The Mystery of a Hansom Cab ⭐ Pilihan Editor
Naskah asli novel The Mystery of a Hansom Cab berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan pada 1886 (lebih dari 50 tahun lalu) dan penulisnya, Fergus Hume, telah wafat pada 12 Juli 1932 (lebih dari 70 tahun lalu), sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Kereta hansom itu melaju perlahan di bawah cahaya lampu gas yang temaram, menembus kabut malam Melbourne yang menggantung seperti tirai kelabu. Kusirnya, seorang pria kurus dengan mantel lusuh, tak banyak bicara; ia hanya sesekali menoleh ke belakang, memastikan penumpangnya tetap diam.
Penumpang itu sejak awal memang aneh. Ia naik tanpa banyak kata, hanya menyebut alamat dengan suara berat dan mabuk. Sepanjang perjalanan, tak terdengar gerakan sedikit pun dari dalam kabin. Tidak ada batuk, tidak ada desahan, bahkan tidak ada gerakan kain.
Ketika kereta berhenti di tujuan, kusir mengetuk pintu kecil di depan, menunggu jawaban. Tidak ada. Ia mengetuk lagi, kali ini lebih keras. Masih sunyi.
Dengan perasaan tak enak, ia turun dan membuka pintu kabin. Tubuh pria itu terkulai ke samping, wajahnya pucat seperti lilin, matanya setengah terbuka tanpa kehidupan. Tidak ada luka yang tampak, tidak ada darah—hanya keheningan yang ganjil.
Malam itu, di tengah kota yang tampak biasa saja, sebuah misteri lahir tanpa saksi, tanpa jejak, dan tanpa jawaban. Siapa pria itu? Bagaimana ia bisa mati dalam perjalanan singkat, sendirian di dalam kereta tertutup?
Dan yang paling mengganggu—siapa yang membunuhnya?
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!










Silakan login untuk meninggalkan komentar.