The Age of Innocence - Edith Wharton
The Age of Innocence - Edith Wharton
Rp92.650
Lihat di Shopee
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee
The Sexy Secret - Indah Hanaco
The Sexy Secret - Indah Hanaco
Rp71.250
Lihat di Shopee
Pulang - Leila S. Chudori
Pulang - Leila S. Chudori
Rp117.000
Lihat di Shopee
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Rp79.900
Lihat di Shopee
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Rp98.500
Lihat di Shopee

Bab 2 – Padang Sunyi

• The House on the Borderland •

👁️ 3 views

AKU seorang tua. Tinggal di rumah purba ini, dikelilingi taman-taman luas yang tak terawat.

Orang-orang desa yang menghuni rimba di luar sana mengatakan aku gila. Itu karena aku tak mau berurusan dengan mereka. Aku hidup di sini hanya bersama adik perempuanku yang sudah tua, sekaligus pengurus rumah. Kami tak memelihara pelayan—aku benci mereka.

Aku hanya punya satu sahabat, seekor anjing; ya, aku lebih memilih Pepper tua daripada seluruh ciptaan dunia. Ia, setidaknya, mengerti aku—dan cukup bijak untuk membiarkanku sendiri bila aku tengah diliputi suasana muram.

Aku telah memutuskan untuk memulai semacam buku harian; semoga dengannya aku dapat mencatat pikiran-pikiran dan perasaan yang tak bisa kusampaikan pada siapa pun. Lebih dari itu, aku ingin meninggalkan catatan tentang hal-hal aneh yang pernah kudengar dan kulihat selama bertahun-tahun kesepian, di bangunan tua nan ganjil ini.

Selama dua abad, rumah ini sudah memanggul nama buruk; dan, hingga aku membelinya, lebih dari 80 tahun tak seorang pun tinggal di sini. Karena itu, aku mendapatkannya dengan harga yang nyaris menggelikan.

Aku bukan orang yang percaya takhayul; namun aku tak lagi bisa menyangkal bahwa hal-hal seperti itu memang terjadi di rumah ini—hal-hal yang tak mampu kujelaskan. Maka aku merasa perlu meringankan pikiranku dengan menuliskan semuanya sebaik yang dapat kulakukan; meski, bila kelak catatan ini dibaca setelah aku tiada, para pembaca hanya akan menggeleng, makin yakin bahwa aku memang orang gila.

Betapa purbanya rumah ini! Namun yang lebih menyentak justru keanehan arsitekturnya, aneh dan fantastis yang sangat mengherankan. Menara-menara kecil melengkung dan puncak-puncak runcing, dengan siluet yang mengingatkan pada lidah api yang meloncat, mendominasi; sedangkan tubuh bangunan berbentuk lingkaran.

Konon ada kisah lama, beredar di kalangan penduduk desa, bahwa rumah ini dibangun oleh setan. Entahlah, benar atau tidak, aku tak tahu dan tak peduli—kecuali mungkin hal itu membantu membuatnya murah ketika aku datang.

Aku sudah tinggal di sini sepuluh tahun sebelum akhirnya menyaksikan cukup banyak hal untuk percaya pada cerita-cerita yang beredar di sekeliling rumah ini. Memang, setidaknya selusin kali aku melihat samar sesuatu yang membingungkanku, atau merasakan lebih daripada yang kulihat.

Lalu, seiring tahun berjalan, aku makin sering menyadari adanya sesuatu yang tak tampak namun jelas terasa, berkeliaran di kamar-kamar dan lorong kosong. Meski begitu, butuh bertahun-tahun sebelum aku menyaksikan perwujudan nyata dari yang disebut gaib itu.

Dan kejadian itu bukanlah di malam Halloween. Andaikata aku sekadar menulis cerita untuk hiburan, mungkin akan kutaruh di malam yang terkenal itu. Namun ini adalah catatan sejati pengalaman pribadiku, dan aku tak menuliskan ini untuk menghibur siapa pun. Tidak.

Poirot\'s Early Cases - Agatha Christie
Poirot\'s Early Cases - Agatha Christie
Rp67.000
Lihat di Shopee
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Rp44.250
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Rp36.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Rp79.600
Lihat di Shopee
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Rp42.400
Lihat di Shopee

Peristiwa itu terjadi lewat tengah malam, pada pagi tanggal dua puluh satu Januari. Aku sedang duduk membaca, seperti biasanya, di ruang kerjaku. Pepper terbaring tidur dekat kursiku.

Tanpa peringatan, nyala dua batang lilin meredup, lalu bersinar dengan cahaya terang kehijauan yang mengerikan. Aku menoleh cepat, dan saat itu juga kulihat sinarnya berubah menjadi redup kemerahan, hingga ruangan bersinar dalam cahaya senja merah darah yang pekat, membuat bayang-bayang di balik kursi dan meja berlipat ganda dalam kegelapan; dan di mana pun cahaya itu jatuh, seolah-olah darah bercahaya telah terciprat di seluruh ruangan.

