Naskah asli novel The Blood of the Vampire berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan lebih dari 50 tahun lalu dan penulisnya, Florence Marryat, telah wafat lebih dari 70 tahun lalu, sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Harriet duduk di tepi tempat tidur Olga, membiarkan tangan kecil itu menggenggam jarinya. “Kau manis sekali,” bisiknya, sementara mata anak itu menatapnya dengan kekaguman polos yang menghangatkan dada. Sejenak, Harriet merasa seperti bagian dari sesuatu yang indah—sebuah keluarga yang mungkin dapat ia miliki suatu hari nanti. Namun Margaret Pullen, yang mengamati dari ambang pintu, tidak melihat kehangatan itu. Ia melihat perubahan samar pada wajah putrinya: pucat, sedikit kelelahan, seolah-olah keceriaan Olga tersedot perlahan setiap kali Harriet berada di dekatnya.
Ketika Olga tertidur, Harriet menutup selimut anak itu dengan lembut. “Aku hanya ingin dia menyukaiku,” katanya pelan, hampir tidak terdengar.
Margaret membalas dengan senyum yang tidak sampai ke mata. “Tentu. Hanya saja… Olga anak yang sensitif.”
Harriet mengangguk, meski tidak memahami maksudnya. Di balik senyum itu, Margaret menyimpan ketakutan—ketakutan yang kelak akan menyebar dari satu ruang tamu ke ruang tamu lain, menjelma menjadi bisikan, lalu menjadi vonis.
Dan Harriet, yang hanya ingin diterima, tidak tahu bahwa sejak hari itu, dunia telah memutuskan siapa ia sebenarnya.
Daftar Isi
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!










Silakan login untuk meninggalkan komentar.