The Odyssey

Buku IX – Kisah Petualangan Odysseus: Kaum Kikones, Lotofagi, dan Kiklops

πŸ‘οΈ 0 tayangan

NAMUN Odysseus yang penuh akal menjawab kepadanya:

“Raja Alkinoos, engkau yang paling termasyhur di antara seluruh bangsa ini, sungguh suatu hal yang indah untuk mendengarkan penyair seperti dia, yang suaranya menyerupai para dewa. Sebab aku tidak berpikir ada sesuatu yang lebih menyenangkan daripada ketika kegembiraan memenuhi seluruh rakyat, dan para tamu yang duduk berderet di dalam sebuah rumah mendengarkan seorang penyair; sementara di dekat mereka meja-meja dipenuhi roti dan daging; dan sang pembawa cawan mengambil anggur dari sebuah bejana, lalu menuangkannya ke dalam cawan-cawan. Bagiku, dalam pikiranku, hal itu tampak sebagai sesuatu yang paling mulia.

β€œNamun pikiranmu telah beralih untuk menanyakan tentang kesedihan-kesedihanku yang menyakitkan, agar aku dapat semakin meratap dan berkabung. Apakah yang harus kuceritakan terlebih dahulu, apakah yang berikutnya, dan apakah yang terakhir? Sebab para dewa surgawi telah memberiku banyak penderitaan.

β€œTetapi sekarang pertama-tama akan kukatakan namaku, agar kalian berdua mengetahuinya; dan agar kelak, setelah aku lolos dari hari yang kejam, aku dapat menjadi tuan rumah bagi kalian, meskipun aku tinggal di rumah yang jauh dari sini.

β€œAku adalah Odysseus, putra Laertes, yang terkenal di antara manusia karena segala macam tipu daya dan kecerdikan, dan kemasyhuranku mencapai langit. Aku tinggal di Ithaka, yang terletak dengan baik menghadap ke barat; di sana terdapat sebuah gunung, Neritos, yang bergoyang-goyang daunnya dan sangat mudah dilihat. Di sekelilingnya terdapat banyak pulau yang letaknya berdekatan satu sama lain: Dulikhion, Samos, dan Zakynthos yang berhutan.

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×