The Sexy Secret - Indah Hanaco
The Sexy Secret - Indah Hanaco
Rp71.250
Lihat di Shopee
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Rp113.050
Lihat di Shopee
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Rp45.240
Lihat di Shopee
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp74.250
Lihat di Shopee
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Rp42.750
Lihat di Shopee

1. La Parure (Kalung Berlian)

• La Parure dan Kumpulan Cerpen Pilihan Guy de Maupassant •

👁️ 11 views

MATHILDE termasuk salah satu gadis cantik yang memesona, tetapi—seakan karena kesalahan takdir—terlahir di tengah keluarga pegawai rendahan. Ia tak berhak mendapat mas kawin yang layak, tak punya harapan, tak ada jalan untuk dikenal, dihargai, dicintai, dan dinikahi oleh pria kaya atau terpandang.

Maka ia pun pasrah menikah dengan seorang juru tulis biasa di kantor Departemen Pendidikan. Menjadi Madame Loisel yang sederhana.

Sederhana—karena memang tak mampu menghias diri—tetapi hatinya gundah, merasa hidupnya terlempar dari lingkungan yang seharusnya. Sebab, perempuan tak mengenal kasta atau ras; pesona, keelokan, dan daya tarik merekalah yang menjadi “darah biru” sejati. Keanggunan bawaan, keluwesan budi, dan kecerdikan naluri menjadi satu-satunya kebangsawanan yang dimiliki, menjadikan sebagian gadis rakyat jelata setara dengan nyonya-nyonya besar.

Namun, Madame Loisel terus-menerus tersiksa, merasa dilahirkan untuk segala yang halus dan mewah. Ia menderita karena apartemen yang sempit, tembok kusam, kursi reyot, kain pelapis yang pudar warnanya.

Semua itu—yang bagi perempuan lain di kelasnya tak akan berarti apa-apa—terasa menyiksa dan menyulut amarah. Melihat suaminya yang berasal dari Breton, begitu puas dengan rumah sederhana ini, justru memicu dalam dirinya penyesalan getir dan impian yang mustahil.

Ia membayangkan ruang-ruang tamu yang sepi namun elegan, dindingnya tertutup kain oriental, diterangi obor perunggu tinggi; dua pelayan bersepatu hak pendek tertidur di kursi besar karena hawa penghangat ruangan.

Ia membayangkan ruang duduk luas berlapis sutra tua, perabot anggun yang memamerkan benda-benda antik tak ternilai, serta kamar mungil beraroma harum untuk bercakap-cakap pada jam lima sore bersama para pria terkemuka yang perhatian dan sanjungannya menjadi rebutan kaum wanita.

Ketika ia duduk makan malam di meja bundar yang taplaknya sudah tiga hari tak diganti, berhadapan dengan suaminya yang membuka tutup sup dengan ekspresi penuh kegembiraan sambil berseru, “Wah, pai daging! Tak ada yang lebih nikmat dari ini—” pikirannya melayang ke jamuan-jamuan elegan, perak berkilauan, permadani yang dipenuhi tokoh kuno dan burung langka di hutan peri.

Ia membayangkan hidangan istimewa di piring indah, bisik-bisik rayuan yang disambut senyum bak patung sfinks, sambil mencicipi daging trout merah muda atau sayap ayam lembut.

Ia tak punya gaun indah, tak punya perhiasan—tak punya apa pun. Padahal, hanya itulah yang dicintainya. Ia merasa diciptakan untuk itu. Ia begitu ingin tampil menawan, diperhatikan, digoda, dan dimanjakan.

Ia punya seorang sahabat kaya, teman sekolah semasa di biara, yang jarang sekali ia kunjungi. Setiap pulang dari rumah sahabat itu, hatinya tersayat, lalu ia menangis seharian karena kecewa, menyesal, dan putus asa.

***

Suatu malam, suaminya pulang dengan raut wajah gembira, menggenggam amplop besar di tangan.

Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp92.650
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Rp67.150
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Rp36.500
Lihat di Shopee
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Rp89.500
Lihat di Shopee
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp117.800
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp106.400
Lihat di Shopee

“Nih,” ujar suaminya, “ada sesuatu untukmu.”

Madame Loisel cepat-cepat merobek sampulnya dan mengeluarkan kartu undangan bertuliskan: “Menteri Pendidikan Umum dan Madame George Ramponneau dengan hormat mengundang Monsieur dan Madame Loisel pada Senin malam, 18 Januari, di kediaman sang Menteri.”

Alih-alih berseri seperti yang diharapkan suaminya, ia justru melempar undangan itu ke meja sambil menggerutu, “Apa urusannya itu buatku?”

