Bab 8 β Apa yang Ditemukan Mr. Merritt
MR. MERRIT mulai pulih, baik jasmani maupun semangatnya. Selama satu atau dua pagi pertama di rumah sang dokter, ia puas duduk di kursi malas yang nyaman tak jauh dari rumah, berteduh di bawah pohon murbei tua di sisi istrinya, memandangi sinar matahari yang gemilang di atas hamparan rumput hijau, di puncak-puncak ombak berkilau, di tanjung-tanjung pantai nan megah, yang dari kejauhan pun tetap berwarna ungu dengan cahaya agung bunga heather, dan di rumah-rumah pertanian putih berkilat diterpa cahaya matahariβsemuanya tinggi di atas laut, jauh dari keramaian, dari segala hiruk-pikuk manusia.
Matahari terasa terik, tetapi angin timur bertiup lembut, tak henti-henti, menyapu udara dengan kejernihan bagai air sumur dari batu. Mr. Merritt, yang datang ke tempat sunyi ini bukan hanya karena kegelisahan, tapi juga untuk melarikan diri dari hawa sesak, berminyak, dan berasap kota industri di Midlands, berkata bahwa angin timur itu bagaikan hidup baru baginya.
Ia makan malam dengan lahap di hari pertamanya di Porth, dan menjadi optimis. Mengenai pembicaraan mereka malam sebelumnya, ia berkata pada dr. Lewis bahwa tentu memang ada sedikit masalahβbahkan mungkin masalah besarβtetapi Kitchener pasti akan membereskannya.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel The Terror.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.