The Odyssey

Buku VI – Nausikaa

πŸ‘οΈ 0 tayangan

DEMIKIANLAH Odysseus yang tabah menanggung segala derita tertidur di tempat itu, dikuasai oleh kantuk dan kelelahan. Sementara itu Athena pergi menuju negeri dan kota bangsa Phaiakia. Dahulu mereka tinggal di Hypereia yang luas, dekat bangsa Kyklops yang angkuh, yang selalu menindas mereka karena jauh lebih kuat.

Kemudian Nausithoos yang gagah memindahkan rakyatnya dari sana dan menetapkan mereka di Skheria, jauh dari manusia-manusia yang suka berperang. Ia membangun tembok mengelilingi kota, mendirikan rumah-rumah, membangun kuil-kuil bagi para dewa, dan membagi-bagikan tanah pertanian. Namun setelah takdir menjemputnya ke alam kematian, kini Alkinoos memerintah, seorang raja yang bijaksana berkat ilham para dewa.

Athena yang bermata biru pergi ke istananya untuk merencanakan kepulangan Odysseus yang berhati teguh. Ia segera menuju sebuah kamar yang indah, tempat seorang gadis berbaring, yang dalam rupa dan kecantikannya menyerupai para dewa-dewi abadi. Gadis itu adalah Nausikaa, putri Alkinoos yang berhati teguh.

Di dekat pintu kamar, pada kedua sisinya, tidur dua orang pelayan yang dianugerahi keelokan oleh para Kharites. Pintu-pintu kamar itu sendiri berkilauan cemerlang.

Athena melesat memasuki kamar laksana embusan angin. Ia berdiri di atas kepala Nausikaa dan mengambil rupa putri Dymas, seorang pelaut terkenal yang seusia dengan Nausikaa dan sangat disayangi gadis itu. Dalam rupa sahabatnya itulah Athena berkata,

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×