“Tapi, Sayangku, kukira undangan ini akan membuatmu senang. Kau jarang sekali keluar, dan ini kesempatan bagus! Susah sekali aku mendapatkannya. Semua orang menginginkan hadir di acara ini, dan ini undangan khusus—pegawai biasa jarang sekali kebagian. Kau akan bertemu seluruh kalangan pejabat di sana.”

Ia menatap suaminya dengan jengkel dan berkata tak sabar, “Lalu, menurutmu, apa yang akan kupakai untuk acara seperti itu?”

Suaminya terdiam. Pria itu sama sekali tak memikirkan sampai ke sana. Ia tergagap: “Ya… gaun yang kau pakai ke teater. Menurutku cukup cantik—”

Ucapan itu terhenti. Si suami terperangah melihat istrinya menangis. Dua butir air mata besar mengalir perlahan dari sudut mata menuju bibir.

“Ada apa? Ada apa, Mathilde?” tanyanya panik.

Dengan upaya keras, Madame Loisel menahan kekesalan dan menjawab dengan suara datar sambil menyeka pipinya yang basah, “Tidak ada apa-apa. Hanya saja, aku tak punya gaun, dan karenanya aku tak bisa hadir. Berikan saja undangan itu pada rekan kerjamu yang istrinya lebih pantas hadir.”

Suaminya sedih, tetapi mencoba berkata lembut, “Coba kita pikirkan, Mathilde. Berapa kira-kira harga gaun yang pantas, yang bisa kau pakai untuk acara lain juga, yang sederhana saja?”

Madame Loisel termenung sejenak, menghitung-hitung dalam hati, mencari angka yang cukup masuk akal untuk diminta tanpa memicu penolakan keras dari suaminya yang hemat luar biasa.

Akhirnya ia berkata ragu, “Aku tak bisa memastikan… tapi sepertinya empat ratus franc akan cukup.”

Wajah suaminya agak pucat. Pria tersebut kebetulan baru saja menabung sejumlah itu untuk membeli senapan—agar musim panas nanti bisa ikut berburu di padang Nanterre bersama teman-temannya, mengejar burung gereja setiap Minggu.

Namun si suami tetap mengangguk. “Baiklah. Akan kuberikan empat ratus franc. Tapi usahakan gaunnya cantik, ya.”

***

Hari pesta semakin dekat dan Madame Loisel tampak murung, gelisah, dan cemas. Padahal, gaunnya hampir selesai.

Suaminya berkata padanya suatu malam, “Ada apa denganmu? Sudah dua atau tiga hari ini kau bersikap aneh.”

Madame Loisels menjawab, “Aku kesal karena tidak punya perhiasan, tak ada satu batu pun, tak ada yang bisa kupakai untuk menghias diri. Penampilanku akan begitu miskin. Lebih baik aku tidak pergi ke pesta itu.”

Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp92.650
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Rp67.150
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Rp36.500
Lihat di Shopee
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Rp89.500
Lihat di Shopee
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp117.800
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp106.400
Lihat di Shopee

Suaminya membalas, “Kau bisa memakai bunga segar. Di musim ini, bunga terlihat sangat anggun. Dengan sepuluh franc kau bisa mendapatkan dua atau tiga mawar yang indah.”

Namun ia tak tergerak. “Tidak,” jawabnya, “tidak ada yang lebih memalukan daripada tampak lusuh di tengah para wanita kaya.”

Lalu suaminya berseru, “Kita bodoh sekali! Pergilah menemui temanmu, Madame Forestier, dan mintalah ia meminjamkan perhiasannya. Kau cukup akrab dengannya, tidak perlu sungkan untuk melakukan itu.”

Madame Loisel berseru gembira, “Benar juga! Aku sama sekali tidak terpikir itu!”

Keesokan harinya, ia pergi ke rumah temannya dan menceritakan kesusahannya. Madame Forestier menuju lemari berlapis kaca, mengeluarkan sebuah kotak perhiasan besar, membukanya, dan berkata, “Pilihlah, Sayangku.”

Mula-mula Madame Loisel melihat beberapa gelang, lalu kalung mutiara, lalu salib Venesia dari emas dan batu mulia dengan pengerjaan yang luar biasa indah. Ia mencoba perhiasan itu di depan cermin, ragu-ragu, tetapi tak sanggup memutuskan untuk mengambil atau meninggalkannya.

Lalu ia bertanya, “Tak ada lagi yang lain?”

“Ada. Lihat saja sendiri. Aku tidak tahu mana yang akan kau sukai.”

