Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp92.650
Lihat di Shopee
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Rp51.750
Lihat di Shopee
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Rp63.750
Lihat di Shopee
The Picture of Dorian Gray - Oscar Wilde
The Picture of Dorian Gray - Oscar Wilde
Rp44.250
Lihat di Shopee
Sense and Sensibility - Jane Austen (Pastel Books)
Sense and Sensibility - Jane Austen (Pastel Books)
Rp49.500
Lihat di Shopee

Bab 1 – Surat Kaleng dari Bohemia

• A Scandal in Bohemia •

šŸ‘ļø 22 views

BAGI Sherlock Holmes, Irene Adler selalu jadi “perempuan spesial”. Aku jarang banget denger dia nyebut Irene pake sebutan lain kecuali “perempuan spesial itu”. Di matanya, Irene tuh bener-bener enggak ada bandingannya dan punya nilai lebih dibandingin perempuan-perempuan lain.

Bukan berarti Holmes terpesona, jatuh cinta, atau semacamnya ke Irene, ya. Segala macem emosi, apalagi cinta, bener-bener enggak cocok sama dia dengan pikiran dingin, presisi, dan seimbang yang jadi andalannya.

Holmes tuh kayak mesin penalaran dan observasi paling sempurna yang pernah ada dunia. Cuma kalo soal cinta, perkara asmara, dia bakal keliatan aneh banget.

Holmes hampir enggak pernah ngomongin soal perasaan, kecuali buat ngejek atau nyindir. Buat dia, emosi tuh cuma berguna buat ngeliat motif sama tindakan orang. Jadi kalo sampe emosi ngerusak pikirannya yang udah rapi, itu bakal bikin semua hasil pemikirannya diraguin. Kayak ada pasir di alat sensitif atau retak di lensa kameranya.

Tapi tetep aja, cuma ada satu perempuan spesial buat Holmes, dan perempuan itu adalah Irene Adler, yang udah pergi entah di mana dan norehin kenangan yang agak gimana gitu baginya.

Btw, aku udah jarang ketemu Holmes belakangan ini. Pernikahanku bikin kami jadi jarang ketemu. Kebahagiaanku dan urusan rumah tangga yang baru aja aku jalani bikin aku sibuk banget.

Sementara Holmes, yang benci banget sama kehidupan sosial, tetep tinggal di Jl. Baker. Selalu dikelilingi sama buku-buku lamanya, dan bolak-balik dibikin sibuk sama pipa cangklong dan kerjaan yang kayak enggak ada habisnya.

Dia tetep tertarik banget sama studi kasus kriminal, dan make kemampuan observasinya yang luar biasa buat nyelesein misteri-misteri yang udah dianggap enggak ada harapan sama polisi. Kadang-kadang aku denger kabar samar-samar soal apa yang dia lakuin: dipanggil ke Odessa buat nyelidikin kasus pembunuhan Trepoff, nyelesein tragedi aneh di Trincomalee, juga misi sukses buat keluarga kerajaan Belanda. Tapi selain itu, aku enggak tau banyak tentang temen lamaku ini.

Suatu malem—tepatnya tanggal 20 Maret 1888—aku baru aja pulang dari nengok pasien (aku udah balik lagi praktik sebagai dokter, btw), dan kebetulan ngelewatin Jl. Baker. Pas aku lewat depan pintu yang familiar banget buatku itu, yang selalu bikin aku inget masa-masa pacaran sama kasus “Study in Scarlet“, aku jadi pengen banget ketemu Holmes lagi dan liat gimana dia make kemampuan luar biasanya.

Ruangannya keliatan terang banget, dan pas aku ndongak ke atas, aku liat siluet tubuh tinggi kurusnya sliwar-sliwer dua kali di balik tirai. Dia lagi mondar-mandir cepet, kepalanya nunduk, tangan di belakang.

Buat aku yang udah tau semua kebiasaan dan suasana hatinya, itu artinya dia lagi kerja. Dia udah bangun dari mimpi-mimpi yang diciptain sama pipa cangklongnya, dan lagi asyik ngejar kasus baru. Aku pencet bel, dan dibolehin masuk ke kamar yang dulu separuhnya adalah ruanganku.

The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
Rp51.750
Lihat di Shopee
The Memoirs of Sherlock Holmes
The Memoirs of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Rp36.000
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Rp58.500
Lihat di Shopee
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
Rp36.750
Lihat di Shopee

Holmes enggak terlalu ramah—emang biasanya dia gitu—tapi kayaknya dia seneng liat aku. Hampir tanpa ngomong, dia ngasih aku kursi, ngasih kotak cerutunya, dan nunjukin tempat minuman di pojok. Dia tegak di depan perapian,dan ngeliat aku dengan cara introspektifnya yang khas.

“Kaliatannya pernikahan cocok banget sama kamu, Watson,” katanya. “Kayaknya berat badan kamu naik tiga setengah kilo sejak terakhir kita ketemu.”

