Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Lihat Buku
Rekomendasi
Mademoiselle Fifi - Guy de Maupassant
Mademoiselle Fifi - Guy de Maupassant
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Lihat Buku
Rekomendasi
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Lihat Buku

Bagian 3 — Miss Harriet nan Misterius

• Miss Harriet •

👁️ 7 tayangan

SETELAH hari ketiga, aku berhenti memikirkan perempuan itu—meski, harus kuakui, ia sempat mengusik pikiranku. Tapi pada akhirnya, aku tak tahu lebih banyak tentangnya dibandingkan Madame Lecacheur sendiri.

Namanya, rupanya, adalah Miss Harriet. Enam bulan sebelumnya, ia datang ke Benouville, mencari desa terpencil untuk melewatkan musim panas, dan sejak itu seolah tak berniat pergi lagi.

Ia nyaris tak pernah bicara di meja makan, menyantap makanannya cepat-cepat sambil membaca buku kecil—semacam risalah tentang misi Protestan. Buku itu ia bawa ke mana-mana, dan dibagikan kepada siapa saja yang bersedia menerima. Bahkan pastor desa mendapat empat eksemplar, dikirim lewat bocah kecil yang dibayarnya 2 sou sebagai komisi.

Kadang, tanpa aba-aba, ia berkata pada Madame Lecacheur dengan nada nyaris seperti pewahyuan:

“Aku mencintai Sang Juru Selamat lebih dari segalanya. Aku menyembah-Nya dalam seluruh ciptaan. Aku memuja-Nya dalam alam semesta. Aku selalu membawa-Nya di dalam hatiku.”

Dan setelahnya, ia akan menyodorkan salah satu bukunya—seolah ingin menyelamatkan dunia dengan selebaran tipis dan iman yang tak tergoyahkan.

Namun di desa, ia tidak disukai. Si guru sekolah bahkan menyebutnya ateis dan mengatakan bahwa keberadaannya seolah membawa aib.

Ketika Madame Lecacheur bertanya pada pastor, jawabannya diplomatis, agak menyindir: “Dia penganut bidat. Tapi Tuhan tidak menginginkan kematian si pendosa. Saya kira moralnya bersih.”

Kata-kata seperti “ateis” dan “bidat” itu—istilah yang bahkan tak seorang pun benar-benar tahu artinya—cukup untuk menanamkan curiga dalam benak warga desa.

Katanya, perempuan Inggris itu kaya. Konon ia telah mengelilingi dunia karena keluarganya mengusirnya. Dan kenapa ia diusir? Mungkin karena sikapnya yang terlalu lancang terhadap agama—atau mungkin hanya karena ia menjadi dirinya sendiri.

Ia tipe perempuan tua yang keras kepala dan berprinsip, model puritan kolot yang sering diproduksi oleh Inggris seperti barang ekspor. Sosok-sosok baik hati tapi tak tertahankan, yang menyusup ke setiap penginapan murah di Eropa, yang merusak Italia, meracuni Swiss, dan membuat kota-kota indah di tepi Laut Tengah tak lagi nyaman dihuni.

Rekomendasi
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Lihat Buku
Rekomendasi
The Golden Road - L. M. Montgomery
The Golden Road - L. M. Montgomery
Lihat Buku
Rekomendasi
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku

Mereka membawa serta kebiasaan aneh, etika usang layaknya biarawati batu, pakaian yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, dan aroma aneh mirip karet panas—membuatmu membayangkan bahwa tiap malam mereka masuk ke dalam kantong karet kedap udara.

Biasanya, saat bertemu jenis manusia seperti itu di hotel, aku akan bereaksi seperti burung melihat orang-orangan di ladang. Tapi yang satu ini… entah kenapa, keanehannya justru membuatku tertarik.

Madame Lecacheur—dengan insting pedesaan yang curiga terhadap segala hal yang asing—secara naluriah membenci semua “kegembiraan spiritual” Miss Harriet. Ia menciptakan istilah sendiri untuk menyebut perempuan itu.

Aku tak tahu bagaimana Madame Lecacheur menemukannya—mungkin lahir dari kekacauan batin atau kejengkelan yang telah menumpuk. Tapi istilah itu muncul begitu saja dari bibirnya: “Perempuan itu kerasukan setan.”

Diucapkan oleh seseorang sekeras Madame Lecacheur, kalimat itu terdengar lucu tak tertahankan. Sejak itu aku tak pernah memanggilnya dengan nama lain selain si kerasukan. Dan entah kenapa, ada kenikmatan tersendiri saat menyebutnya demikian, terutama saat ia lewat di depanku.

Aku biasa bertanya pada Madame Lecacheur dengan nada main-main: “Nah, apa kabar si kerasukan hari ini?”