Tiba-tiba Madame Loisel menemukan, di dalam sebuah kotak satin hitam, sebuah kalung berlian yang mempesona. Jantungnya berdegup kencang karena hasrat yang tak terkendali.

Tangannya bergetar saat mengangkatnya. Ia memakaikannya di leher, menempel pada gaunnya, dan terpaku dalam ekstasi.

Lalu ia bertanya, dengan suara ragu dan penuh kecemasan, “Bolehkah aku meminjam ini? Hanya ini saja?”

“Tentu saja, kenapa tidak?”

Hari pesta pun tiba. Madame Loisel menjadi pusat perhatian. Ia adalah yang tercantik di antara semua, anggun, memesona, penuh senyum, dan bahagia. Semua pria memperhatikannya, menanyakan namanya, dan ingin diperkenalkan. Para pejabat tinggi ingin berdansa dengannya. Menteri Pendidikan bahkan memberinya perhatian khusus.

Ia menari dengan penuh semangat, dengan gairah, mabuk oleh kebahagiaan, tak memikirkan apa pun selain kemenangan kecantikannya, kejayaan keberhasilannya, dan semacam awan kebahagiaan yang datang dari segala penghormatan, kekaguman, dan keinginan yang terbangkitkan—kemenangan yang begitu manis bagi hati seorang wanita.

Ia pulang sekitar pukul empat pagi. Suaminya sudah setengah tertidur di salah satu ruang kecil sejak tengah malam, bersama tiga pria lain yang istrinya masih bersenang-senang.

Ia menyampirkan mantel sederhana yang mereka bawa untuk pulang, pakaian sehari-hari yang lusuh dan sangat kontras dengan keanggunan gaun pestanya. Ia sadar betul akan hal itu, karenanya ingin cepat-cepat pergi agar tak terlihat oleh wanita lain yang membungkus diri dengan bulu-bulu mewah.

Namun suaminya menahannya, “Tunggu,” kata Monsieur Loisel. “Kau akan masuk angin di luar. Aku akan memanggil kereta.”

Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp92.650
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Rp67.150
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Rp36.500
Lihat di Shopee
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Rp89.500
Lihat di Shopee
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp117.800
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp106.400
Lihat di Shopee

Namun ia tak mau mendengar dan bergegas menuruni tangga. Saat tiba di jalan, mereka tidak menemukan kereta; mereka mulai mencari sambil memanggil kusir yang terlihat dari kejauhan.

Mereka berjalan menuju Sungai Seine, kedinginan dan putus asa. Akhirnya, mereka menemukan di tepi dermaga sebuah kereta malam tua, salah satu yang hanya terlihat di Paris selepas senja, seakan malu menunjukkan kemiskinannya di siang hari.

Kereta itu mengantarkan mereka sampai ke pintu rumah di Jalan Martyr. Mereka menaiki tangga apartemen dengan letih.

Bagi sang istri, semuanya sudah berakhir. Bagi sang suami, ia hanya teringat harus masuk kantor pukul sepuluh pagi nanti.

Madame Loisel melepas mantelnya di depan cermin untuk melihat sekali lagi dirinya dalam kemegahan. Tiba-tiba ia menjerit. Kalung itu tak lagi melingkar di lehernya.

Suaminya, yang sudah setengah melepas pakaian, bertanya, “Ada apa?”

Ia berbalik dengan panik, “Aku… aku… kalung berlian milik Madame Forestier tidak ada!”

Suaminya bangkit terkejut: “Apa! Bagaimana bisa? Tak mungkin!”

Mereka mencari di lipatan gaun, lipatan mantel, saku-saku, di mana-mana. Tak ditemukan.

“Kau yakin masih memakainya saat kita hendak pulang tadi?” tanya suaminya.

“Ya, aku masih merasakannya di ruang depan saat kita keluar.”

“Tapi kalau kau menjatuhkan kalung itu di jalan, kita pasti mendengarnya. Pasti tertinggal di kereta.”

“Ya, mungkin saja. Kau catat nomornya?”

“Tidak. Dan kau?”

“Tidak.”

Mereka saling memandang putus asa. Akhirnya, Monsieur Loisel mengenakan pakaian lagi. “Aku akan menelusuri kembali jalan yang kita lewati tadi untuk mencari.”

Pria itu pun pergi. Madame Loisel tetap dalam gaun malamnya, tak sanggup pergi tidur, terkulai di kursi, tanpa semangat dan tanpa pikiran.

Menjelang pukul tujuh pagi suaminya kembali. Tanpa menemukan apa pun.