“Cuma tiga kilo lebih dikit,” jawabku.

“Kayaknya lebih, deh. Cuma sedikit, Watson. Dan kamu lagi praktik lagi, ya? Kamu enggak bilang kalo kamu mau balik kerja.”

“Gimana kamu bisa tau?”

“Aku liat, aku amati. Aku juga tau kalo kamu baru aja kehujanan dan punya pembantu yang ceroboh.”

“Holmes, ini keterlaluan,” kataku. “Kamu pasti udah dibakar kalo hidup beberapa abad yang lalu. Emang bener aku jalan-jalan di desa Kamis kemarin dan balik ke rumah dalam keadaan berantakan, tapi karena aku udah ganti baju, aku enggak ngerti gimana caranya kamu bisa tau. Soal Mary Jane, dia emang bandel, dan istriku udah ngasih dia peringatan, tapi aku masih enggak ngerti gimana kamu bisa tau.”

Dia cekikikan dan gosok-gosok tangannya yang panjang.

“Sederhana aja,” katanya. “Aku liat di bagian dalem sepatu kirimu, pas di mana cahaya api nyorot, ada enam goresan hampir paralel. Jelas itu disebabin sama seseorang yang ceroboh banget ngikis pinggiran sol buat ngilangin lumpur yang nempel. Jadi, aku bisa ambil kesimpulan kalo kamu baru aja kehujanan dan punya pembantu yang ceroboh. Soal praktikmu, kalo ada orang masuk ke ruanganku bawa bau iodoform, sama ada noda hitam perak nitrat di jari kanannya, terus ada tonjolan di topinya yang nunjukin dia nyimpen stetoskop, aku pasti bakal bilang kalo dia adalah dokter.”

Aku enggak bisa nahan ketawa ngeliat gimana gampangnya dia jelasin proses pengamatannya.

“Pas aku denger kamu jelasin alasannya,” kataku, “semuanya keliatan sederhana banget sampe aku rasa aku juga bisa ngelakuin itu. Cuma setiap kali kamu bikin analisa, aku selalu bingung dan baru ngeh pas kamu jelasin semuanya. Padahal mata aku sama bagusnya kayak mata kamu.”

“Bener banget,” jawab Holmes, nyalain pipa cangklong dan duduk di kursi. “Kamu liat, tapi kamu enggak observasi. Bedanya jelas. Contohnya, kamu sering liat tangga yang dari hall naik ke ruangan ini, kan?”

“Sering banget.”

“Berapa kali?”

“Yah, mungkin ratusan kali.”

The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
Rp51.750
Lihat di Shopee
The Memoirs of Sherlock Holmes
The Memoirs of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Rp36.000
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Rp58.500
Lihat di Shopee
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
Rp36.750
Lihat di Shopee

“Terus, ada berapa anak tangga?”

“Berapa, ya? Aku enggak tau.”

“Nah, itu! Kamu enggak ngamatin. Padahal kamu udah bolak-balik liat. Itu poinnya. Aku tau ada tujuh belas anak tangga di situ, karena aku enggak cuma ngeliat tapi juga observasi. Ngomong-ngomong, karena kamu tertarik sama masalah-masalah kecil ini, dan karena kamu baik banget nulis beberapa pengalamanku, aku yakin kamu pasti tertarik sama yang satu ini.”

Dia ngasih selembar kertas tebal warna pink yang udah kebuka di meja. “Ini dikirim lewat pos,” katanya. “Bacain keras-keras.”

Suratnya enggak ada tanggal, tanda tangan, ataupun alamat.

“Ada yang bakal datengin kamu malem ini, jam 7.45,” kata surat itu, “seorang laki-laki yang mau konsultasi soal satu hal yang penting banget. Bantuanmu ke salah satu keluarga kerajaan Eropa udah nunjukin kalo kamu bisa dipercaya buat hal-hal penting kayak gini. Kami udah denger tentang kamu dari mana-mana. Jadi, tolong tunggu di kamarmu pas jam itu, dan jangan tersinggung kalo tamumu pake topeng.”

“Ini bener-bener misterius,” kataku. “Menurut kamu, ini artinya apa?”

“Aku belum punya data. Salah besar buat nebak-nebak sebelum punya data. Entar malah faktanya yang dipaksain biar cocok sama teori, bukan teori yang cocok sama fakta. Tapi soal suratnya, apa yang bisa kamu amati?”

Aku perhatiin tulisan dan kertasnya.

“Orang yang ngirim surat ini kayaknya orang kaya,” kataku, nyoba niru proses pengamatan Holmes. “Kertas kayak gini enggak bisa dibeli dengan harga kurang dari setengah crown per pak. Kertasnya kuat dan kaku banget, kertas mahal.”

