Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
The Return of Sherlock Holmes
The Return of Sherlock Holmes
Lihat Buku
Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Rekomendasi
Peter Pan - J. M. Barrie
Peter Pan - J. M. Barrie
Lihat Buku

Bagian 2 – Kabar Mengagetkan dari Hammersmith

• The Ghost of Charlotte Cray •

👁️ 2 tayangan

SEPERTI kebanyakan lelaki, Mr. Braggett mulai bertanya-tanya apa jadinya Miss Cray—apakah telah menemukan seseorang yang mampu menghibur hati yang dikhianati. Ia sendiri tidak berniat memberikan penghiburan, tetapi juga tidak menyukai pemikiran bahwa perempuan itu bisa terhibur oleh orang lain.

Lagipula—demikian Mr. Braggett membatin—ia memang telah bersikap sangat kejam. Perempuan malang itu begitu setia padanya.

Betapa mata Miss Cray dahulu berkilau, dengan pipi memerah setiap kali masuk ke kantornya, dan betapa bersemangat perempuan itu menerima tugas apa pun dari Mr. Braggett, meski tugas itu paling menjengkelkan sekalipun!

Mr. Braggett tahu betul bahwa Miss Cray berharap suatu hari nanti menjadi Mrs. Braggett, dan betapa dahsyatnya kekecewaan yang ia derita ketika perempuan yang menyandang sebutan itu justru Emily Primrose.

Mengapa Mr. Braggett tak pernah mengundangnya ke Violet Villa sejak saat itu? Apa salahnya jika ia sekadar bertamu, apalagi bila ia lebih dulu memperingatkan tentang tabiat Mrs. Braggett yang mudah tersulut cemburu?

Lagi pula, Natal segera tiba—masa di mana sahabat lama biasa bertemu kembali, menambal apa yang tak bisa sepenuhnya dilupakan.

Mr. Braggett membayangkan perempuan tua malang itu duduk sendirian di kamar sempitnya di Hammersmith, tak lagi mampu hidup dalam harapan akan melihat sosoknya melangkah masuk melalui pagar kecil untuk menyemarakkan kesepiannya.

Bayangan itu menghantam Mr. Braggett laksana pedang bermata dua. Ia pun segera duduk dan menulis sepucuk surat untuk Miss Charlotte, menanyakan kabar perempuan itu, dan menyampaikan harapan agar mereka segera bertemu di Violet Villa.

Ia merasa jauh lebih lega setelah surat itu ditulis dan dikirimkan. Ia keluar dari ruang studinya dan masuk ke ruang tamu yang hangat, lalu duduk bersama istrinya di depan perapian, menceritakan tentang seorang sahabat lamanya yang berniat ia perkenalkan.

“Seorang teman lama, Emily. Perempuan yang pandai dan menyenangkan, meski agak eksentrik. Aku tahu kau akan bersikap ramah padanya—demi aku.”

“Perempuan tua, maksudmu?” tanya Mrs. Braggett, sambil mengangkat alis. “Dan sebenarnya, berapa umur ‘tua’ itu menurutmu, Siggy?”

Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Rekomendasi
Lassie Come Home - Eric Knight
Lassie Come Home - Eric Knight
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Max Havelaar - Multatuli
Max Havelaar - Multatuli
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku

“Dua kali usiamu, Sayang—paling tidak empat puluh lima tahun. Dan wajahnya pun tak bisa disebut menarik, bahkan untuk perempuan seusia itu. Tapi aku yakin kau akan menganggapnya teman yang menyenangkan, dan aku tahu dia akan terpesona padamu.”

“Aku tak begitu yakin. Perempuan cerdas biasanya tidak menyukaiku—entah mengapa.”

“Mereka cemburu pada kecantikanmu, Sayangku. Tapi Miss Cray tidak serendah itu. Dia akan menghargaimu karena dirimu sendiri.”

“Lebih baik jangan sampai aku tahu kalau dia menghargai aku demi dirimu,” balas Mrs. Braggett dengan sorot mata tajam.

Tanggapan itu cukup untuk membuat Mr. Braggett menyesali rencana berbahayanya mempertemukan dua perempuan yang masing-masing merasa punya klaim atas dirinya, dan sama-sama bertekad mempertahankan klaim itu.

