Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Rp36.750
Lihat di Shopee
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Rp45.240
Lihat di Shopee
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Rp44.250
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp101.150
Lihat di Shopee
The Gladiator - Indah Hanaco
The Gladiator - Indah Hanaco
Rp110.000
Lihat di Shopee
Frankenstein - Mary Shelley
Frankenstein - Mary Shelley
Rp44.250
Lihat di Shopee

Bab 5 – Makhluk di Dalam Ngarai

• The House on the Borderland •

👁️ 4 views

RUMAH ini, seperti telah kukatakan sebelumnya, dikelilingi oleh tanah perkebunan yang amat luas, dengan kebun-kebun liar yang tak terurus.

Di bagian belakang, kira-kira 300 meter jauhnya, terdapat sebuah jurang gelap dan dalam—oleh penduduk desa disebut “Ngarai.” Di dasarnya mengalir sebuah sungai lesu, begitu tertutup rimbun pepohonan hingga nyaris tak terlihat dari atas.

Perlu kucatat, sungai ini berasal dari bawah tanah, muncul tiba-tiba di ujung timur ngarai, lalu hilang secepat itu juga di bawah tebing yang menutup bagian baratnya.

Beberapa bulan setelah penglihatanku (jika memang itu sebuah penglihatan) tentang Padang Luas, perhatianku tertuju secara khusus pada Ngarai ini.

Suatu hari, ketika aku berjalan di tepi selatannya, tiba-tiba beberapa bongkah batu dan serpihan cadas terlepas dari sisi tebing tepat di bawahku, jatuh menembus pepohonan dengan bunyi keras dan tumpul.

Kudengar percikan air ketika benda-benda itu menghantam sungai di bawah—lalu hening. Seandainya bukan karena Pepper mendadak menggonggong buas dan tak mau diam meski sudah kuhardik—sikap yang sungguh tak biasa baginya—tentu aku takkan menganggap kejadian itu penting.

Merasakan ada sesuatu—atau seseorang—di dalam Ngarai, aku bergegas kembali ke rumah untuk mengambil tongkat. Ketika kembali, Pepper sudah berhenti menggonggong, tapi ia menggeram pelan, berjalan resah sambil mencium-cium tanah di sepanjang tepi jurang.

Aku bersiul memanggilnya, lalu mulai menuruni jalur curam dengan hati-hati. Kedalaman Ngarai mungkin seratus lima puluh kaki, dan butuh waktu serta kewaspadaan agar kami bisa sampai di dasar dengan selamat.

Sesampainya di bawah, aku dan Pepper mulai menyusuri tepi sungai. Suasananya begitu gelap karena naungan pepohonan, membuatku bergerak dengan penuh waspada—mata menyapu sekeliling, tongkat siaga di tangan.

Kini Pepper tenang, menempel terus di sisiku. Begitulah kami menyisir sepanjang satu sisi sungai, tanpa menemukan atau mendengar sesuatu. Kemudian kami menyeberang—cukup dengan melompat—dan mulai memaksa jalan pulang menembus semak-semak.

Baru separuh jarak kami tempuh ketika kembali terdengar suara batu jatuh di sisi seberang—tempat yang baru saja kami lalui. Sebongkah batu besar meluncur deras menembus pucuk pepohonan, menghantam tebing seberang, lalu melompat masuk ke sungai, menyemburkan air hingga membasahi kami.

Pepper menggeram dalam; kemudian berhenti, menegakkan telinga. Aku pun menahan napas, mendengar.

Sesaat kemudian, terdengar jeritan nyaring—setengah manusia, setengah babi—dari balik pepohonan, kira-kira separuh tinggi tebing selatan. Jeritan itu dijawab dengan suara serupa, tapi datang dari dasar ngarai.

Pepper langsung menggonggong pendek dan tajam, lalu melompat menyeberangi sungai kecil itu dan menghilang ke balik rimbun. Tak lama kemudian, gonggongannya makin keras, bercampur suara ribut seperti ocehan kacau.

A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Rp52.000
Lihat di Shopee
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Rp51.750
Lihat di Shopee
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Rp69.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp101.150
Lihat di Shopee
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Rp68.800
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Rp75.650
Lihat di Shopee

Tiba-tiba suara ribut itu pun terhenti, digantikan jeritan setengah-manusia penuh penderitaan. Hampir bersamaan, terdengar lolongan panjang Pepper—kesakitan.

Semak-semak terguncang hebat, dan Pepper muncul kembali, berlari dengan ekor terkulai, sesekali menoleh ketakutan. Saat ia mencapai tempatku, kulihat darah mengucur dari sisi tubuhnya—luka cakaran besar yang hampir merobek rusuknya.

Melihat Pepper terluka begitu parah, aku dikuasai amarah. Dengan tongkat terayun, aku melompat masuk ke rimbun semak tempat ia keluar tadi. Aku mendengar suara napas dari sana.

Sekejap kemudian, aku menerobos ke sebuah celah kecil, hanya untuk sempat melihat sesuatu berwarna putih pucat lenyap di seberang belukar. Aku berteriak dan mengejarnya; namun meski kupukul dan kucari-cari di semak, tak kutemukan lagi apa pun. Akhirnya aku kembali pada Pepper.

Di tepi sungai, kubasuh lukanya dan kuganjal dengan saputanganku yang basah, lalu kami mundur naik ke luar ngarai menuju cahaya siang.

Sesampainya di rumah, saudariku bertanya apa yang menimpa Pepper. Kujawab ia baru saja bertarung dengan seekor kucing hutan—aku memang pernah dengar ada beberapa ekor yang berkeliaran di sekitar sini.

Aku merasa lebih baik tidak mengatakan yang sebenarnya. Lagipula, bahkan aku sendiri tak sepenuhnya tahu apa yang terjadi. Akan tetapi satu hal kupastikan: makhluk yang kulihat tadi jelas bukan kucing hutan.

Tubuh makhluk itu terlalu besar, kulitnya mirip babi tapi putih pucat tak sehat. Dan—ia berlari tegak, hampir sepenuhnya bertumpu pada kedua kaki belakang, gerakannya menyerupai manusia. Itulah yang sempat kutangkap dalam kilasan singkat, dan sungguh membuatku resah sekaligus penasaran.

Kejadian itu berlangsung di pagi hari.

Lalu, malamnya setelah makan malam, saat aku tengah membaca, kebetulan aku mendongak dan melihat sesuatu mengintip dari ambang jendela—hanya mata dan telinga yang tampak.

“Seekor babi, demi Tuhan!” seruku sambil bangkit.

Namun begitu terlihat lebih jelas, kutahu itu bukan babi—hanya Tuhan yang tahu apa sebenarnya. Sekilas, makhluk itu mengingatkanku pada sosok mengerikan yang pernah menghantui arena raksasa.

Ia punya mulut dan rahang menyerupai manusia, tapi nyaris tanpa dagu. Hidungnya memanjang menjadi moncong, ditambah mata kecil dan telinga aneh, sehingga penampilannya amat mirip babi. Hampir tak ada dahi, dan seluruh wajahnya berwarna putih pucat tak sehat.

Selama kira-kira semenit, aku berdiri memandanginya, diliputi rasa jijik yang kian besar bercampur ketakutan. Mulutnya komat-kamit tak jelas, bahkan sempat mengeluarkan dengusan setengah babi.

Namun yang paling membuatku terpikat adalah matanya: sesekali tampak berkilat, seolah menyimpan kecerdasan manusia yang mengerikan. Tatapannya terus melayang dari wajahku ke seisi ruangan, seakan tatapanku membuatnya tak tenang.