Setengah crown yang dimaksud Watson kira-kira senilai Rp150.000-an di jaman sekarang. Sedangkan kertas surat eksklusif jaman itu biasanya dijual 24-25 lembar per pak. Jadi, selembarnya sekitar enam ribuan. Terhitung mahal untuk harga selembar kertas surat.

“Unik—itu kata yang tepat,” kata Holmes. “Ini bukan kertas buatan Inggris. Coba kamu deketin ke lampu.”

Aku ngangkat kertas itu, dan liat huruf kapital E dengan g kecil, P, dan G kapital sama t kecil yang kayak ditenun di permukaannya.

“Menurut kamu, itu tanda apa?” tanya Holmes.

“Nama yang bikin, kayaknya. Atau monogramnya.”

“Bukan. G dengan t kecil itu singkatan ‘Gesellschaft’, yang artinya ‘Perusahaan’ dalam bahasa Jerman. Ini singkatan biasa kayak ‘Co.’ di kita. P, tentu aja, artinya ‘Papier’. Nah, soal Eg, coba kita liat di buku gazetteer benua.”

Holmes ngambil buku cokelat tebel dari raknya. “Eglow, Eglonitz—nih, Egria. Ini di negara berbahasa Jerman—di Bohemia, enggak jauh dari Carlsbad. ‘Dikenal sebagai tempat kematian Wallenstein, dan punya banyak pabrik kaca dan kertas.’ Ha, ha, Bro, menurut kamu ini artinya apa?” Mata dia berbinar, terus dia ngeluarin asap rokok biru sebagai tanda kemenangan.

The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
Rp51.750
Lihat di Shopee
The Memoirs of Sherlock Holmes
The Memoirs of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Rp36.000
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Rp58.500
Lihat di Shopee
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
Rp36.750
Lihat di Shopee

“Kertas ini dibuat di Bohemia,” kataku.

“Bener banget. Dan orang yang nulis ini orang Jerman. Kamu perhatiin struktur kalimatnya yang aneh—’This account of you we have from all quarters received.‘ Orang Prancis atau Rusia enggak bakal nulis kayak gitu. Cuma orang Jerman yang enggak sopan sama kata kerja. Jadi, tinggal nyari tau apa yang dimauin sama orang Jerman ini, yang nulis di kertas produksi pabrik di Bohemia, dan lebih milih pake topeng ketimbang nunjukin mukanya. Dan, kalo aku enggak salah denger, dia udah dateng ke sini buat jawab semua rasa penasaran kita.”

Pas Holmes ngomong gitu, kedengeran suara derap kuda sama roda kereta yang berhenti di pinggir jalan, diikuti bunyi bel yang kenceng. Holmes bersiul.

“Dua kuda, kayaknya,” kata dia. “Iya,” lanjutnya, sambil ngeliat ke jendela. “Kereta kecil yang bagus dan dua kuda cantik. Masing-masing harganya 150 guinea. Ada duit gede di kasus ini, Watson.”

Well, 150 guinea di jaman itu tuh, duit yang banyak banget. Kalo di kita sekarang, kira-kira setara setengah miliar rupiah. Ini untuk ngasih gambaran kalo kuda yang dipake tamunya Holmes itu kualitas terbaik.

“Kayaknya aku musti pamit, Holmes.”

“Enggak usah, Dokter. Kamu tetep di sini aja. Aku bakal bingung sendiri tanpa Boswell-ku. Dan kasus ini kayaknya bakal menarik. Sayang kalo sampe kamu ngelewatin ini.”

“Tapi klienmu—”

“Enggak usah dipikirin. Aku mungkin bakal butuh bantuanmu, begitu juga dia. Nah, dia dateng. Duduk di kursi itu, Dokter, dan perhatiin baik-baik.”

Langkah berat dan lambat kedengeran di tangga dan lorong, berhenti tepat di depan pintu. Terus ada ketokan yang keras dan berwibawa di pintu.

“Masuk!” kata Holmes.

Akses Terjemahan Gratis

Kamu telah mencapai kuota maksimal bab untuk pembaca tamu (unregistered members). Daftar akun GRATIS untuk melanjutkan membaca sampai tamat.

1 bab gratis6 bab total
Daftar Sekarang

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

šŸ’– Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti A Scandal in Bohemia karya Arthur Conan Doyle ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria šŸ™

Lihat semua opsi kontribusi

Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Rp45.300
Lihat di Shopee
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Max Havelaar - Multatuli
Max Havelaar - Multatuli
Rp77.500
Lihat di Shopee
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Rp44.250
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp112.100
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Rp40.150
Lihat di Shopee

šŸ“ Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

Hamlet - William Shakespeare
Hamlet - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp92.650
Lihat di Shopee
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp59.250
Lihat di Shopee
Moby Dick - Herman Melville
Moby Dick - Herman Melville
Rp40.500
Lihat di Shopee
20 Thousand Leagues under the Sea - Jules Verne
20 Thousand Leagues under the Sea - Jules Verne
Rp79.000
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Rp75.650
Lihat di Shopee