasaannya sendiri untuk memberimu gambaran yang lumayan baik tentang perasaanku.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 10 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!




Silakan login untuk meninggalkan komentar.