H. P. Lovecraft
20 Agustus 1890 - 15 Maret 1937
The Dreams in the Witch House
Walter Gilman tak pernah dapat memastikan apakah demam yang membakar sarafnya melahirkan mimpi-mimpi itu, ataukah mimpi-mimpi itulah yang menyalakan demam. Di kamar loteng bersudut ganjil dalam Witch House tua di...
The Colour Out of Space
Di sebelah barat Arkham bukit-bukit menjulang liar, dan terdapat lembah-lembah dengan hutan-hutan dalam yang belum pernah disentuh kapak mana pun. Ada jurang-jurang sempit dan gelap tempat pepohonan miring secara fantastik,...
The Shadow Out of Time
Ada yang sangat mengerikan dalam ingatan-ingatan yang samar dan terpecah tentang tahun-tahun yang hilang itu—tahun-tahun yang oleh banyak orang disebut sebagai masa kegilaanku, dan yang oleh diriku sendiri kini kupandang...
The Whisperer in Darkness
EMBUSAN angin senja turun perlahan dari perbukitan Vermont, membawa serta aroma lembap tanah tua yang seakan menyimpan sesuatu lebih purba dari pepohonan yang melindunginya. Pada malam itu, ketika langit bergelayut...
The Dunwich Horror
Di sebuah desa terpencil bernama Dunwich, tempat bukit-bukit seolah menyimpan nafas masa silam, lahirlah seorang anak aneh yang dinamai Wilbur Whateley. Ia putra perempuan dungu bernama Lavinia dan “sesuatu” yang...
The Shadow over Innsmouth
Di bawah cahaya senja yang pudar, kota itu tampak seperti tubuh tua yang sedang menunggu ajal—setengah hidup, setengah lembap, dan seluruhnya berbau asin. Ketika melewati deretan bangunan yang retak, aku...
At the Mountains of Madness
Dalam catatan itulah akhirnya aku menuliskan segala sesuatu—bukan demi ketenaran akademik, melainkan sebagai peringatan, sebuah suara yang mungkin takkan didengar siapa pun. Angin Antarktika masih terasa di telingaku, membawa kembali...
The Call of Cthulhu
Di meja kerjanya yang sunyi, Thurston membuka lembaran tua peninggalan pamannya. Kertas itu menguning, namun setiap goresan tinta tampak hidup, seolah ditulis oleh tangan yang gemetar memikul beban rahasia yang...
Co-author: Anna Helen Crofts SUATU petang yang lembap dan muram di bulan April, tepat setelah berakhirnya Perang Besar, ketika Marcia mendapati dirinya sendirian dengan pikiran-pikiran dan hasrat-hasrat yang ganjil; kerinduan-kerinduan tak pernah terdengar yang mengambang keluar dari ruang tamu abad kedua puluh yang luas itu, naik menembus kedalaman udara yang berkabut, dan melayang ke timur […]
The Doom That Came to Sarnath (Kebinasaan yang Datang ke Sarnath)
DI negeri Mnar terdapat sebuah danau luas yang sunyi, yang tidak mendapatkan aliran air dari sungai mana pun dan dari mana tak mengalir sungai apa pun. Sepuluh ribu tahun yang lalu berdirilah di tepinya kota perkasa Sarnath, tetapi Sarnath kini tak lagi berdiri di sana. Dikisahkan bahwa pada tahun-tahun purba ketika dunia masih muda, sebelum […]
The Statement of Randolph Carter (Pernyataan Randolph Carter)
KUKATAKAN lagi kepada Anda, Tuan-tuan, bahwa pemeriksaan Anda sia-sia. Tahanlah aku di sini selamanya jika Anda mau; kurung atau eksekusi aku jika Anda harus memiliki seorang korban untuk menenangkan ilusi yang Anda sebut keadilan; tetapi aku tak dapat mengatakan lebih dari apa yang telah kukatakan. Segala sesuatu yang dapat kuingat telah kuceritakan dengan keterus-terangan yang […]
The White Ship (Kapal Putih)
AKU adalah Basil Elton, penjaga mercusuar North Point yang juga dijaga oleh ayah dan kakekku sebelum tugas itu diturunkan padaku. Jauh dari pantai berdiri mercusuar kelabu itu, di atas batu-batu karang tenggelam yang berlendir dan tampak ketika air surut, tetapi tak terlihat ketika pasang meninggi. Melewati suar itu selama satu abad telah berlayar barque agung […]
Memory (Kenangan)
DI lembah Nis bulan sabit terkutuk yang kian menyusut bersinar tipis, merobek jalan bagi cahayanya dengan tanduk-tanduk lemahnya menembus dedaunan mematikan dari sebuah pohon upas yang besar. Dan di dalam kedalaman lembah, tempat cahaya tak menjangkau, bergerak bentuk-bentuk yang tak layak untuk disaksikan. Subur dan busuklah rerumputan di setiap lereng, tempat sulur-sulur jahat dan tanaman […]
Beyond the Wall of Sleep (Di Seberang Tembok Tidur)
Pada titik ini gelombang pikiran itu tiba-tiba terputus, dan mata pucat sang pemimpi—atau haruskah kukatakan orang mati?—mulai berkaca seperti mata ikan. Dalam setengah linglung aku menghampiri ranjang dan meraba pergelangan tangannya, tetapi terasa dingin, kaku, dan tanpa denyut.