Makhluk itu tampak bertumpu dengan kedua tangannya yang mirip cakar pada ambang jendela. Cakar itu, berbeda dengan wajahnya, berwarna cokelat tanah liat, dengan bentuk samar menyerupai tangan manusia—ada empat jari dan satu ibu jari—meski berselaput hingga ruas pertama, mirip kaki bebek. Ia juga memiliki kuku, panjang dan kuat, lebih menyerupai cakar rajawali daripada apa pun yang kukenal.

A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Rp52.000
Lihat di Shopee
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Rp51.750
Lihat di Shopee
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Rp69.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp101.150
Lihat di Shopee
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Rp68.800
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Rp75.650
Lihat di Shopee

Seperti telah kukatakan, ada rasa takut dalam diriku; meski anehnya, ketakutan itu bersifat impersonal. Lebih tepat jika kusebut perasaan itu sebagai rasa jijik mendalam, sebagaimana orang mungkin merasakan bila bersentuhan dengan sesuatu yang teramat najis, sesuatu yang tak suci—milik dari wujud keberadaan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Tak bisa kukatakan bahwa saat itu aku menangkap semua detail tubuh makhluk itu. Kupikir, detail-detail itu kembali padaku belakangan, seolah terpatri di dalam benak. Saat memandanginya, mungkin aku lebih banyak membayangkan daripada melihat, dan rincian fisiknya baru tumbuh jelas setelahnya.

Selama sekitar satu menit aku menatap makhluk itu; lalu ketika syarafku sedikit lebih tenang, kukibaskan perasaan gentar yang menggantung, dan melangkah ke arah jendela. Saat itu juga, makhluk itu merunduk dan lenyap. Aku bergegas ke pintu, menoleh dengan cemas; namun hanya semak-semak dan belukar kusut yang tampak di hadapanku.

Aku kembali ke dalam rumah, mengambil senapan, lalu keluar untuk menyisir kebun. Dalam hati bertanya-tanya, apakah makhluk yang baru kulihat sama dengan sosok yang sekilas kutemui di pagi hari. Aku cenderung percaya memang itulah dia.

Sebenarnya aku ingin membawa Pepper, tapi kupikir lebih baik membiarkan lukanya sembuh. Lagi pula, jika makhluk yang kulihat ini benar lawannya pagi tadi, rasanya Pepper takkan banyak berguna.

Aku pun memulai pencarian dengan sistematis. Aku bertekad, jika memungkinkan, untuk menemukan dan menghabisi makhluk babi itu. Setidaknya, ini adalah Horor yang berwujud nyata!

Awalnya, aku menyisir dengan hati-hati, ingatan tentang luka Pepper masih segar. Namun, seiring waktu berlalu tanpa tanda kehidupan apa pun di kebun luas nan sunyi itu, aku jadi kurang waspada.

Hampir-hampir aku merasa akan menyambut kemunculannya. Apa saja rasanya lebih baik daripada kesunyian ini, bersama bayangan bahwa makhluk itu bisa bersembunyi di balik semak mana saja yang kulewati.

Belakangan, aku jadi sembrono, nekat menerobos semak belukar, menusuk-nusuk dengan laras senapan.

Sesekali aku berteriak; tapi hanya gema yang kembali. Kupikir dengan begitu mungkin ia akan kaget atau keluar menampakkan diri; namun yang terjadi justru Mary, adikku, muncul hendak tahu apa yang terjadi.

Kukatakan padanya bahwa aku melihat kucing hutan yang melukai Pepper, dan sedang berusaha mengusirnya. Ia tampak tak sepenuhnya percaya, lalu kembali masuk rumah dengan wajah ragu. Aku sempat bertanya-tanya, apakah ia sudah melihat atau menebak sesuatu.

A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Rp52.000
Lihat di Shopee
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Rp51.750
Lihat di Shopee
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Rp69.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp101.150
Lihat di Shopee
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Rp68.800
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Rp75.650
Lihat di Shopee

Sisa sore itu, pencarianku kulakukan dengan gelisah. Aku merasa takkan bisa tidur dengan makhluk biadab itu berkeliaran di balik pepohonan. Namun ketika malam tiba, tak juga kudapati apa-apa.

Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba kudengar bunyi pendek, aneh, dari semak di sebelah kanan. Seketika kuputar badan, membidik cepat, lalu menembak ke arah suara itu.

Segera setelahnya, terdengar bunyi sesuatu berlari terburu-buru di semak. Gerakannya cepat, dan dalam semenit suara itu menghilang.

Aku sempat mengejar beberapa langkah, tapi sadar betapa sia-sia di tengah kegelapan yang kian rapat; maka dengan perasaan murung aku kembali masuk ke rumah.

Malam itu, setelah adikku tidur, aku memeriksa semua pintu dan jendela lantai dasar. Kupastikan semua terkunci rapat. Sebenarnya jendela-jendela sudah kuat berpalang, tapi pintu—ada lima buah—tidak satu pun terkunci. Maka aku kunci satu per satu.

Selesai itu, aku masuk ke ruang baca. Namun entah kenapa, malam itu ruangan terasa mengganggu; luas, bergema, dan dingin. Kucoba membaca, tapi tak bisa berkonsentrasi. Akhirnya kubawa bukuku ke dapur, di mana api besar menyala di perapian, dan duduk di sana.

Mungkin dua jam aku membaca, ketika tiba-tiba terdengar suara yang membuatku menurunkan buku dan menajamkan telinga. Suara sesuatu menggesek-gesek, meraba-raba, di pintu belakang. Sekali, pintu itu berderit keras—seakan ada tenaga yang memaksa dari luar.

Dalam beberapa detik singkat itu, kurasakan ketakutan yang tak terlukiskan, yang sebelumnya kupikir mustahil kualami. Tanganku gemetar, keringat dingin bercucuran, tubuhku menggigil hebat.

Perlahan, aku menenangkan diri. Gerakan mencurigakan di luar berhenti.

Satu jam lamanya aku duduk diam dan waspada. Tiba-tiba rasa takut itu menyerang lagi.

Aku merasa, barangkali, seperti seekor hewan yang tengah dipandangi ular. Namun kali ini, tak ada suara sama sekali. Meski begitu, tak ada keraguan, sesuatu yang tak terlihat sedang bekerja.

Perlahan, nyaris tak terasa, suara samar masuk ke telingaku—mula-mula hanya desah, lalu berkembang jadi gemuruh teredam—sebuah paduan jeritan kebinatangan yang mengerikan. Sumbernya seakan-akan dari perut bumi.

Buku di tanganku terlepas jatuh, dengan suara tumpul yang samar kusadari. Setelah itu aku hanya duduk terpaku; dan begitulah cahaya pagi menemukanku, merayap pucat menembus jendela dapur yang tinggi berpalang.

Dengan datangnya cahaya, perasaan ngeri dan lumpuh itu perlahan lenyap, pikiranku kembali jernih.

Aku memungut bukuku, lalu merayap ke pintu untuk mendengar. Tak ada suara apa pun memecah sunyi. Beberapa menit aku berdiri begitu; lalu, dengan sangat hati-hati, kuputar kait pintu dan mengintip keluar.

Kewaspadaanku ternyata sia-sia. Tak ada apa pun kecuali pemandangan abu-abu dari semak dan pepohonan kusut yang membentang hingga ke kebun jauh di sana.

Dengan tubuh menggigil, kututup pintu itu, lalu naik perlahan ke kamar tidur.

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti The House on the Borderland karya William Hope Hodgson ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Rp68.800
Lihat di Shopee
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
Rp36.750
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp66.750
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp106.400
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp112.100
Lihat di Shopee
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Rp63.750
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Rp44.250
Lihat di Shopee
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Rp42.750
Lihat di Shopee
The Golden Road - L. M. Montgomery
The Golden Road - L. M. Montgomery
Rp52.500
Lihat di Shopee
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Rp68.800
Lihat di Shopee
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Rp44.250
Lihat di Shopee
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Rp80.000
Lihat di Shopee