Namaku Alam - Leila S. Chudori
Namaku Alam - Leila S. Chudori
Rp108.000
Lihat di Shopee
Pulang - Leila S. Chudori
Pulang - Leila S. Chudori
Rp117.000
Lihat di Shopee
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Peter Pan - J. M. Barrie
Peter Pan - J. M. Barrie
Rp44.250
Lihat di Shopee
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
Rp36.750
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik DH Lawrence
Kumpulan Cerpen Terbaik DH Lawrence
Rp104.250
Lihat di Shopee

Mengapa Aku Menulis The Yellow Wallpaper?

• The Yellow Wallpaper •

👁️ 7 views

BANYAK, sungguh banyak pembaca yang bertanya hal yang sama. Saat ceritanya pertama kali terbit di New England Magazine sekitar tahun 1891, seorang dokter dari Boston menulis protes di koran The Transcript. Katanya, cerita semacam ini seharusnya tidak pernah ditulis. “Itu cukup membuat orang waras pun jadi gila hanya karena membacanya,” katanya penuh keyakinan.

Namun dari Kansas—kalau tidak salah ingat—seorang dokter lain justru mengirim surat, menyebut cerita itu sebagai penggambaran paling akurat tentang kegilaan yang mulai tumbuh yang pernah ia baca. Dan dengan sopan, tapi jujur, ia bertanya: “Apakah Anda pernah mengalaminya sendiri?”

Nah, begini cerita di balik cerita itu.

Selama bertahun-tahun, aku menderita gangguan saraf yang berat dan terus-menerus. Perlahan mengarah pada depresi mendalam—dan mungkin lebih dari itu. Pada tahun ketiga masa sulit itu, aku memutuskan mencari pertolongan. Dengan iman yang naif dan harapan yang nyaris padam, aku mendatangi seorang spesialis saraf ternama, konon yang terbaik di negeri ini.

Lelaki bijak itu menyuruhku berbaring di ranjang, menjalani rest cure yang sedang populer. Tubuhku yang kala itu masih cukup sehat merespons dengan cepat, hingga sang dokter menyimpulkan bahwa aku tak mengalami masalah serius. Ia pun mengirimku pulang, lengkap dengan petuah agung: “Hiduplah senormal dan senina mungkin,” katanya. “Batasi kegiatan intelektual hanya dua jam sehari. Dan jangan—sekali lagi, jangan—menyentuh pena, kuas, atau pensil seumur hidupmu.”

Itu terjadi pada tahun 1887.

Aku pulang dan menurut. Selama hampir tiga bulan aku hidup sesuai perintah itu, hingga aku nyaris sampai ke ambang jurang kehancuran jiwa. Bahkan aku bisa melihat langsung apa yang ada di seberangnya.

Untungnya, dengan sisa akal sehat yang belum sepenuhnya padam, dan dibantu seorang sahabat yang bijak, aku pun membuang petuah sang dokter ke angin. Aku mulai bekerja kembali—bekerja, sebagaimana mestinya kehidupan manusia. Bekerja yang membawa sukacita, pertumbuhan, dan makna. Tanpa itu, kita hanya menjadi benalu, pengemis di kehidupan sendiri. Dan lewat kerja itu, perlahan aku mulai pulih.

Dengan rasa syukur yang mendalam atas selamatnya aku dari kehancuran, kutulis The Yellow Wallpaper—dengan bumbu dan tambahan imajinasi. (Aku sendiri, jujur saja, tak pernah mengalami halusinasi atau membenci motif kertas dinding.) Lalu kukirim satu salinan cerita itu kepada dokter yang nyaris membuatku gila.

Ia tak pernah membalasnya.

Kini, buku kecil itu dihargai oleh para psikiater sebagai contoh sastra yang menggambarkan satu sisi kegilaan dengan jernih. Aku tahu setidaknya ada satu perempuan yang berhasil diselamatkan karenanya—keluarganya begitu ketakutan membaca cerita itu, hingga mereka mengizinkannya kembali ke aktivitas normal. Ia pun sembuh.

Tapi hasil terbaiknya datang bertahun-tahun kemudian. Seseorang memberitahuku bahwa sang dokter—ya, spesialis hebat itu—diam-diam mengakui pada rekan-rekannya bahwa ia telah mengubah metode pengobatannya setelah membaca The Yellow Wallpaper.

Tujuanku bukan membuat orang gila, tapi justru mencegah agar orang tak menjadi gila. Dan ternyata, ceritanya berhasil.

Catatan: Penjelasan ini ditulis sendiri oleh Charlotte Perkins Gilman dan pertama kali dipublikasikan di The Forerunner edisi Oktober 1913.

Beri Rating Novel Ini

Silakan login untuk memberi rating pada novel ini.

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti The Yellow Wallpaper karya Charlotte Perkins Gilman ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
Rp36.750
Lihat di Shopee
Sense and Sensibility - Jane Austen (Shandi Publisher)
Sense and Sensibility - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp108.300
Lihat di Shopee
Sense and Sensibility - Jane Austen (Pastel Books)
Sense and Sensibility - Jane Austen (Pastel Books)
Rp49.500
Lihat di Shopee
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Rp98.500
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Rp118.150
Lihat di Shopee
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Rp42.400
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

The Picture of Dorian Gray - Oscar Wilde
The Picture of Dorian Gray - Oscar Wilde
Rp44.250
Lihat di Shopee
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Rp84.150
Lihat di Shopee
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Rp69.000
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Rp118.150
Lihat di Shopee
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp112.100
Lihat di Shopee