Pipi kekuningannya kembali pucat, dan bibir tebalnya ternganga, memperlihatkan taring busuk menjijikkan milik Joe Slater si degenerat. Aku menggigil, menarik selimut menutupi wajah mengerikan itu, lalu membangunkan perawat.
Dagon
AKU menulis ini dalam tekanan mental yang berat, sebab malam nanti aku tak akan ada lagi. Tanpa uang, dan dengan persediaan obat—satu-satunya yang membuat hidup masih tertahankan—yang telah habis, aku tak sanggup menanggung siksaan ini lebih lama; dan aku akan menjatuhkan diriku dari jendela loteng ini ke jalan kumuh di bawah. Jangan mengira karena aku […]
The Music of Erich Zann (Musik Erich Zann)
Lalu suatu malam, saat menguping di depan pintu, aku mendengar biola melengking menjadi hiruk-pikuk suara kacau—sebuah kekacauan yang mungkin membuatku meragukan kewarasanku sendiri andai tak terdengar dari balik pintu terkunci itu bukti memilukan bahwa kengerian tersebut nyata: jeritan tak berartikulasi yang hanya dapat dikeluarkan oleh seorang bisu, jeritan yang muncul hanya pada saat ketakutan atau penderitaan yang paling dahsyat.
The Festival
Leluhur keluargaku adalah kaum tua; bahkan ketika negeri ini baru dihuni tiga ratus tahun silam, mereka sudah tua. Mereka pun aneh—begitu katanya—karena konon datang sebagai kaum kelam yang bersembunyi, berasal dari kebun-kebun anggrek di selatan yang penuh kabut opiat.
Mereka membawa bahasa lain sebelum akhirnya belajar dari nelayan bermata biru yang menetap di pesisir itu. Kini keturunan kami telah tercerai-berai, menyisakan hanya ritual-ritual dari misteri yang tak lagi dipahami siapa pun yang masih hidup.
The Beast in the Cave (Makhluk Buas dalam Gua)
Wujudnya menyerupai kera antropoid berukuran besar—barangkali lolos dari rombongan sirkus keliling. Rambutnya seputih salju, mungkin akibat pemutihan oleh kehidupan panjang di dalam kegelapan pekat gua. Namun rambut itu sangat tipis, bahkan hampir tak ada kecuali di kepala, tempat ia tumbuh panjang dan lebat hingga menjuntai menutupi bahu.
Wajahnya menghadap lantai karena tubuhnya terbaring hampir tengkurap. Posisi anggota tubuhnya sangat aneh—menjelaskan perubahan cara berjalan yang tadi kudengar, kadang dengan empat kaki, kadang hanya dua.
The Hound (Sang Pemburu)
I DALAM telingaku yang tersiksa, terus-menerus terdengar kepak mimpi buruk—denging berputar dan kepakan sayap—disertai lolongan samar yang jauh, seperti anjing pemburu raksasa di kejauhan. Ini bukan mimpi. Bahkan, aku takut ini pun bukan sebuah kegilaan; andai saja itu kegilaan, mungkin aku masih bisa meragukannya. Namun terlalu banyak yang sudah terjadi, membuatku tak berhak atas keraguan […]
The Nameless City (Kota Tak Bernama)
Dan sekejap kemudian aku mendengar sesuatu—suara pertama sejak aku masuk ke kedalaman seperti kuburan ini. Sebuah geraman rendah dan panjang, seperti rintihan roh-roh terkutuk dari kejauhan, datang dari arah terowongan.
Suaranya makin membesar, menggema di lorong rendah itu, diiringi embusan udara dingin yang bertiup dari atas. Sentuhan udara itu mengembalikan kewarasanku—aku teringat hembusan tiba-tiba di mulut jurang saat matahari terbit dan tenggelam, salah satunya yang membuka rahasia terowongan bagiku.
Kulihat arlojiku—fajar hampir tiba. Aku pun bersiap menahan badai yang menyapu turun ke sarangnya seperti yang sebelumnya menyapu keluar.