Lassie Come Home - Eric Knight
Lassie Come Home - Eric Knight
Rp51.750
Lihat di Shopee
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Rp113.050
Lihat di Shopee
The Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Rp48.500
Lihat di Shopee
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Sense and Sensibility - Jane Austen (Shandi Publisher)
Sense and Sensibility - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp108.300
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Gramedia)
Northanger Abbey - Jane Austen (Gramedia)
Rp76.000
Lihat di Shopee

Catatan Penutup: Saat Manipulasi Jadi Seni Bernama Lady Susan

• Lady Susan •

👁️ 8 views

Selesai sudah perjalanan kita menyusuri intrik dan drama sosial ala abad ke-18 yang dibalut dalam wujud surat-menyurat. Enggak kayak novel Jane Austen yang lain, Lady Susan ini unik banget karena hampir seluruh ceritanya disampaikan lewat surat. Tapi jangan salah—meski formatnya kelihatan kaku dan “jaman dulu banget”, isinya… wow! Tajam, sinis, lucu, dan kadang bikin kita mikir, “Lho, kok kayak kenal ya sama orang kayak gini?”

Lady Susan Vernon, si tokoh utama kita, bukan karakter ideal yang biasanya dijunjung dalam novel-novel klasik. Dia bukan gadis lugu yang menunggu cinta datang, bukan pula janda kalem penuh penderitaan. Dia justru adalah sosok ibu yang cantik, cerdas, manipulatif, dan sangat sadar bahwa pesonanya bisa jadi alat untuk memutarbalikkan keadaan. Di zaman sekarang, mungkin Lady Susan ini bisa kita analogikan sebagai “CEO manipulasi halus” yang tahu kapan harus manis, kapan harus sinis, dan selalu punya backup plan.

Yang menarik adalah, Austen enggak ngasih hukuman “moral” yang biasanya nempel di tokoh-tokoh perempuan semacam ini. Lady Susan memang agak dikritik oleh tokoh-tokoh lain, tapi pada akhirnya dia tetap dapat hidup yang nyaman. Bahkan bisa dibilang dia “menang” dalam game-nya sendiri. Ini bikin pembaca bertanya-tanya: apakah kita seharusnya benci Lady Susan? Atau malah kagum dengan kecerdikannya?

Di tengah dunia yang penuh norma dan aturan moral ketat soal perempuan, Lady Susan berdiri sebagai antitesis. Dia tahu aturan main, tapi dia juga tahu cara melanggarnya tanpa ketahuan. Dia menggunakan kecantikan dan kata-kata sebagai senjata utama. Dalam surat-suratnya, kita bisa lihat gimana dia mengatur semuanya: dari pria-pria yang mengejarnya, anaknya sendiri, sampai citra dirinya di mata orang lain.

Ada sisi gelap, iya. Tapi juga ada sisi yang terasa sangat realistis dan manusiawi. Lady Susan bukan monster, dia cuma perempuan yang bertahan hidup dengan cara yang menurutnya paling masuk akal. Dan kita, sebagai pembaca modern, bisa melihat ini dengan perspektif yang lebih terbuka. Mungkin kita enggak mendukung caranya, tapi kita bisa ngerti kenapa dia melakukan itu.

Di balik semua drama, Austen seperti mau bilang: “Lihat, ini juga potret perempuan. Yang enggak sesuai sama gambaran ideal. Yang enggak selalu manis dan penurut. Tapi tetap menarik dan layak diceritakan.” Dan itu yang bikin Lady Susan penting untuk dibaca. Dia mungkin bukan role model, tapi dia adalah simbol dari kompleksitas perempuan—bahwa perempuan bisa jadi macam-macam: manipulatif, cerdas, ambisius, bahkan jahat, dan tetap menjadi karakter yang menarik untuk diikuti.

Akhir cerita Lady Susan terasa “nyata”—enggak penuh keadilan ala dongeng, tapi juga enggak totally jahat. Justru di situlah letak kekuatan ceritanya. Dia tetap hidup dengan pilihannya sendiri, sementara para tokoh lain akhirnya menerima bahwa enggak semua orang akan bermain sesuai aturan yang mereka pegang.

Terima kasih sudah ikut menelusuri jejak Lady Susan. Kalau kamu sempat kesal, terhibur, bahkan terheran-heran, itu artinya kamu udah terhubung sama cerita ini. Karena pada akhirnya, Austen tidak menulis tentang perempuan ideal, tapi tentang perempuan yang hidup. Dan Lady Susan adalah contoh bahwa hidup enggak selalu hitam putih—kadang, kita semua pernah jadi sedikit manipulatif, sedikit egois, dan ya, kadang menang walau bukan yang paling benar.

Beri Rating Novel Ini

Silakan login untuk memberi rating pada novel ini.

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti Lady Susan karya Jane Austen ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

The Golden Road - L. M. Montgomery
The Golden Road - L. M. Montgomery
Rp52.500
Lihat di Shopee
Moby Dick - Herman Melville
Moby Dick - Herman Melville
Rp40.500
Lihat di Shopee
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp106.400
Lihat di Shopee
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Rp52.000
Lihat di Shopee
Alpha Romeo - Indah Hanaco
Alpha Romeo - Indah Hanaco
Rp115.000
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

The Gladiator - Indah Hanaco
The Gladiator - Indah Hanaco
Rp110.000
Lihat di Shopee
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Rp81.750
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Rp75.650
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Rp36.500
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Rp67.150
Lihat di Shopee
The Golden Road - L. M. Montgomery
The Golden Road - L. M. Montgomery
Rp52.500
Lihat di Shopee

• Lady Susan •