Monsieur Loisel pergi ke kantor polisi dan pangkalan kereta, memasang iklan di koran dengan tawaran hadiah; ia melakukan semua yang bisa memberi secercah harapan.

Madame Loisel menunggu seharian dalam kebingungan di hadapan malapetaka yang mengerikan ini. Suaminya kembali malam harinya dengan wajah pucat dan lelah; ia tak menemukan apa pun.

“Kita harus,” kata suaminya, “menulis surat kepada Madame Forestier dan mengatakan bahwa pengait kalung itu patah dan akan kau perbaiki terlebih dahulu sebelum dikembalikan. Itu akan memberi kita waktu untuk mencari jalan keluar.”

Ia menulis seperti yang didiktekan suaminya.

Pada akhir minggu pertama, mereka kehilangan segala harapan. Monsieur Loisel, yang kini tampak lima tahun lebih tua, berkata tegas, “Kita harus mengambil langkah untuk mengganti perhiasan itu.”

Keesokan harinya, mereka membawa kotak yang dulu menyimpan kalung berlian yang hilang itu, menuju toko perhiasan yang namanya tertera di bagian dalam. Pemilik toko memeriksa buku catatannya.

Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp92.650
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Rp67.150
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Rp36.500
Lihat di Shopee
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Rp89.500
Lihat di Shopee
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp117.800
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp106.400
Lihat di Shopee

“Bukan saya, Madame, yang menjual kalung ini. Saya hanya menyediakan kotaknya.”

Maka mereka pun berkeliling dari satu toko ke toko perhiasan lainnya, mencari kalung berlian yang sama, mengandalkan ingatan mereka, keduanya dilanda rasa sakit hati dan cemas yang nyaris membuat tubuh mereka jatuh sakit.

Di sebuah toko di Palais-Royal, mereka menemukan untaian berlian yang tampak persis seperti yang hilang. Harganya 40.000 franc, tetapi bisa didapatkan seharga 36.000 franc saja.

Mereka memohon kepada pemilik toko agar tidak menjual kalung berlian itu selama tiga hari. Lalu dibuatlah kesepakatan: jika mereka berhasil menemukan kalung asli sebelum akhir Februari, mereka boleh mengembalikannya dengan harga 34.000 franc.

Monsieur Loisel memiliki 18.000 franc warisan dari ayahnya. Sisanya ia pinjam dari sana-sini.

Ia meminjam 1000 franc dari satu orang, 500 franc dari orang lain, 5 louis dari yang ini, 3 louis dari yang itu. Ia menandatangani surat-surat utang-piutang, membuat janji-janji yang mencekik leher, meminjam dari lintah darat dan segala macam pemberi pinjaman.

Ia mempertaruhkan seluruh hidupnya, bahkan tanda tangannya, tanpa tahu apakah ia mampu melunasi semua itu. Lalu, dikepung kegelisahan akan masa depan, kemiskinan yang pekat, serta bayangan penderitaan fisik dan siksaan batin, ia akhirnya mengambil kalung baru itu, menaruh 36.000 franc di meja si pemilik toko.

Ketika Madame Loisel mengembalikan perhiasan itu kepada Madame Forestier, sahabatnya berkata dengan nada dingin, “Kau seharusnya mengembalikan kalungku lebih cepat. Bisa saja aku membutuhkannya.”

Madame Loisel gemetar saat melihat Madame Forestier membuka kotak itu, seperti yang dikhawatirkannya.

Jika Madame Forestier menyadari kalung yang ia kembalikan berbeda dari yang dulu dipinjam, apa yang akan dipikirkan sahabatnya itu? Apa yang akan dikatakan si nyonya kaya? Apakah sahabatnya itu akan menganggapnya pencuri?

***

Madame Loisel kini mengenal pahitnya hidup dalam kekurangan. Namun ia menjalaninya semua itu—bahkan dengan keberanian. Utang yang mengerikan itu harus dibayar, dan ia akan membayarnya. Mereka memecat pembantu rumah tangga, pindah ke loteng sempit di bawah atap rumah sewaan.

Ia belajar memikul beban rumah tangga, bekerja di dapur yang menjijikkan. Ia mencuci piring, mengikis kerak kotoran pada panci dengan kukunya yang dahulu halus dan merah muda. Ia mencuci pakaian kotor, baju dalam, kain lap, lalu menjemurnya di tali.

Setiap pagi ia menurunkan sampah ke jalan, membawa naik air dari lantai dasar, berhenti di tiap tangga untuk menarik napas. Berpakaian seperti perempuan kelas pekerja, ia berbelanja ke tukang sayur, tukang daging, dan warung, menawar hingga sen terakhir dari uang yang sedikit itu.

