The Odyssey

Buku XXIII – Pengakuan Penelope

πŸ‘οΈ 0 tayangan

LALU perempuan tua itu naik ke kamar atas dengan hati bersukacita untuk memberitahukan kepada majikannya bahwa suaminya yang tercinta telah berada di dalam rumah. Lututnya menjadi kuat dan langkah kakinya dipercepat. Ia berdiri di sisi kepala Penelope dan berkata kepadanya:

β€œBangunlah, Penelope, anakku yang tercinta, agar engkau dapat melihat dengan matamu sendiri apa yang telah kau dambakan sepanjang hidupmu. Odysseus telah datang dan telah tiba di rumah, meskipun terlambat. Ia telah membunuh para pelamar yang congkak itu, yang telah mencemarkan rumahnya, menghabiskan hartanya, dan memperlakukan putranya dengan sewenang-wenang.”

Namun Penelope yang bijaksana menjawabnya, β€œIbu pengasuh yang tercinta, para dewa telah membuatmu kehilangan akal. Mereka memang sanggup menjadikan orang yang paling bijaksana sekalipun menjadi bodoh, dan mengubah orang yang picik menjadi berhati arif. Bahkan engkau pun telah mereka timpakan nasib demikian, padahal dahulu pikiranmu begitu jernih.

β€œMengapa engkau mempermainkan aku yang hatinya dipenuhi duka dengan kata-kata yang tak masuk akal seperti ini? Mengapa pula engkau membangunkanku dari tidur yang begitu nyenyak, yang menyelimuti kelopak mataku? Sejak Odysseus berangkat menuju Troya yang terkutuk itu, aku belum pernah lagi tidur setenang ini.

β€œSekarang turunlah kembali ke balairung. Seandainya salah seorang perempuan lain datang membawa kabar seperti ini dan membangunkanku, tentu sudah kuusir ia kembali dengan keras. Tetapi usiamu yang telah lanjut menyelamatkanmu.”

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×