Cinta Tak Terucap, Pengorbanan Psikologis, dan Konflik Sosial Elizabeth Lacy
DALAM memilih karya Florence Marryat untuk diterjemahkan di KlikNovel, Amy’s Lover menempati posisi khusus. Ini bukan cerita gotik penuh penampakan, melainkan sebuah kisah batin penuh kerinduan dan beban cinta tersembunyi.
Sebagai penerjemah, menghadirkan kembali nuansa halus itu ke dalam bahasa Indonesia adalah tantangan yang menarik sekaligus halus.
Ketika mulai menggarap terjemahan ini, yang pertama terasa adalah kekayaan suasana—kabut, sore yang kelabu, batin yang membeku, dan perasaan cinta yang disembunyikan dengan wajar.
Pilihan kata seperti “grey curtain of fog” harus diterjemahkan bukan sekadar tirai kabut kelabu, tetapi sesuatu yang membawa beban metafora emosional. Kami memilih “tirai kabut kelabu” sebagai frase pembuka untuk menjaga kemiripan nuansa.
Menjadi wahana perenungan bahwa bahasanya tidak boleh terlalu bombastis. Elizabeth menceritakan hidupnya sebagai “wretched companion” — dalam bahasa Indonesia, kami memilih “pendamping malang” atau “pendamping bernasib naas”, agar maknanya tetap terasa getir tapi tidak lebay.
Dalam bagian dialog batin, kami harus menjaga irama dan keseimbangan: ketika ekspresi emosional naik, kami membiarkan kalimat sedikit lebih panjang; ketika melankolinya mereda, kami memilih kalimat sederhana.
Misalnya, kalimat “I have withered in the cold and dispiriting atmosphere of Northampton Lodge for four years past” dibagikan menjadi dua kalimat agar lebih bernapas dalam bahasa Indonesia: “Aku telah meranggas dalam suasana dingin dan melelahkan di Northampton Lodge selama empat tahun terakhir.”
Konvensi budaya Victoria juga perlu diperhitungkan. Companion di Inggris Victoria adalah posisi sosial yang nyata: perempuan berpendidikan, tetapi dengan tugas melayani keluarga bangsawan atau kelas atas.
Pembaca Indonesia modern mungkin tidak familiar dengan status ini; oleh karena itu dalam terjemahan ini kami memberi sedikit catatan dalam pengantar atau catatan kaki agar mereka lebih memahami konteks sosial—bahwa Elizabeth bukan pelayan kasar, melainkan pendamping resmi yang statusnya ambigu antara sosial dan pekerja.
Selain itu, latar kota Rockledge, Lodge Northampton, kabut November—semua ini memberi warna suasana yang dingin dan murung. Kami memilih padanan kata yang menekankan suhu mental: “kabut kelabu yang merayap di antara pikiranku dan dunia luar”, agar pembaca merasakan batas nyata dan batin itu saling menekan.
Salah satu hal menarik dalam terjemahan ini adalah bagaimana menerjemahkan dialog batin dan keputusan emosional tanpa mengurangi berat dramanya. Elizabeth sering berbicara kepada dirinya sendiri, mempertanyakan pilihan, berjuang menahan keinginannya.
Agar dialog batin ini tak terdengar klise dalam bahasa Indonesia masa kini, kami memilih gaya yang agak klasik—kata “berharap“, “terlintas”, “merangka”, “patah hati”, bukan ungkapan modern seperti “galau” atau “curhat”.
Kami juga memutuskan untuk tidak menyisipkan kata “hantu” atau “mistis” jika dalam teks aslinya tidak jelas; kami memberi ruang bagi pembaca untuk merasakan apa yang Elizabeth rasakan—adakah roh cinta lama? Atau hanya kenangan yang berdenyut?
Dalam pengantar, kami menyarankan agar pembaca menganggap cerita ini sebagai “cinta yang membayangi” alih-alih kisah hantu biasa.
Mengapa Amy’s Lover pantas diterjemahkan? Karena cerita ini memperlihatkan sisi Marryat yang tidak sekadar berbicara lewat misteri metafisik, tetapi melalui keresahan batin seorang wanita yang merasakan ketidak-adilan status sosial dan cinta yang tak bisa diungkap.
Dalam konteks sastra Indonesia, kisah seperti ini bisa membuka ruang bagi pembaca kita untuk merenungi cinta tak terucap, pengorbanan psikologis, dan konflik sosial antara tugas dan kerinduan.
Semoga terjemahan ini tidak hanya menghadirkan teks ke dalam bahasa Indonesia, tetapi juga membangun jembatan emosional antara Elizabeth Lacy dan pembaca kita.
Semoga pembaca merasakan kabut batin Elizabeth, mendengar lirih doanya, dan memahami bahwa kadang cinta itu tak hanya tentang memiliki, tetapi tentang bertahan dalam kondisi sunyi dan harapan yang tersembunyi.
Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu
Login untuk memberikan vote dukungan
📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.