Bagian 5 – Merwin Hilang secara Misterius
SEMENTARA itu segala jenis vegetasi terus berubah kelabu dan menjadi rapuh. Bahkan bunga-bunga yang warnanya suda begitu aneh pun kini memudar menjadi kelabu, dan buah-buahan muncul dalam warna kelabu dan berbentuk kerdil serta tak berasa.
Aster dan goldenrod bermekaran kelabu dan terdistorsi, dan mawar serta zinnia dan hollyhock di halaman depan tampak begitu mengerikan sehingga putra tertua Nahum, Zenas, menebasnya.
Lalu serangga-serangga yang membengkak secara aneh juga mati sekitar waktu itu, termasuk lebah-lebah yang telah meninggalkan sarangnya dan pindah ke hutan.
Menjelang September seluruh vegetasi cepat hancur menjadi bubuk kelabu, dan Nahum takut pepohonan akan mati sebelum racun itu keluar dari tanah. Istrinya kini sering menjerit-jerit secara mengerikan, dan ia serta anak-anak lelaki berada dalam keadaan saraf tegang yang terus-menerus.
Mereka menghindari orang-orang sekarang, dan ketika sekolah dibuka anak-anak itu tidak mau berangkat. Akan tetapi Ammi-lah, dalam salah satu kunjungannya yang jarang, yang pertama kali menyadari bahwa air sumur keluarga itu tidak lagi baik dikonsumsi.
Air itu memiliki rasa yang sangat tidak enak juga tidak segar, perpaduan antara busuk dan asin, dan Ammi menyarankan sahabatnya untuk menggali sumur lain di tanah yang lebih tinggi untuk dipakai sampai tanah kembali baik.
Nahum, bagaimanapun, mengabaikan peringatan itu, sebab pada saat itu ia telah menjadi kebal terhadap hal-hal yang aneh dan tidak menyenangkan.
Ia dan anak-anak lelaki tetap menggunakan persediaan air yang tercemar itu, meminumnya dengan lesu dan sesuai kebiasaan sebagaimana mereka memakan makanan mereka yang sedikit dan dimasak dengan buruk, serta melakukan pekerjaan-pekerjaan tanpa kenal lelah dan monoton melalui hari-hari tanpa tujuan.
Ada semacam kepasrahan beku pada diri mereka semua, seolah-olah mereka berjalan setengah di dunia lain di antara barisan penjaga tak bernama menuju suatu kebinasaan yang pasti dan dekat.
Thaddeus menjadi gila pada bulan September setelah mendatangi sumur. Ia pergi membawa ember dan kembali dengan tangan kosong, menjerit dan melambai-lambai, dan kadang-kadang terjatuh ke dalam cekikikan bodoh atau bisikan tentang βwarna-warna yang bergerak di bawah sanaβ.
Dua orang dalam satu keluarga sudah cukup mengalami hal buruk, tetapi Nahum sangat berani menghadapinya. Ia membiarkan anak itu berlari-lari selama seminggu sampai Thaddeus mulai tersandung dan melukai dirinya sendiri, lalu menguncinya di sebuah kamar loteng di seberang lorong kamar ibunya.
Cara mereka saling menjerit dari balik pintu yang terkunci sangat mengerikan, terutama bagi Merwin kecil, yang membayangkan mereka berbicara dalam suatu bahasa mengerikan yang terdengar bukan dari penduduk bumi.
Merwin menjadi sangat imajinatif, dan kegelisahannya semakin buruk setelah pengurungan saudara yang selama ini menjadi teman bermainnya yang paling dekat.
Hampir pada waktu yang sama rentetan kematian di antara ternak dimulai. Unggas berubah kelabu dan mati sangat cepat, dagingnya didapati kering dan berbau menjijikkan ketika dipotong.
Kawanan babi menjadi luar biasa gemuk, lalu tiba-tiba mulai mengalami perubahan-perubahan menjijikkan yang tak dapat dijelaskan siapa pun. Dagingnya tentu saja tak berguna, dan Nahum kehabisan akal.
Tak ada dokter hewan pedesaan yang mau mendekati tempat tinggalnya, dan dokter hewan kota dari Arkham secara terus terang mengaku kebingungan.
Babi-babi mulai berubah kelabu dan rapuh serta terurai sebelum mati, dan mata serta moncong mereka mengalami perubahan aneh. Itu sungguh tak dapat dijelaskan, sebab mereka tak pernah sekalipun diberi makan dari tanaman yang tercemar.
Lalu sesuatu menimpa sapi-sapi. Bagian-bagian tertentu atau kadang-kadang seluruh tubuh mereka menyusut atau seperti ditekan secara ganjil, dan kerontokan atau penguraian yang mengerikan sering terjadi.
Pada tahap-tahap terakhirβdan kematian selalu menjadi hasil akhirnyaβkawanan sapi akan berubah menjadi kelabu dan rapuh seperti yang menimpa babi. Tak mungkin itu racun, sebab semua kasus terjadi di lumbung yang terkunci dan tak terganggu.
Tak ada gigitan makhluk pengembara yang dapat membawa virus, apapun itu, sebab makhluk hidup bumi mana yang dapat menembus rintangan padat? Pastilah itu hanya penyakit alamiahβnamun penyakit apa yang dapat menghasilkan akibat seperti itu berada di luar dugaan pikiran mana pun.
Ketika panen tiba tak ada satu pun hewan yang bertahan hidup di tempat itu, sebab ternak dan unggas mati dan anjing-anjing telah melarikan diri. Anjing-anjing itu, berjumlah tiga ekor, semuanya lenyap pada suatu malam dan tak pernah terdengar lagi.
