Bab VIII – Suara-Suara Makhluk Tak Berwujud (1)
BAHWA dorongan ganjil yang mencengkeramku itu begitu dalam dan begitu melampaui batas, terbukti dari caranya menaklukkan ketakutanku sendiri.
Tak ada motif rasional apa pun yang seharusnya mampu menyeretku maju setelah kecurigaan mengerikan tentang jejak-jejak ituβdan kenangan-kenangan mimpi yang merayap, yang dibangkitkannyaβmulai menggerogoti benakku.
Namun tangan kananku, bahkan ketika gemetar oleh rasa ngeri, tetap berkedut-kedut berirama dalam hasratnya untuk memutar sebuah kunci yang diharapkannya akan kutemukan.
Tanpa kusadari bagaimana tepatnya, aku telah melewati tumpukan kotak-kotak yang belum lama terjatuh dan berlari berjinjit melalui lorong-lorong yang diselimuti debu tak tersentuh sedikit pun, menuju suatu titik yang secara morbidβsecara mengerikanβterasa kukenal dengan sangat baik.
Pikiranku melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang asal-usul dan relevansinya baru mulai dapat kutebak. Akankah rak itu dapat dijangkau oleh tubuh manusia? Mampukah tangankuβtangan manusia iniβmenguasai seluruh rangkaian gerak kunci yang diingat sejak aeon-aeon lampau?
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!




Silakan login untuk meninggalkan komentar.