Di lantai, kudengar erangan kecil, ketakutan; lalu sesuatu menyelinap di antara kedua kakiku. Itu Pepper, meringkuk di balik jubah rumahku. Pepper—yang biasanya setangguh singa!

Gerakan anjing itulah, kurasa, yang pertama kali menusuk hatiku dengan rasa takut yang sungguh. Aku memang terkejut ketika nyala lilin berubah hijau lalu merah; tetapi sempat menyangka perubahan itu akibat masuknya gas beracun ke dalam ruangan. Namun sekarang aku tahu itu tidak benar; sebab lilin menyala dengan stabil, tanpa tanda hendak padam—sebagaimana seharusnya bila disebabkan oleh udara yang rusak.

Aku tak bergerak. Rasa takut merambat jelas, tetapi aku tak bisa memikirkan apapun selain menunggu. Selama mungkin semenit, mataku berkeliling gugup ke seisi ruangan.

Lalu kusadari cahaya lilin mulai meredup perlahan; hingga akhirnya tinggal noktah-noktah kecil merah menyala, laksana kilau batu rubi di tengah gelap. Aku tetap duduk menatap; sementara rasa acuh tak acuh, bagai kantuk aneh, merayap dan menghapus seluruh rasa gentar yang sempat mencengkeramku.

Di ujung jauh ruang besar bergaya lama itu, perlahan aku menyadari ada cahaya samar. Kian lama makin terang, memenuhi ruangan dengan kilatan hijau bergetar; lalu cepat meredup, berganti—seperti lilin tadi—menjadi merah tua yang suram, makin lama makin pekat, hingga melimpahkan cahaya gemilang nan mengerikan ke seluruh ruangan.

Cahaya itu datang dari dinding ujung ruangan, makin lama makin terang, hingga silau yang tak tertahankan menusuk mataku dengan perih menyakitkan, dan aku pun terpaksa memejamkan mata. Mungkin hanya beberapa detik sebelum aku bisa membukanya kembali.

Hal pertama yang kusadari ialah cahaya itu telah meredup drastis; tak lagi melukai pandangan. Lalu, semakin meredup, aku tiba-tiba menyadari bahwa alih-alih menatap kemerahan itu, aku kini sedang menembusnya—dan menembus dinding di baliknya.

Perlahan, seiring pikiranku terbiasa dengan kenyataan aneh itu, aku mengerti bahwa aku sedang memandang keluar ke sebuah dataran luas, diterangi cahaya senja kelam yang sama seperti yang memenuhi ruanganku.

Poirot\'s Early Cases - Agatha Christie
Poirot\'s Early Cases - Agatha Christie
Rp67.000
Lihat di Shopee
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Rp44.250
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Rp36.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Rp79.600
Lihat di Shopee
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Rp42.400
Lihat di Shopee

Luasnya dataran itu sukar dibayangkan. Tak satu pun batasnya terlihat. Ia terus melebar dan merentang, hingga mata tak sanggup menemukan ujungnya.

Perlahan, detail bagian yang lebih dekat mulai muncul; lalu, tiba-tiba, cahaya itu padam, dan penglihatan itu—jika memang sebuah penglihatan—sirna dan lenyap.

Mendadak, aku sadar bahwa aku tak lagi duduk di kursi. Aku seolah melayang di atasnya, menatap ke bawah pada sesuatu yang redup, meringkuk dan diam.

Tak lama, hembusan dingin menyergapku, dan aku telah berada di luar, di malam hari, melayang seperti gelembung menembus kegelapan. Saat bergerak, dingin menggigit tubuhku, membuatku menggigil.

Beberapa saat kemudian, aku menoleh ke kanan dan ke kiri, dan kulihat pekatnya malam yang tak tertahankan, hanya sesekali ditembus kilau api yang jauh. Aku terus meluncur ke depan, semakin jauh.

Sekali, aku menoleh ke belakang, dan kulihat bumi—hanya sebuah bulan sabit kecil bercahaya biru—perlahan menjauh di sebelah kiri. Lebih jauh lagi, matahari—sebuah percikan api putih menyala—berdiri tegak melawan kegelapan.

Waktu yang tak terukur pun berlalu. Lalu, untuk terakhir kalinya, kulihat bumi—sebuah bola kecil bercahaya biru, abadi, mengapung dalam keabadian eter. Dan di sana aku, serpih rapuh dari debu jiwa, berkelip tanpa suara melintasi kehampaan, meninggalkan biru yang jauh itu, masuk ke hamparan yang tak dikenal.

Seakan lama sekali waktu bergulir, dan kini tak ada apa pun terlihat. Aku telah menembus melampaui bintang-bintang, dan jatuh ke dalam kegelapan maha luas yang menunggu di baliknya.