Maka ia pun menghentikan pembicaraan soal Charlotte Cray, dan memilih mengagumi pipi merona istrinya, hingga malam pun berlalu dengan rukun, keduanya puas.

Dua hari berlalu tanpa jawaban dari Miss Cray, hal yang cukup mengejutkan bagi Mr. Braggett. Ia sempat mengira, begitu menerima undangannya, Miss Cray akan bergegas ke datang dan merengkuhnya di balik pintu kaca buram tempat kursinya berada.

Charlotte memang pernah, di masa lalu, melakukan adegan-adegan penuh gairah semacam itu—dan keberadaan Mrs. Braggett di Violet Villa takkan menjadi penghalang sama sekali. Ia percaya dirinyalah yang lebih dahulu berhak atas Mr. Braggett.

Namun, tak ada yang terjadi. Si pemilik penerbit pengkhianat itu mulai merasa ia harus benar-benar pergi ke Hammersmith dan menemui Charlotte langsung, apalagi ada beberapa pekerjaan kecil menjelang Natal yang hanya Charlotte sanggup kerjakan.

Saat itulah sebuah surat dengan tepi hitam disodorkan kepadanya. Mr. Braggett membukanya tanpa curiga, tak mengenali tulisan tangan di sampulnya. Tapi isinya membuatnya terguncang habis-habisan:

Yang terhormat,

Dengan menyesal saya beritahu bahwa Miss Cray wafat di rumah saya seminggu lalu, dan telah dimakamkan kemarin. Ia sempat menyebut nama Anda beberapa kali di masa sakitnya. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh, silakan datang ke alamat lamanya, saya akan dengan senang hati menyampaikan segala hal.

Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Rekomendasi
Lassie Come Home - Eric Knight
Lassie Come Home - Eric Knight
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Max Havelaar - Multatuli
Max Havelaar - Multatuli
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku

Hormat saya,

Mary Thompson.

Ketika Mr. Braggett membaca kabar itu, rasanya ia bisa jatuh pingsan seketika.

Tidak selalu benar pepatah bahwa anjing hidup lebih baik daripada singa mati. Ada orang-orang yang justru makin dihargai oleh sahabat-sahabatnya setelah mereka meninggal dunia, dan Miss Charlotte Cray termasuk di antaranya.

Segala gangguan dan kekerasan hatinya berhenti untuk selamanya, sementara yang tersisa hanyalah kelemahan-kelemahan manisnya yang dikenang dengan simpati.

Mr. Braggett merasa lega, sungguh lega, karena kini ia tahu sahabat lamanya yang telah meninggal itu tak akan pernah bisa bertemu dengan istrinya. Namun, bersamaan dengan itu, ia juga menyalahkan dirinya lebih dari seharusnya karena sudah lama tidak menjenguk atau berhubungan dengan Miss Cray sebelum kematiannya.

Pagi itu, ia turun sarapan dengan wajah yang sedemikian muram seakan-akan ia sendiri sedang menjadi pengurus pemakaman, lalu menyampaikan kabar duka itu pada Mrs. Braggett.

Emily mendengarkan dengan rasa heran, sedikit kasihan, dan sekadar simpati, sebab bagi dirinya, mendiang itu tak lebih dari orang asing. Ia bahkan terkejut melihat suaminya tampak begitu khidmat menghadapi kabar tersebut.

Akan tetapi Mr. Braggett tak bisa dengan mudah mengusir pikiran itu dari kepalanya. Bayangan Miss Cray menghantui sepanjang jam kerjanya, hingga akhirnya ia buru-buru meninggalkan kantor lebih cepat dan langsung menuju Hammersmith.

The Ghost of Charlotte Cray Bab 2 / 7
The Ghost of Charlotte Cray
Sisa 3 bab lagi yang bisa kamu baca tanpa membuat akun KlikNovel.
Progres Zona Bebas: 40%

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel klasik seperti The Ghost of Charlotte Cray.

Rekomendasi
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Macbeth - William Shakespeare
Macbeth - William Shakespeare
Lihat Buku
Rekomendasi
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Lihat Buku
Rekomendasi
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Lihat Buku
Rekomendasi
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Lihat Buku

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Rekomendasi
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
×
×