Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Gramedia)
Northanger Abbey - Jane Austen (Gramedia)
Lihat Buku
Rekomendasi
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Lihat Buku

Bagian 2 — Kertas Dinding Berwarna Kuning

• The Yellow Wallpaper •

👁️ 13 tayangan

SUDAH dua minggu kami di sini, dan aku belum merasa cukup kuat untuk menulis sejak hari pertama.

Sekarang aku duduk di dekat jendela, di kamar loteng yang mengerikan ini, dan tak ada yang menghalangiku untuk menulis sebanyak yang kuinginkan—kecuali kekuatanku sendiri yang tak seberapa.

John pergi sepanjang hari, bahkan kadang malam-malam juga, kalau pasiennya butuh.

Aku bersyukur kasusku tidak separah itu!

Tapi masalah saraf ini… sangat menguras jiwa.

John tak tahu seberapa besar penderitaanku sebenarnya. Ia hanya tahu bahwa tak ada alasan logis untukku menderita, dan itu sudah cukup baginya.

Tentu, ini hanya masalah “saraf.” Tapi rasanya berat sekali, perasaan bersalah karena tak bisa berbuat banyak!

Aku tadinya ingin menjadi penopang John, menjadi sumber ketenangan dan dukungan, tapi nyatanya aku malah jadi beban.

Tak akan ada yang percaya betapa besar usahaku hanya untuk melakukan hal-hal kecil—berpakaian, menjamu tamu, atau sekadar mengatur rumah.

Untung Mary begitu telaten merawat bayi. Bayi kami sangat manis!

Tapi aku tak bisa dekat-dekat dengannya, karena itu malah membuatku makin gelisah.

Aku rasa John tak pernah merasa gugup seumur hidupnya. Ia menertawaiku soal kertas dinding ini!

Awalnya ia memang berniat mengganti kertas dinding itu, tapi kemudian ia berkata bahwa aku membiarkan pikiranku dikendalikan oleh khayalan, dan itu sangat buruk bagi pasien saraf.

Katanya, kalau kertas itu diganti, nanti aku akan keberatan dengan ranjangnya, lalu dengan jeruji jendela, lalu gerbang di ujung tangga, dan seterusnya.

“Kau tahu tempat ini baik untukmu,” katanya. “Dan, Sayang, aku tidak ingin merenovasi rumah hanya untuk sewa tiga bulan.”

“Kalau begitu, ayo kita turun ke bawah,” kataku. “Ada begitu banyak ruangan cantik di sana.”

Ia langsung merengkuhku dan memanggilku si bodoh kecil yang manis, lalu berkata, kalau aku mau, ia bahkan bersedia turun ke ruang bawah tanah dan mengecatnya putih sekalian.

Yah, dia memang benar soal tempat tidur, jendela, dan segala perabotannya. Ini sebenarnya kamar yang cukup lapang dan nyaman—cukup untuk siapa pun yang menginginkan ketenangan. Tentu saja, aku takkan sebodoh itu sampai membuatnya tak nyaman hanya demi keinginan sesaat.

Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Kumpulan Cerpen Terbaik Leo Tolstoy
Kumpulan Cerpen Terbaik Leo Tolstoy
Lihat Buku
Rekomendasi
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
Lihat Buku
Rekomendasi
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku

Lama-lama, aku malah mulai menyukai kamar ini… kecuali si kertas dinding berwarna kuning itu.

Dari satu jendela, aku bisa melihat taman—lorong-lorong kecil yang sejuk dan misterius, bunga-bunga liar yang tumbuh semaunya, semak-semak tua, dan pepohonan yang bengkok seperti kisah dongeng.

Dari jendela lain, tampak teluk kecil dan dermaga pribadi milik rumah ini. Ada jalan setapak yang teduh menuju ke sana, menurun dari rumah. Kadang-kadang aku membayangkan ada orang yang berjalan di antara lorong dan semak itu—tapi John sudah mewanti-wanti agar aku tidak membiarkan imajinasiku berkeliaran.

Katanya, dengan daya khayalku yang berlebihan dan kebiasaan membuat cerita, penyakit sarafku ini bisa membawaku ke segala macam halusinasi. Aku harus belajar mengendalikannya, menggunakan akal sehat. Jadi, aku berusaha.

