Rumah Reot-Rombeng
Sebagaimana dituturkan oleh Ratu Gerutu
NAH, inilah cerita tentang keluarga boneka yang kusukai dan keluarga boneka yang tidak kusukai. Kalau kau membacanya, kau harus ingat sesuatu yang akan kukatakan kepadamu. Begini: kalau kau mengira boneka tidak pernah melakukan apa-apa yang tidak kau lihat mereka lakukan, kau keliru besar. Kalau orang tidak sedang memandangi mereka, mereka bisa melakukan apa saja yang mereka suka. Mereka bisa menari, bernyanyi, bermain piano, dan bersenang-senang dengan segala macam cara. Aksn tetapi mereka hanya bisa bergerak dan berbicara kalau orang membalikkan punggung dan tidak sedang memandang. Kalau ada yang memandang, mereka langsung berhenti.
Para peri tahu hal ini, dan tentu saja para peri berkunjung ke semua rumah boneka yang bonekanya menyenangkan. Namun mereka tidak mau bergaul dengan boneka-boneka yang tidak baik. Mereka tidak pernah bertamu atau meninggalkan kartu nama di rumah boneka yang bonekanya sombong atau pemarah. Mereka sangat pilih-pilih. Kalau kau sendiri sombong atau pemarah, kau tidak akan pernah kenal dengan seorang peri seumur hidupmu.
Ratu Gerutu
RUMAH Reot-Rombeng terletak di sebuah sudut kamar bermain Cynthia. Dan sudut itu pun bukan sudut yang paling bagus. Letaknya di sudut di balik pintu, dan itu sama sekali bukan lingkungan yang terpandang. Rumah Reot-Rombeng didorong ke sana supaya tidak menghalangi ketika Kastel Rapi dibawa masuk, pada hari ulang tahun Cynthia.
Begitu melihat Kastel Rapi, Cynthia tidak peduli lagi pada Rumah Reot-Rombeng, bahkan merasa sangat malu karenanya. Menurutnya sudut di balik pintu sudah cukup baik untuk rumah boneka tua yang lusuh seperti itu. Bukankah sekarang ada rumah boneka baru yang besar dan indah, yang dibangun seperti kastel? Isinya perabotan yang paling anggun: kursi dan meja, permadani dan tirai, hiasan dan lukisan, ranjang dan bak mandi, lampu dan rak buku. Pintu depannya berpengetuk, dan di belakangnya ada istal dengan kereta kuda poni di dalamnya. Begitu melihatnya, Cynthia berseru:
“Oh! Kastel boneka yang indah sekali! Apa yang harus kita lakukan dengan Rumah Reot-Rombeng yang berantakan itu sekarang? Terlalu lusuh dan kuno untuk diletakkan di dekatnya.”
Sebenarnya begitulah asal-usul nama rumah boneka tua itu. Sebelumnya selalu disebut “Rumah Boneka”. Namun sejak didorong ke lingkungan yang tidak terpandang di balik pintu, setiap kali dibicarakan, rumah itu hanya disebut Rumah Reot-Rombeng, tidak lain.
Tentu saja Kastel Rapi megah, Kastel Rapi baru, dan di dalamnya ada segala kemajuan modern, sedangkan Rumah Reot-Rombeng kuno sekali. Rumah itu milik nenek Cynthia, dan dibuat pada masa Ratu Victoria masih gadis kecil1, ketika bahkan rumah boneka para putri belum memakai lampu listrik. Nenek Cynthia merawatnya dengan sangat rapi, karena dia sudah menjadi pengurus rumah tangga yang baik sejak umur tujuh tahun.
Akan tetapi Cynthia bukan pengurus rumah tangga yang baik. