Bab 11 – Kesombongan dan Permainan Kecerdasan

πŸ‘οΈ 10 tayangan

BEGITU para wanita beranjak setelah makan malam, Elizabeth segera menghampiri Jane. Setelah memastikan kakaknya cukup hangat terlindung dari udara dingin, ia menemaninya ke ruang tamu.

Di sana, Jane disambut dengan kehangatan berlebih oleh kedua sahabatnya, yang entah mengapa malam itu tampak jauh lebih ramah dari biasanya.

Selama hampir satu jam menunggu para pria muncul, Elizabeth mengakuiβ€”dengan takjubβ€”bahwa dua wanita Bingley ternyata mampu berbincang cukup menyenangkan. Mereka bisa menceritakan sebuah pesta dengan detail, melukiskan anekdot dengan jenaka, dan menertawakan kenalan mereka dengan semangat menggelora.

Namun begitu para pria masuk, suasana pun berubah. Jane tidak lagi menjadi pusat perhatian. Mata Miss Bingley langsung melesat mencari Darcy, dan ia sudah siap menyapa bahkan sebelum Darcy sempat melangkah jauh.

Darcy, dengan sopan, menyampaikan ucapan selamat kepada Jane. Mr. Hurst hanya memberi anggukan singkat disertai gumaman β€œsenang sekali.” Sedangkan Bingley?

πŸ“–

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 3 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Pride and Prejudice

×
×