Lima kucing telah lebih dulu pergi beberapa waktu sebelumnya, tetapi kepergian mereka hampir tak diperhatikan sebab kini tampaknya tak ada tikus, dan hanya Mrs. Gardner yang menjadikan kucing-kucing anggun itu sebagai peliharaan.
Pada tanggal 19 Oktober, Nahum terhuyung-huyung memasuki rumah Ammi dengan kabar mengerikan. Kematian telah datang kepada Thaddeus yang malang di kamar lotengnya, dan ajalnya datang dengan cara yang tak dapat diceritakan.
Nahum telah menggali kubur di petak keluarga berpagar di belakang pertanian, dan telah menaruh di sana apa-apa yang dapat ia temukan. Tak mungkin ada sesuatu dari luar, sebab jendela kecil berterali dan pintu terkunci utuh; tetapi keadaannya hampir sama seperti di lumbung.
Ammi dan istrinya menghibur pria yang terpukul itu sebaik yang mereka bisa, tetapi mereka gemetar saat melakukannya. Teror yang sangat terang-terangan tampaknya melekat di sekitar keluarga Gardner dan segala yang mereka sentuh, dan kehadiran salah seorang di dalam rumah itu laksana embusan dari wilayah-wilayah tak bernama dan tak terkatakan.
Ammi menemani Nahum pulang dengan rasa enggan luar biasa, dan melakukan apa yang dapat ia lakukan untuk menenangkan isak histeris Merwin kecil.
Zenas tidak butuh ditenangkan. Belakangan ini anak itu tak melakukan apa pun selain menatap kosong ke ruangan-ruangan dan menaati apa yang diperintahkan ayahnya; dan Ammi berpikir bahwa nasibnya sangatlah penuh belas kasihan.
Sesekali jeritan Merwin dijawab samar dari loteng, dan menanggapi tatapan bertanya dari Ammi, Nahum berkata bahwa keadaan istrinya semakin lemah.
Ketika malam mendekat, Ammi berhasil pergi; sebab bahkan persahabatan tak dapat membuatnya tinggal di tempat itu ketika cahaya samar vegetasi mulai tampak dan pepohonan, entah benar-benar atau hanya halusinasi, bergoyang tanpa angin.
Sungguh beruntung bagi Ammi bahwa ia bukanlah orang yang imajinatif. Bahkan dalam keadaan seperti itu pun pikirannya tidak terlalu terpengaruh; tetapi seandainya ia mampu menghubungkan dan merenungkan semua pertanda yang muncul di sekelilingnya, tak terelakkan lagi ia pasti akan benar-benar menjadi gila.
Dalam senja ia bergegas pulang, jeritan perempuan gila dan anak yang gugup berdentang mengerikan di telinganya.
Tiga hari kemudian Nahum terhuyung masuk ke dapur Ammi pada pagi hari, dan menemukan tetangga baiknya tidak ada ia kembali tergagap menceritakan kisah putus asa, sementara Mrs. Pierce mendengarkan dalam ketakutan yang mencengkeram.
Kali ini tentang Merwin kecil. Anak itu telah hilang. Ia pergi larut malam dengan lentera dan ember untuk mengambil air, dan tak pernah kembali.
Kondisi Merwin telah memburuk selama berhari-hari, dan hampir tak tahu apa-apa yang dilakukannya. Ia kerap menjerit pada segala sesuatu.
Waktu itu terdengar jeritan panik dari halaman, tetapi sebelum sang ayah dapat mencapai pintu, anak itu telah lenyap. Tak ada cahaya dari lentera yang ia bawa, dan dari anak itu sendiri tak meninggalkan jejak.
Pada saat itu Nahum mengira lentera dan ember juga hilang; tetapi ketika fajar datang, dan pria itu kembali terhuyung dari pencarian semalam suntuk di hutan dan ladang, ia menemukan beberapa hal yang sangat ganjil di dekat sumur.
Ada massa besi yang hancur dan tampaknya agak meleleh yang pasti merupakan lentera; sementara gagang yang bengkok dan lingkaran besi yang terpuntir di sampingnya, keduanya setengah meleleh, tampak mengisyaratkan sisa-sisa ember. Hanya itu.
Nahum tak bisa lagi membayangkan apa yang telah terjadi, Mrs. Pierce tak mampu bisa berpikir walau hanya sedikit, dan Ammi, ketika ia telah pulang dan mendengar kisah itu, tak dapat memberikan dugaan apa pun.
Merwin telah pergi, dan tak ada gunanya memberi tahu orang-orang sekitar, yang kini menghindari semua anggota keluarga Gardner. Tak ada gunanya pula memberi tahu orang-orang kota di Arkham yang menertawakan segala sesuatu.
Thad telah pergi, dan kini Merwin telah pergi. Sesuatu sedang merayap dan merangkak dan menunggu untuk dilihat dan dirasakan dan didengar.
Nahum tahu dirinya akan segera menyusul, dan ia ingin Ammi menjaga istrinya dan Zenas jika mereka selamat dari keadaan ganjil ini.
Ia yakin semua ini pasti merupakan penghakiman dalam suatu bentuk; meskipun ia tak dapat membayangkan untuk apa, sebab sejauh yang ia tahu ia selalu melangkah lurus dalam jalan-jalan Tuhan.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!





Silakan login untuk meninggalkan komentar.