Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Rp42.750
Lihat di Shopee
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Rp52.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp101.150
Lihat di Shopee
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Rp98.500
Lihat di Shopee
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik DH Lawrence
Kumpulan Cerpen Terbaik DH Lawrence
Rp104.250
Lihat di Shopee

Catatan Penutup: Cinta di Antara Gengsi dan Prasangka

• Pride and Prejudice •

👁️ 13 views

Kalau kamu sampai di halaman ini, berarti kamu udah sukses ngelewatin berbagai pertengkaran batin, saling sindir, saling ngeles, dan akhirnya… ya, akhirnya juga cinta, antara Lizzy Bennet sama Mr. Darcy. Cieee~ selamat!

Tapi, yuk sebentar kita rewind dan ngobrol santai soal apa sih yang sebenernya bikin Pride and Prejudice ini timeless banget—padahal ditulis udah dari tahun 1813. Jawabannya, percaya atau enggak, adalah: karena kita semua, di zaman mana pun, tetap manusia. Dan manusia itu ya penuh gengsi, suka nge-judge orang dari kesan pertama, keras kepala, denial, tapi… tetep pengin dicintai dan dimengerti. Ya, enggak?

Lizzy Bennet itu tokoh utama yang relatable banget. Cewek cerdas, punya mulut tajam tapi hati lembut, enggak gampang terpesona sama cowok tajir, dan berani bilang “no” ke pernikahan yang enggak bikin dia bahagia (meskipun tekanan keluarganya gila-gilaan). Sedangkan Mr. Darcy? Awalnya ngeselin—dingin, sombong, kaya banget, dan kayaknya menganggap orang lain enggak selevel. Tapi ternyata… di balik jas mahal dan ekspresi datar itu, dia cowok yang setia, enggak suka pamer, dan ternyata respect banget sama Lizzy.

Yang bikin cerita ini tetap bisa nyambung sama kita zaman sekarang adalah konflik-konfliknya yang “kita banget”:

  • Cinta tapi gengsi duluan
  • Salah paham gara-gara asumsi
  • Ngerasa diri paling bener
  • Takut buka hati gara-gara trauma atau harga diri

Kita sering bilang, “Ah, drama banget.” Tapi kenyataannya, hidup juga drama, kan?

Hal yang menarik dari novel ini adalah, hampir semua tokohnya berkembang. Lizzy yang awalnya benci banget sama Darcy karena denger-denger dari orang lain (halo, fitnah dan mispersepsi!), akhirnya mau mengakui kalo dia udah salah menilai. Darcy yang awalnya dingin dan penuh pride, perlahan mulai ngebuka diri dan bahkan ngebantuin keluarga Lizzy tanpa nyari muka. Semua tokoh dikasih ruang buat tumbuh dan belajar. Dan itu yang bikin cerita ini enggak cuma tentang cinta-cintaan, tapi juga tentang menjadi versi diri kita yang lebih baik.

Btw, di dunia Jane Austen, alias real life Inggris awal abad ke-19, cewek itu enggak punya banyak pilihan. Enggak kerja, enggak bisa punya harta sendiri, dan masa depan mereka mostly tergantung sama siapa yang mau nikahin mereka. Makanya Mrs. Bennet seambisius itu nyariin jodoh buat anak-anaknya. Mungkin kesannya lebay, tapi itu kenyataan sosial zaman itu. Dan Austen nulis semua itu dengan gaya satir—kayak sambil ngatain sistemnya, tapi dengan gaya elegan dan nyindir halus.

Jadi, bisa dibilang Pride and Prejudice ini novel feminis yang nyamar jadi rom-com. Lizzy bukan cewek pasrah yang nunggu dijodohin. Dia punya prinsip, berani bilang “enggak” kalau enggak cocok, dan enggak gampang jual harga diri cuma demi status sosial.

Dan ending-nya? Manis, tapi enggak utopis. Lizzy sama Darcy nikah bukan karena paksaan, bukan karena “ya udah deh, kita cocok”, tapi karena saling kenal dan saling kagum, setelah semua konflik terselesaikan. Mereka tumbuh—bareng-bareng.

So, terima kasih udah nemenin mereka berdua dalam perjalanan yang panjang tapi worth it ini. Kalau kamu habis baca novel ini terus ngerasa kayak, “Hmm… kayaknya aku musti ngasih second chance ke seseorang”, atau “Wah, ternyata aku sering juga nge-judge orang dari luar doang ya,”—berarti kamu udah dapet esensi novelnya.

Pride and Prejudice bukan sekadar cinta dua orang. Tapi soal belajar ngerti orang lain, ngelawan ego sendiri, dan tumbuh jadi manusia yang bisa lebih bijak. Dan itu, bro sis, enggak akan pernah basi bahkan sampai Dajjal datang.

Sampai jumpa di novel lain.

Beri Rating Novel Ini

Silakan login untuk memberi rating pada novel ini.

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti Pride and Prejudice karya Jane Austen ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Rp84.150
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Rp79.600
Lihat di Shopee
The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
Rp51.750
Lihat di Shopee
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Rp58.500
Lihat di Shopee
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Rp45.300
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Rp44.250
Lihat di Shopee
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Rp58.500
Lihat di Shopee
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
Rp36.750
Lihat di Shopee
Peter Pan - J. M. Barrie
Peter Pan - J. M. Barrie
Rp44.250
Lihat di Shopee
Macbeth - William Shakespeare
Macbeth - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Rp118.150
Lihat di Shopee

• Pride and Prejudice •