Pengantar Penerjemahan The Call of Cthulhu
H.P. LOVECRAFT menulis The Call of Cthulhu bukan semata untuk menakut-nakuti pembaca. Ia menciptakan sebuah atmosfer yang menekan, lengkap dengan lapisan-lapisan misteri yang tak pernah benar-benar terbuka sepenuhnya.
Sebagai penerjemah, tugas utama kami adalah membawa atmosfer itu ke dalam bahasa Indonesia—tanpa merusak kesan “tak terucapkan” yang menjadi kekuatan utama karya ini. Sebuah ciri khas Lovecraft yang lahir dari kekagumannya terhadap karya-karya Algernon Blackwood.
Kengerian dalam cerita ini bukan kengerian fisik, melainkan kengerian kosmik. Bayangan bahwa manusia, dengan seluruh pencapaian ilmiahnya, sebenarnya hanyalah titik kecil di tengah alam semesta yang begitu luas dan begitu acuh.
Lovecraft menyebutnya cosmicism: gagasan bahwa ada entitas-entitas purba yang tak peduli pada hidup manusia dan pada dasarnya tak mungkin dipahami.
Terjemahan ini perlu menjaga kesan itu. Setiap kalimat harus mengalir, tetapi tetap menyisakan ruang kosong—ruang tempat imajinasi pembaca dapat menggeliat dan menambah lapisan kengerian tersendiri.
Ada beberapa tantangan yang patut dijelaskan.
Pertama, Lovecraft menggunakan gaya bahasa yang padat, berlapis, dan penuh istilah yang bernada akademik. Ia menulis seolah-olah pembacanya seorang peneliti yang sedang membuka arsip rahasia.
Jika diterjemahkan secara harfiah, gaya ini dapat terasa kaku atau terlalu berat. Karena itu, kami menyesuaikannya dengan gaya KlikNovel: mengalir, elegan, dan tetap menjaga keanggunan narasi, tetapi tidak kehilangan kerapatan atmosfer aslinya. Kalimat panjang yang bertele-tele dipecah, sementara istilah teknis diperlunak agar terasa alami dalam bahasa Indonesia modern.
Kedua, Lovecraft sering menggunakan deskripsi yang sengaja samar, seolah ia ingin pembaca merasakan keterbatasan bahasa manusia ketika menghadapi sesuatu yang tak terbayangkan.
Bagian ini penting. Terlalu menjelaskan justru merusak ciri khas cerita. Karena itu, kami mempertahankan nuansa samar tersebut: biarkan pembaca merasakan sendiri betapa sedikitnya pemahaman manusia atas dunia Lovecraft.
Ketiga, terdapat ungkapan-ungkapan yang mengandung unsur fonetik khas seperti mantra “Ph’nglui mglw’nafh Cthulhu R’lyeh wgah’nagl fhtagn.” Frasa seperti ini tidak boleh diterjemahkan. Maka kami membiarkannya tetap dalam bentuk asli, karena justru suara asing itu yang membuat pembacanya merasa seakan-akan dunia yang kita kenal tersingkapkan sedikit demi sedikit.
Keempat, struktur cerita Lovecraft bersifat arsip: kumpulan dokumen, laporan, memo, potongan kesaksian, dan catatan pribadi. Gaya ini memberikan ilusi bahwa pembaca sedang membuka berkas berbahaya yang seharusnya tidak ditemukan.
Dalam terjemahan, gaya berlapis ini dipertahankan, tetapi dengan ritme yang lebih mudah diikuti oleh pembaca masa kini. Kami memastikan tiap lapisan dapat dipahami tanpa menghilangkan ketegangan yang dibangun oleh narator.
Kelima, nuansa horor dalam karya Lovecraft bukanlah horor kepanikan. Ini adalah horor yang tumbuh perlahan, mengalun seperti gelombang pasang yang tidak terhindarkan.
Menerjemahkan horor semacam ini menuntut kehati-hatian dalam memilih diksi: cukup kuat untuk memancing rasa gentar, tetapi tidak berlebihan sehingga berubah menjadi melodramatis. Kami berupaya menyeimbangkan intensitas dan keheningan, sesuai prinsip horor atmosferik Lovecraft.
Dalam konteks budaya Indonesia, terjemahan ini juga menarik karena membawa jenis horor yang berbeda dari horor lokal. Bukan makhluk gentayangan, bukan arwah penasaran, tetapi makhluk yang bahkan tidak peduli pada manusia.
Membaca Lovecraft adalah mengingatkan diri bahwa ketakutan terdalam bukan berasal dari sesuatu yang mengejar kita, melainkan dari kenyataan bahwa kita bahkan tidak diakui oleh sesuatu yang jauh lebih besar.
Kami berharap pembaca KlikNovel dapat merasakan sensasi tersebut tanpa kehilangan kelancaran membaca.
Pada akhirnya, penerjemahan The Call of Cthulhu adalah upaya menjaga keseimbangan: antara kesetiaan pada atmosfer aslinya dan keluwesan bahasa Indonesia; antara keaslian deskripsi kabur Lovecraft dan kejelasan narasi modern; antara kengerian kosmik dan pengalaman membaca yang memikat.
Semoga terjemahan ini membawa para pembaca menyusuri misteri Cthulhu dengan nalar yang tetap terjaga—atau justru perlahan-lahan goyah oleh bisikan yang datang dari kedalaman laut.
Selamat menikmati!
Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu
Login untuk memberikan vote dukungan
📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.