Buku VIII – Perlombaan di Negeri Phaiakia
TATKALA fajar, sang putri pagi yang berjari merah, telah terbit, bangkitlah Alkinoos yang mulia dari pembaringannya, demikian pula Odysseus, penakluk kota-kota. Alkinoos kemudian mengantarnya menuju sidang bangsa Phaiakia yang telah dipersiapkan di dekat kapal-kapal mereka. Setelah tiba, keduanya duduk berdampingan di atas batu-batu yang telah dipoles.
Sementara itu Athena menjelajahi kota dengan menyamar sebagai bentara Alkinoos yang bijaksana, sebab ia sedang mengatur kepulangan Odysseus yang berhati teguh. Berdiri di hadapan setiap orang, ia berseru:
“Kemarilah, wahai para pemimpin dan kepala bangsa Phaiakia, hadirilah sidang ini, agar kalian mendengar tentang orang asing yang baru tiba di rumah Alkinoos yang bijaksana setelah mengembara melintasi lautan. Parasnya bagaikan para dewa yang kekal.”
Demikianlah katanya, membangkitkan semangat dan keinginan mereka semua. Alun-alun dan tempat-tempat duduk segera dipenuhi orang-orang yang berdatangan. Banyak yang mengagumi putra Laertes yang bijaksana ketika melihatnya.
Athena pun mencurahkan keanggunan ilahi ke atas kepala dan bahu Odysseus, membuat tubuhnya tampak lebih tinggi dan lebih gagah, supaya ia tampak disegani, dikagumi, dan dicintai oleh seluruh bangsa Phaiakia, serta mampu membuktikan dirinya dalam berbagai perlombaan yang akan mereka adakan.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.