The Odyssey

Buku XVI – Ayah dan Anak

πŸ‘οΈ 0 tayangan

SEMENTARA itu Odysseus dan penggembala babi yang mulia sedang menyiapkan makanan mereka di gubuk pada saat fajar menyingsing. Setelah menyalakan api, mereka mengirim para penggembala keluar bersama kawanan babi yang digembalakan di padang. Tetapi anjing-anjing yang biasa menggonggong itu justru mengelilingi Telemakhos dengan ramah dan sama sekali tidak menggonggong ketika ia mendekat.

Odysseus yang mulia memperhatikan tingkah anjing-anjing itu, dan ia juga mendengar bunyi langkah kaki. Maka ia segera mengucapkan kata-kata bersayap kepada Eumaios:

“Eumaios, pasti ada salah seorang sahabatmu yang datang ke sini, atau seseorang yang sudah kau kenal. Sebab anjing-anjing itu tidak menggonggong, melainkan mengibas-ngibaskan ekor di sekelilingnya. Aku juga mendengar suara langkah kaki.”

Belum lama ia selesai berbicara, putranya yang tercinta telah berdiri di serambi. Penggembala babi itu terkejut, lalu bergegas bangkit. Bejana-bejana yang sedang dipegangnya untuk mencampur anggur hitam terlepas dari kedua tangannya. Ia berlari menyongsong tuannya, mencium kepala, kedua mata yang indah, dan kedua tangannya. Air mata hangat pun mengalir deras dari matanya.

Sebagaimana seorang ayah yang penuh kasih memeluk putranya ketika anak itu pulang dari negeri asing pada tahun kesepuluh, putra tunggal yang lahir ketika ia telah lanjut usia, demi siapa ia telah bersusah payah menanggung begitu banyak penderitaan, demikian pula penggembala babi yang mulia memeluk Telemakhos yang laksana dewa. Ia menciuminya berkali-kali seolah-olah Telemakhos baru saja lolos dari maut.

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×