Setiap bulan, mereka harus memperbarui beberapa surat utang untuk mengulur-ulur waktu, sementara yang lain harus dibayar.

Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp92.650
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Rp67.150
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Rp36.500
Lihat di Shopee
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Rp89.500
Lihat di Shopee
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Mansfield Park - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp117.800
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp106.400
Lihat di Shopee

Suaminya bekerja hingga larut malam, menyusun pembukuan para pedagang, dan sering kali mengerjakan salinan tulisan dengan bayaran lima sou per halaman.

Hidup seperti itu berlangsung selama 10 tahun.

Akhirnya, setelah 10 tahun, mereka melunasi semua utang—dengan bunga mencekik lintah darat dan bunga berganda di atasnya.

Madame Loisel kini tampak tua. Ia telah berubah menjadi perempuan kasar dan keras, perempuan dari keluarga miskin. Rambutnya acak-acakan, rok kusut, tangan merah, suaranya keras, dan ia mengepel lantai dengan ember penuh air.

Kadang-kadang, saat suaminya bekerja di kantor, ia duduk di dekat jendela, mengenang malam pesta yang jauh di masa lalu—malam ketika ia begitu cantik dan dikagumi.

Bagaimana jadinya jika ia tidak kehilangan kalung itu? Siapa yang tahu?

Betapa anehnya kehidupan ini, betapa sarat dengan perubahan! Betapa hal kecil bisa menghancurkan atau menyelamatkan seseorang!

***

Suatu Minggu, saat ia berjalan-jalan di Champs-Élysées untuk mengusir penat seminggu, ia tiba-tiba melihat seorang wanita berjalan bersama seorang anak. Itu adalah Madame Forestier—masih muda, masih cantik, masih memesona.

Hati Madame Loisel bergetar. Haruskah ia menyapa sahabat lamanya itu?

Ya, tentu saja. Kini utang itu telah lunas, ia akan menceritakan semuanya. Mengapa tidak? Ia pun mendekat.

“Selamat pagi, Jeanne.”

Namun Madame Forestier tidak mengenalinya, terkejut mendengar sapaan akrab dari seorang perempuan yang tampak seperti rakyat biasa. Ia menjawab terbata-bata, “Maaf, Madame—saya tidak kenal Anda—Anda pasti salah orang—”

“Tidak, aku Mathilde Loisel.”

Sahabatnya berseru kaget, “Oh! Mathilde malangku! Betapa kau telah berubah—”

“Ya, aku telah melalui hari-hari sulit sejak terakhir kita bertemu; hari-hari penuh kemalangan—dan semuanya karena kau—”

“Karena aku? Maksudmu bagaimana?”

“Kau ingat kalung berlian yang kau pinjamkan padaku untuk pesta di rumah menteri?”

“Ya, tentu saja.”

“Aku menghilangkan kalung itu.”

“Bagaimana mungkin? Bukankah dulu kau mengembalikannya padaku?”

“Aku mengembalikan kalung lain yang persis sama dengan yang kupinjam. Kami membutuhkan sepuluh tahun untuk membayar lunas harganya. Kau tentu mengerti, itu tidak mudah bagi kami yang tak punya apa-apa. Tapi sekarang semuanya sudah selesai, dan aku cukup puas.”

Madame Forestier berhenti sejenak. Lalu ia berkata, “Kau bilang membeli kalung berlian untuk mengganti punyaku?”

“Ya. Kau tidak menyadarinya waktu itu? Bentuknya persis sama.” Madame Loisel tersenyum dengan kebanggaan sederhana.

Madame Forestier menggenggam kedua tangan Madame Loisel, terharu.

“Oh, Mathilde malangku! Kalungku itu palsu. Nilainya tak lebih dari lima ratus franc!”

Akses Terjemahan Gratis

Kamu hanya bisa membaca 1 bab lagi. Silakan buat akun KlikNovel untuk mengakses semua 7 bab secara GRATIS!

2 bab gratis7 bab total
Daftar Sekarang

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti La Parure dan Kumpulan Cerpen Pilihan Guy de Maupassant karya Guy de Maupassant ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Rp79.600
Lihat di Shopee
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Rp58.500
Lihat di Shopee
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp119.000
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Rp75.650
Lihat di Shopee
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
Rp29.250
Lihat di Shopee
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp92.650
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Rp81.750
Lihat di Shopee
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Rp44.250
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp66.750
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Rp36.500
Lihat di Shopee
The Case-Book of Sherlock Holmes
The Case-Book of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Hamlet - William Shakespeare
Hamlet - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee