Pengantar Terjemahan Animal Farm
Animal Farm sering disebut sebagai dongeng politik, tetapi menyebutnya sekadar dongeng adalah meremehkan ketajaman dan kedalaman karya ini.
George Orwell menulis novel pendek ini dengan bahasa yang tampak sederhana, bahkan lugas. Namun di balik kesederhanaannya tersembunyi kritik yang amat keras terhadap kekuasaan, propaganda, dan pengkhianatan terhadap cita-cita revolusi.
Sebagai penerjemah, tantangan utama Animal Farm bukan terletak pada kompleksitas kosakata, melainkan pada presisi makna dan nada. Kalimat-kalimat Orwell sering pendek, jernih, dan tampak polosātetapi justru di sanalah daya hantamnya berada.
Dan di sanalah pula tersaji dilema. Terjemahan yang terlalu āindahā berisiko melembutkan ironi; terjemahan yang terlalu harfiah berisiko kehilangan ritme dan ketajaman sindiran.
Dalam penerjemahan ini, pendekatan yang digunakan adalah naratif dan kontekstual, bukan harfiah kata per kata. Struktur kalimat disesuaikan agar mengalir alami dalam bahasa Indonesia, tanpa menghilangkan kekeringan gaya Orwell yang disengaja. Dialog dipertahankan tetap hidup dan langsung, karena justru melalui dialog inilah manipulasi bahasa dan perubahan makna berlangsung perlahan namun sistematis.
Istilah-istilah kunci seperti Animalism, Comrade, dan slogan-slogan kolektif dipertahankan atau diterjemahkan secara konsisten untuk menjaga resonansi ideologisnya. Perubahan kecil dalam redaksiāyang dalam cerita sering tampak sepeleādijaga ketat, karena di situlah Orwell menyembunyikan mekanisme penipuan politiknya.
Setiap revisi terhadap āTujuh Perintahā, misalnya, diterjemahkan dengan kehati-hatian ekstra agar pembaca dapat merasakan betapa liciknya perubahan itu bekerja. Lalu tokoh-tokoh juga tidak diperlakukan sebagai simbol kaku, melainkan sebagai karakter hidup dengan suara dan ritme bicara masing-masing.
Boxer diterjemahkan dengan bahasa yang jujur dan sederhana; Squealer dengan keluwesan licin yang persuasif; Napoleon dengan keheningan otoriter yang dingin. Perbedaan ini penting agar pembaca tidak sekadar memahami cerita, tetapi merasakan bagaimana kekuasaan dijalankan melalui bahasa.
Khusus mengenai bagian penutup dan implikasinya, penerjemahan ini mempertahankan ambiguitas Orwell tanpa memberi penjelasan berlebihan. Pembaca dibiarkan menyimpulkan sendiriāsebagaimana Orwell menghendakiābahwa batas antara penindas lama dan penguasa baru telah sepenuhnya lenyap.
Perlu dicatat bahwa Animal Farm bukan hanya relevan sebagai dokumen sejarah politik abad ke-20. Ia berbicara tentang mekanisme kekuasaan yang berulang dalam berbagai bentuk: di negara, organisasi, bahkan dalam skala kecil kehidupan sosial. Itulah sebabnya bahasa terjemahan ini diupayakan tetap segar dan komunikatif bagi pembaca modern, tanpa kehilangan nuansa zamannya.
Terjemahan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan kembali cerita Animal Farm, tetapi juga membuka ruang perenungan: tentang bagaimana revolusi dimulai, bagaimana ia dibelokkan, dan bagaimana, sering kali, mereka yang paling setia justru menjadi korban pertama.
Karena pada akhirnya, seperti yang ditunjukkan Orwell dengan kejujuran pahit, masalah terbesar bukanlah kekuasaan itu sendiri, melainkan ingatan yang pendek dan keberanian yang terkikis.
Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu
Login untuk memberikan vote dukungan
š Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.