The Odyssey

Buku XIV – Eumaios, Sang Penggembala Babi yang Setia

πŸ‘οΈ 0 tayangan

KEMUDIAN ia meninggalkan pelabuhan dan menempuh jalan berbatu menuju daerah berhutan, melintasi dataran tinggi, ke tempat Athena telah mengatakan bahwa penggembala babi yang setia itu tinggalβ€”pelayan yang paling memedulikan harta milik Odysseus di antara semua hambanya.

Di sanalah ia menemukan penggembala babi itu sedang duduk di serambi, di depan rumahnya yang besar, dibangun di tempat yang tinggi dan mudah terlihat. Bangunan itu indah, luas, serta dikelilingi pagar yang kokoh. Penggembala babi itu sendiri yang membangunnya untuk ternak-ternaknya ketika sang raja tidak berada di rumah, tanpa sepengetahuan majikannya maupun Laertes yang telah tua. Batu-batu besar disusunnya menjadi tembok, lalu bagian atasnya dipagari semak berduri. Di bagian luar ia menancapkan patok-patok kayu yang rapat dan kuat, dibuat dari kayu gelap yang telah dibelah.

Di dalam kandang terdapat dua belas petak yang berdampingan sebagai tempat berbaring babi-babi itu. Masing-masing petak berisi lima puluh ekor babi betina yang dipelihara untuk berkembang biak. Adapun babi jantan ditempatkan di luar, jumlahnya jauh lebih sedikit, sebab para pelamar yang angkuh terus-menerus menguranginya untuk disantap. Setiap kali mereka meminta, penggembala babi itu selalu mengirim babi yang paling gemuk. Jumlah babi jantan yang masih tersisa tinggal tiga ratus enam puluh ekor.

Di dekat kandang itu empat ekor anjing selalu tidur berjaga. Mereka ganas seperti binatang buas dan dipelihara sendiri oleh penggembala babi itu.

Saat itu ia sedang duduk membuat sepasang kasut untuk dirinya sendiri dengan memotong kulit lembu yang bagus. Tiga orang pembantunya telah pergi menggembalakan kawanan babi ke tempat yang berbeda-beda. Seorang lagi baru saja dikirimnya ke kota untuk membawa seekor babi betina kepada para pelamar yang congkak, sebab ia memang terpaksa melakukannya agar mereka dapat menyembelihnya dan memuaskan nafsu makan mereka.

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×