Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Lihat Buku
Rekomendasi
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Lihat Buku
Rekomendasi
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Lihat Buku
Rekomendasi
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku

Bab 3 – Jonathan Harker Tiba di Kastil Dracula

• Dracula •

👁️ 13 tayangan

CATATAN JONATHAN HARKER – LANJUTAN

5 Mei – Aku pasti ketiduran, karena kalau aku sadar sepenuhnya, pasti aku bakal ngeh kalo kami udah nyampe di tempat yang luar biasa begini. Di kegelapan, pelataran kastil keliatan luas banget. Ada beberapa jalan gelap yang nyambung dari situ lewat lengkungan-lengkungan besar, jadi mungkin keliatannya lebih gede dari sekarang aku liat. Aku belum sempet liat pas siang hari, sih.

Pas kereta kuda berhenti, kusirnya loncat turun dan ngulurin tangan buat bantu aku turun. Sekali lagi aku enggak bisa enggak nyadarin betapa kuatnya tenaga dia. Tangannya beneran kayak besi yang bisa remukin tanganku kalau dia mau!

Terus dia ngambil koper-koperku dan naruh semuanya di tanah di sebelahku, sementara aku tegak di deket pintu besar yang tua dan dipenuhi paku besi gede, dipasang di bingkai pintu batu yang tebel banget. Bahkan di bawah cahaya remang-remang, aku bisa liat batu itu diukir dengan detail, tapi ukirannya udah aus banget dimakan waktu dan cuaca.

Pas aku masih berdiri di situ, si kusir loncat lagi ke kursinya dan kibas-kibasin tali kekang; kuda-kudanya langsung jalan, dan kereta itu lenyap masuk ke salah satu lorong gelap.

Aku cuma bisa diem di tempat, karena enggak tau musti ngapain. Enggak ada bel atau ketokan pintu; lewat tembok-tembok serem dan jendela-jendela gelap ini, kecil kemungkinan suaraku bakal kedengeran misalkan aku teriak manggil-manggil. Terpaksa nunggu, tapi kayak enggak ada habisnya, dan rasa ragu sama takut mulai nyerbu pikiranku.

Tempat macam apa ini? Dengan orang-orang macam apa aku berada? Petualangan serem macam apa yang udah aku mulai ini? Apa ini hal biasa buat staf pengacara yang dikirim buat jelasin pembelian properti di London ke seorang asing di luar negeri?

“Staf pengacara!” Mina pasti enggak suka denger istilah itu. “Pengacara” – soalnya tepat sebelum berangkat dari London, aku dapet kabar kalo aku lulus ujian; dan sekarang aku udah resmi jadi pengacara!

Rekomendasi
Winnetou 4 - Karl May
Winnetou 4 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
The Golden Road - L. M. Montgomery
The Golden Road - L. M. Montgomery
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Lihat Buku

Aku mulai gosok-gosok mata dan cubit diri sendiri buat mastiin aku enggak lagi bermimpi. Semuanya terasa kayak mimpi buruk, dan aku ngarep banget tiba-tiba kebangun di rumah, liat cahaya pagi nyelinap lewat jendela, kayak yang kadang aku rasain pas bangun tidur setelah kerja keras.

Cuma cubitan itu kerasa sakit, dan mataku enggak bohong. Aku beneran sadar dan lagi ada di tengah Carpathians. Yang bisa aku lakuin sekarang cuma sabar dan nunggu pagi tiba.

Pas baru aja mikir gitu, tiba-tiba aku denger langkah berat mendekat di balik pintu gede, dan liat cahaya nyelinap lewat celah-celah. Terus ada suara rantai berderak dan grendel besar yang dibuka. Kunci diputer dengan suara berderit kayak udah lama enggak dipake, dan pintu gede itu kebuka.

Di dalam, ada orang tua tinggi banget, mukanya bersih dari apapun kecuali kumis putih panjang, dan pake baju serba hitam dari ujung kepala sampe ujung kaki, tanpa sedikit pun warna lain di mana pun. Di tangannya dia pegang lampu perak antik, apinya nyala tanpa penutup, bikin bayangan-bayangan panjang yang goyang-goyang waktu apinya kedip-kedip kena angin dari pintu yang kebuka.

Orang tua itu ngasih isyarat supaya aku masuk pake tangan kanannya dengan gerakan yang anggun, ngomong pake bahasa Inggris sempurna tapi dengan logat aneh:

“Selamat datang di rumahku! Masuk saja, silakan!”

Dia enggak jalan maju buat nyamperin aku, cuma berdiri kaku kayak patung, seolah-olah gerakan penyambutannya udah ngubah dia jadi patung batu. Tapi pas aku ngelewatin ambang pintu, dia tiba-tiba bergerak cepat dan genggam tanganku kuat banget sampe aku pengin nangis rasanya. Makin parah lagi karena tangannya dingin banget kayak es – lebih mirip tangan mayat daripada orang hidup.

Dia ngomong lagi: “Selamat datang di rumahku. Masuk saja. Pulangnya aman; dan tinggalkanlah sedikit kebahagiaan yang kamu bawa!”

Genggamannya mirip banget sama si kusir tadi (yang mukanya enggak kuliat), sampe sesaat aku mikir apa ini orang yang sama; biar yakin, aku nanya: “Count Dracula?”

Rekomendasi
Winnetou 4 - Karl May
Winnetou 4 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
The Golden Road - L. M. Montgomery
The Golden Road - L. M. Montgomery
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Lihat Buku

Dia ngangguk sopan, sambil jawab: “Aku Dracula; dan aku menyambutmu, Tuan Harker, di rumahku. Masuklah; udara malam sangat dingin, dan kamu pasti butuh makan sama istirahat.”

Sambil ngomong, dia naruh lampu di dinding, terus ngambil koperku – aku enggak sempet nolak. Aku protes karena segan, tapi dia maksa: “Jangan, Tuan, kamu tamuku. Sudah larut, dan pelayanku sedang tidak ada. Biar aku yang urus kamu.”

Dia maksa banget bawa koperku lewat koridor panjang, terus naik tangga putar yang gede, terus koridor besar lain, di mana langkah kami bergema di lantai batu. Di ujung koridor dia buka pintu berat, dan aku seneng banget liat ruangan terang dengan meja makan yang udah siap, plus perapian gede yang apinya baru ditambahin kayu, berkobar terang.

Count Dracula berhenti, naruh tas-tasku, nutup pintu, terus buka pintu lain yang nyambung ke ruangan segi delapan kecil cuma pake satu lampu, dan kayaknya enggak ada jendelanya sama sekali. Lewat ruangan ini, dia buka pintu lain lagi, dan nyuruh aku masuk.

Pemandangan yang nyenengin; kamar tidur gede yang terang dan anget karena ada perapian – juga baru ditambahin kayunya – yang bunyinya bergemuruh di cerobong besar.

Count Dracula naruh barang-barangku di dalem kamar, terus pas mau pergi dia bilang gini sebelum nutup pintu: “Setelah menempuh perjalanan jauh, kamu butuh bersih-bersih. Semoga semua yang kamu butuhkan sudah disiapkan. Kalau sudah selesai, makan malam sudah siap di ruangan tadi.”

Cahaya, kehangatan, dan sambutan Count Dracula yang sopan seolah-olah bikin semua keraguan dan ketakutan yang aku rasain hilang entah ke mana. Pas udah ngerasa normal lagi, aku sadar kalo aku laper banget; jadi setelah cepet-cepat bersih-bersih badan, aku pergi ke ruangan makan.

Makan malem udah siap di meja. Tuan rumah, yang berdiri di samping perapian sambil nyender di batu, ngasih isyarat elegan ke meja sambil bilang: “Silakan duduk dan makan yang enak. Maaf, aku tidak bisa ikut makan; soalnya aku sudah makan, dan aku tidak terbiasa makan malam.”

Rekomendasi
Winnetou 4 - Karl May
Winnetou 4 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
The Golden Road - L. M. Montgomery
The Golden Road - L. M. Montgomery
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Lihat Buku

Aku sodorin sepucuk surat ke dia. Titipan dari Mr. Hawkins. Dia buka surat itu dan baca isinya dengan serius; terus sambil senyum manis, dia kasih surat itu ke aku buat aku baca. Seenggaknya ada satu bagian yang bikin aku seneng:

“Aku sangat menyesal serangan encok yang sudah lama aku derita membuatku tidak bisa bepergian dalam waktu dekat; tapi aku mengirim seorang pengganti yang bisa dipercaya. Dia pemuda penuh energi dan berbakat, sangat setia, bijaksana, dan pendiam. Dia sudah lama membantuku. Dia akan siap membantumu selama di sana dan akan ikuti semua instruksimu.”

Count Dracula sendiri yang buka-tutup piring, dan aku langsung ngelahap ayam panggang yang enak banget. Ditambah keju, salad, dan anggur Tokay tua (aku minum dua gelas), itulah makan malemku. Sambil makan, Count Dracula nanya-nanya tentang perjalanan aku, dan pelan-pelan aku ceritain semua yang udah terjadi.

Pas aku udah selesai makan, seperti yang diminta tuan rumah, aku duduk di deket perapian sambil ngerokok cerutu yang dikasih Count Dracula- dia sendiri malah enggak ikut ngerokok. Sekarang aku bisa ngeliat dia lebih jelas, dan mukanya bener-bener unik.

Mukanya tajam banget kayak elang, dengan hidung tipis yang tinggi dan lubang hidung melengkung aneh. Dahinya tinggi dan agak menonjol, rambutnya tipis di sekitar pelipis tapi tebal di bagian lain. Alisnya tebel banget sampe hampir nyambung di atas hidung, dan bulunya keriting-keriting gitu.

Mulutnya (sejauh yang bisa kulihat di bawah kumis tebel dia) keliatan kaku dan agak sadis, dengan gigi putih tajam yang rada nyembul. Bibirnya merah banget buat orang seusianya. Menurutku ini aneh.

Terus kupingnya pucet dan ujungnya runcing banget. Dagu lebar dan kuat, pipinya keras meski kurus. Pokoknya mukanya pucet banget.

Sebelumnya aku cuma liat punggung tangannya yang keliatan putih dan halus di bawah cahaya api. Tapi dari deket begini, tangannya ternyata kasar – lebar dengan jari-jari pendek.

Rekomendasi
Winnetou 4 - Karl May
Winnetou 4 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
The Golden Road - L. M. Montgomery
The Golden Road - L. M. Montgomery
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Lihat Buku

Anehnya, ada bulu di tengah telapak tangannya! Kukunya panjang dan halus, dipotong meruncing.

Pas dia nyender dan nyentuh aku, aku enggak bisa enggak merinding. Mungkin karena napasnya bau, tiba-tiba aku ngerasa mau muntah, dan bener-bener enggak bisa nyembunyiin itu.

Count Dracula pasti ngeh, soalnya dia langsung mundur sambil senyum nunjukkin giginya yang aneh itu, terus balik ke kursinya di seberang perapian.

Kami saling diem-dieman sebentar. Aku noleh ke jendela dan ngeliat cahaya pertama fajar. Semua sepi banget, tapi kemudian aku denger lolongan serigala dari lembah bawah. Mata Count Dracula langsung berbinar.

“Kamu dengar itu? Anak-anak malam sedang bernyanyi,” katanya. Mungkin liat ekspresi aku, dia nambahin, “Ah, temanku, kalian orang kota tidak bakal bisa mengerti perasaan pemburu seperti kami.”

Terus dia berdiri. “Kamu pasti capek. Kamar tidurmu sudah siap, tidur saja sampai kamu puas dan bangun sendiri. Aku akan pergi sampai sore. Selamat tidur dan mimpi indah!”

Dengan anggukan sopan, dia sendiri yang bukain pintu ke ruangan segi delapan, dan aku masuk ke kamar tidur…

Aku sekarang kayak tenggelam di lautan keajaiban. Aku ragu. Aku takut. Aku mikirin hal-hal aneh yang enggak berani aku akui ke diriku sendiri.

Ya Tuhan, lindungilah aku… demi orang-orang yang kusayang!

Dracula Bab 3 / 6
Dracula
Sisa 3 bab lagi yang bisa kamu baca tanpa membuat akun KlikNovel.
Progres Zona Bebas: 50%

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel klasik seperti Dracula.

Rekomendasi
Lassie Come Home - Eric Knight
Lassie Come Home - Eric Knight
Lihat Buku
Rekomendasi
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Lihat Buku
Rekomendasi
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
Lihat Buku
Rekomendasi
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Lihat Buku

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Rekomendasi
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
Lihat Buku
Rekomendasi
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
The Age of Innocence - Edith Wharton
The Age of Innocence - Edith Wharton
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Lihat Buku
×
×