Dan ia akan menjawab sambil mengerutkan dahi seolah tengah dilukai moralnya: “Monsieur tahu apa yang dilakukannya tadi? Ia menemukan seekor kodok pincang—kakinya remuk! Lalu ia membawanya ke kamar, meletakkannya di baskom cuci, dan mendandani binatang itu seperti manusia! Kalau itu bukan penistaan, saya tak tahu lagi apa namanya!”

Pernah juga, saat berjalan di tepi tebing, Miss Harriet membeli ikan segar dari nelayan, lalu—alih-alih memakannya—ia melemparkan ikan itu kembali ke laut.

Nelayan yang menjualnya, meski dibayar dengan harga baik, benar-benar murka. Bahkan mungkin lebih murka dibanding jika perempuan itu merogoh sakunya dan mencuri uangnya langsung. Selama sebulan penuh, nelayan itu tak henti-hentinya mengutuk peristiwa itu setiap kali menyebutkannya.

Ya, benar—Miss Harriet memang kerasukan, dan mungkin Madame Lecacheur memang mendapat ilham jenius saat memberi julukan itu.

Rekomendasi
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Lihat Buku
Rekomendasi
The Golden Road - L. M. Montgomery
The Golden Road - L. M. Montgomery
Lihat Buku
Rekomendasi
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #2 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku

Anak kandang yang biasa dipanggil Sapeur—karena dulu pernah bertugas di Afrika—punya kebencian sendiri. Dengan gaya nakal, ia berkata: “Dia itu penyihir tua yang hidup kelewat batas.”

Kalau saja Miss Harriet tahu…

Si kecil Céleste, pelayan yang manis dan lembut, juga tak suka melayani Miss Harriet, meski alasannya tak pernah jelas. Mungkin karena perempuan itu asing—berbeda ras, bahasa, dan keyakinan. Bagi mereka semua, Miss Harriet adalah orang luar. Dan, ya, tentu saja… ia adalah si kerasukan.

Miss Harriet menghabiskan hari-harinya dengan berjalan menyusuri alam, mencari dan menyembah Tuhan dalam bentuk pohon, langit, dan angin.

Pernah suatu sore, aku menemukan dia berlutut di balik semak. Kupikir ada sesuatu berwarna merah di sana, jadi kusibak daunnya—dan ia langsung berdiri, gugup. Matanya menatapku tajam, liar, seperti kucing hutan yang ketahuan berburu di siang bolong.

Kadang saat aku melukis di antara bebatuan, aku mendapati sosoknya berdiri jauh di tepi Falaise—tegak, seperti tiang isyarat. Ia menatap laut yang gemerlap diterpa matahari, atau langit luas yang bersemu ungu menyala.

Kadang pula kulihat ia berjalan cepat di ujung jalan setapak, langkahnya mantap seperti umumnya perempuan Inggris. Dan entah mengapa, aku tergerak mendekat, hanya untuk melihat wajahnya yang kering dan pucat itu bersinar, seolah diterangi oleh kebahagiaan dalam yang tak bisa dijelaskan.

Tak jarang aku menemukan dia duduk sendirian di sudut ladang, di bawah bayang pohon apel, dengan Alkitab mungil terbuka di pangkuan. Pandangannya jauh, menembus cakrawala yang tak terlihat.

Dan aku? Aku tak bisa pergi dari tanah desa itu. Aku terikat olehnya—oleh ladang-ladang lembut yang bergelombang, oleh udara bersih dan tanah hijau yang begitu hidup. Aku merasa seperti keluar dari dunia, dan masuk ke tempat yang lebih nyata, lebih dekat dengan akar-akar kehidupan.

Tapi harus kuakui—bukan hanya alam yang menahanku di rumah Madame Lecacheur. Ada rasa ingin tahu yang tak biasa.

Aku ingin mengenal lebih jauh sosok aneh bernama Miss Harriet itu. Aku ingin tahu… apa yang sebenarnya terjadi di dalam jiwa sunyi perempuan-perempuan tua Inggris yang berjalan sendirian di dunia ini.

Miss Harriet 4 dari 10
Miss Harriet
Kamu sudah mencapai batas baca untuk pengunjung tamu. Buat akun gratis untuk melanjutkan dan menyimpan progres bacaanmu.
Progres Zona Bebas: 100%
PREV NEXT 🔒

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel klasik seperti Miss Harriet.

Rekomendasi
Moby Dick - Herman Melville
Moby Dick - Herman Melville
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
The Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Lihat Buku
Rekomendasi
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Lihat Buku

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Rekomendasi
The Age of Innocence - Edith Wharton
The Age of Innocence - Edith Wharton
Lihat Buku
Rekomendasi
Max Havelaar - Multatuli
Max Havelaar - Multatuli
Lihat Buku
Rekomendasi
Romeo Juliet - William Shakespeare
Romeo Juliet - William Shakespeare
Lihat Buku
Rekomendasi
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Lihat Buku
Rekomendasi
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Lihat Buku
×
×