The Odyssey

Buku XI – Perjalanan ke Dunia Orang Mati

πŸ‘οΈ 0 tayangan

β€œSESUDAH kami tiba di kapal dan di tepi laut, pertama-tama kami meluncurkan kapal itu ke laut yang suci. Lalu kami memasang tiang dan layar pada kapal hitam kami. Kami mengangkat domba-domba itu ke atas kapal, kemudian kami sendiri naik ke atasnya dengan hati yang pilu, sambil mencucurkan air mata hangat.

β€œKirke yang berambut indah, dewi yang agung dan mampu berbicara seperti manusia, mengirimkan dari belakang kapal kami yang berhaluan biru tua angin lembap yang memenuhi layarβ€”seorang sahabat pelayaran yang sempurna. Kami pun duduk di tempat masing-masing, memanfaatkan setiap perlengkapan kapal; angin dan juru mudi mengarahkannya.

β€œSepanjang hari layar kapal mengembang di atas lautan. Matahari pun tenggelam, dan seluruh jalan dunia diselimuti bayang-bayang. Kapal itu akhirnya mencapai batas paling ujung samudra yang mengalir deras, tempat tinggal bangsa Kimmeria beserta kota mereka, yang selalu tertutup kabut dan bayang-bayang.

β€œMatahari yang bercahaya tidak pernah memandang mereka dengan sinarnya, baik ketika naik menuju langit berbintang maupun ketika turun kembali dari langit ke bumi. Malam yang kelam senantiasa membentang di atas manusia-manusia malang itu.

β€œSetelah tiba di sana, kami menarik kapal ke darat, lalu menurunkan domba-domba itu. Kami sendiri berjalan menyusuri arus samudra hingga mencapai tempat yang telah disebutkan oleh Kirke.

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×