Bagian 3 – Berbagai Keanehan yang Mulai Muncul

πŸ‘οΈ 1 tayangan

MALAM itu terjadi badai petir, dan ketika para profesor pergi ke rumah Nahum keesokan harinya mereka menemui kekecewaan yang pahit. Batu itu, yang telah bersifat magnetis, pastilah memiliki sifat listrik yang ganjil; sebab ia telah β€œmenarik petir”, sebagaimana dikatakan Nahum, dengan kekuatan yang luar biasa.

Enam kali dalam satu jam si petani melihat kilat menyambar alur di halaman depan, dan ketika badai usai tak tersisa apa pun selain sebuah lubang compang-camping di dekat kerekan sumur kuno itu, setengah tersumbat tanah yang ambles.

Penggalian tak membuahkan hasil, dan para ilmuwan memverifikasi fakta lenyapnya yang total itu. Kegagalan tersebut mutlak; sehingga tak ada yang tersisa untuk dilakukan kecuali kembali ke laboratorium dan menguji kembali fragmen yang menghilang itu yang telah disimpan hati-hati dalam timah. Fragmen itu bertahan selama seminggu, dan pada akhir waktu itu tak ada sesuatu pun yang bernilai yang telah dipelajari darinya.

Ketika fragmen itu lenyap, tak ada sisa yang tertinggal, dan seiring waktu para profesor hampir tak lagi yakin bahwa mereka sungguh telah melihat dengan mata terjaga sisa samar yang kriptik dari jurang-jurang tak terduga di luar sana; pesan tunggal dan aneh dari alam semesta lain dan ranah lain dari materi, daya, dan entitas.

Sebagaimana wajar, surat kabar Arkham banyak memberitakan peristiwa itu dengan dukungan perguruan tinggi, dan mengirim wartawan untuk berbicara dengan Nahum Gardner dan keluarganya.

πŸ“–

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 3 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×