Selama itu aku hanya merasakan ringan yang aneh, dan dingin yang membuat tak nyaman. Namun kini, kegelapan keji itu seolah merembes masuk ke jiwaku, memenuhi dengan rasa takut dan putus asa.

Apa jadinya diriku? Ke mana aku akan pergi?

Baru saja pertanyaan itu terlintas, tiba-tiba tampak samar-samar semburat darah melawan hitam tak berwujud yang menyelimutiku. Terasa amat jauh, kabur seperti kabut; namun seketika, rasa sesak itu berkurang, dan aku tak lagi larut dalam keputusasaan.

Perlahan, kemerahan jauh itu makin jelas, makin besar; hingga, semakin kudekati, ia membentang menjadi cahaya redup raksasa—buram dan mengerikan.

Aku tetap meluncur, dan segera aku begitu dekat, hingga ia seolah menghampar di bawahku, seperti lautan merah suram yang tak bertepi. Tak banyak yang bisa kulihat, selain bahwa ia merentang tanpa akhir ke segala arah.

Beberapa saat kemudian, aku menyadari bahwa aku tengah turun ke arahnya; dan tak lama kemudian aku terbenam ke dalam lautan awan berwarna merah muram. Perlahan, aku muncul kembali, dan di bawah sana, terbentang dataran dahsyat yang sama seperti yang kulihat dari kamarku di rumah ini—rumah yang berdiri di tepi Keheningan.

Poirot\'s Early Cases - Agatha Christie
Poirot\'s Early Cases - Agatha Christie
Rp67.000
Lihat di Shopee
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Rp44.250
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Rp36.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Rp79.600
Lihat di Shopee
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Rp42.400
Lihat di Shopee

Akhirnya aku mendarat, dan berdiri, dikelilingi hamparan kesunyian tak berujung. Tempat itu diterangi cahaya senja kelam yang hanya menebar kesan kesunyian tak terlukiskan.

Jauh di sebelah kananku, di langit, menyala sebuah cincin raksasa api merah kusam, dari tepi luarnya memancar nyala api menjulur, meliuk dan menyambar. Bagian dalam cincin itu hitam, hitam sepekat kegelapan malam di luar. Seketika aku mengerti bahwa dari matahari aneh inilah tempat itu mendapat cahaya muramnya.

Dari sumber cahaya ganjil itu, pandanganku turun kembali ke sekeliling. Ke mana pun aku memandang, tak ada yang tampak selain keletihan hamparan datar tanpa ujung. Tak kulihat tanda kehidupan sedikit pun; bahkan reruntuhan tempat tinggal kuno pun tidak ada.

Perlahan, kusadari aku sedang didorong maju, melayang melintasi hamparan datar itu. Terasa seperti keabadian aku meluncur terus. Tak ada rasa tergesa, hanya rasa ingin tahu dan takjub yang terus mengiringi.

Selalu, yang kulihat hanyalah keluasan dataran raksasa itu; dan selalu, mataku mencari sesuatu yang baru untuk memecah kebosanan—namun tak ada perubahan—hanya kesunyian, keheningan, dan padang gurun.

Lalu, dengan setengah sadar, aku memperhatikan adanya keremangan tipis, berwarna merah, membayang di atas permukaannya. Namun saat kutatap lebih cermat, aku tak bisa memastikan apakah itu benar kabut; sebab ia seakan menyatu dengan dataran, memberinya kesan tak nyata, membuatnya tampak bagai sesuatu yang tak berwujud.

Lambat laun, aku mulai letih dengan keseragaman yang menjemukan itu. Namun, lama sekali sebelum akhirnya aku melihat tanda-tanda akan adanya sebuah tempat, ke mana aku sedang dibawa.

“Mula-mula kulihat, jauh di depan, bagai sebuah gundukan panjang di permukaan dataran. Lalu, semakin dekat, kusadari aku keliru; sebab ternyata bukan bukit rendah, melainkan rentangan pegunungan raksasa, dengan puncak-puncaknya yang menjulang ke dalam kabut merah, hampir lenyap dari pandangan.”

Akses Terjemahan Gratis

Kamu hanya bisa membaca 1 bab lagi. Silakan buat akun KlikNovel untuk mengakses semua 31 bab secara GRATIS!

5 bab gratis31 bab total
Daftar Sekarang

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti The House on the Borderland karya William Hope Hodgson ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Rp44.250
Lihat di Shopee
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Rp37.500
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp119.700
Lihat di Shopee
Alpha Romeo - Indah Hanaco
Alpha Romeo - Indah Hanaco
Rp115.000
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
Namaku Alam - Leila S. Chudori
Namaku Alam - Leila S. Chudori
Rp108.000
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Rp69.000
Lihat di Shopee
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp59.250
Lihat di Shopee
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
Rp46.500
Lihat di Shopee
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Rp89.500
Lihat di Shopee
Mademoiselle Fifi - Guy de Maupassant
Mademoiselle Fifi - Guy de Maupassant
Rp43.000
Lihat di Shopee