Kadang aku berpikir, kalau saja aku cukup sehat untuk menulis sedikit, mungkin pikiranku akan lebih ringan. Tapi setiap kali mencoba, tubuhku langsung lelah tak keruan.

Rasanya sungguh menyedihkan, tidak punya siapa pun yang bisa kuajak berdiskusi atau berbagi soal pekerjaanku. John bilang, kalau aku sudah sembuh betul nanti, kami akan mengundang sepupuku, Henry dan Julia, untuk tinggal agak lama.

Tapi sekarang? Ia bilang, membiarkan orang-orang seheboh mereka datang ke sini sama saja dengan menyembunyikan kembang api di bawah bantal tidurku.

Aku ingin sembuh lebih cepat.

Tapi aku tidak boleh terlalu banyak memikirkannya. Kertas dinding ini… seolah-olah tahu betul betapa jahat pengaruh yang ia bawa!

Ada satu pola yang terus berulang—seperti leher patah yang terkulai dan dua bola mata besar menatap terbalik ke arahmu. Aku sampai marah betul dibuatnya—sombong dan menjengkelkan, merayap ke segala arah tanpa henti. Dan mata-mata aneh itu… mereka ada di mana-mana, tak berkedip.

Di satu bagian, dua helai kertas dindingnya tidak menyatu dengan rapi, dan barisan mata itu menjalar naik turun, satu lebih tinggi dari yang lain. Aku belum pernah melihat benda mati menampakkan ekspresi sedemikian hidupnya.

Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Kumpulan Cerpen Terbaik Leo Tolstoy
Kumpulan Cerpen Terbaik Leo Tolstoy
Lihat Buku
Rekomendasi
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
Lihat Buku
Rekomendasi
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku

Padahal kita semua tahu, betapa benda-benda mati bisa terlihat ‘berjiwa’ di mata seorang anak kecil.

Dulu, saat masih kecil, aku bisa menghabiskan malam dalam ketegangan dan kegembiraan hanya dengan menatap dinding kosong atau perabot sederhana. Aku masih ingat bagaimana kenop lemari tua kami seperti berkedip ramah, dan ada satu kursi yang selalu tampak seperti teman yang gagah dan bisa diandalkan. Kalau benda-benda lain terlihat menyeramkan, aku tahu aku bisa meloncat ke kursi itu dan merasa aman.

Perabotan di kamar ini sebenarnya tidak seburuk itu, hanya saja tampak tidak serasi. Kami harus mengangkut semuanya dari bawah, karena dulu kamar ini dipakai sebagai ruang bermain anak, jadi semua perlengkapan bayi sudah dikeluarkan. Dan memang pantas—aku belum pernah melihat ruangan sedemikian rusak akibat ulah anak-anak.

Seperti yang kubilang, kertas dindingnya sobek-sobek di sana sini, dan menempel lebih lengket daripada saudara kandung—mereka pasti gigih dan membenci kertas ini dengan sepenuh hati.

Lantainya tergores, penuh lubang, bahkan kayunya mencuat dan pecah-pecah. Plester dindingnya dicongkel di beberapa tempat. Dan ranjang besar yang berat ini—satu-satunya benda yang tersisa di ruangan—tampak seperti habis bertempur.

Tapi aku tidak keberatan. Yang menggangguku hanya… si kertas dinding berwarna kuning.

The Yellow Wallpaper Bab 2 / 9
The Yellow Wallpaper
Sisa 1 bab lagi yang bisa kamu baca tanpa membuat akun KlikNovel.
Progres Zona Bebas: 67%

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel klasik seperti The Yellow Wallpaper.

Rekomendasi
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Lihat Buku
Rekomendasi
Gulliver\'s Travel -
Gulliver\'s Travel -
Lihat Buku
Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen
Northanger Abbey - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
The Old Man and the Sea - Ernest Hemingway
Lihat Buku
Rekomendasi
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
Lihat Buku

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Moby Dick - Herman Melville
Moby Dick - Herman Melville
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Lihat Buku
Rekomendasi
Sense and Sensibility - Jane Austen (Pastel Books)
Sense and Sensibility - Jane Austen (Pastel Books)
Lihat Buku
Rekomendasi
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Lihat Buku
×
×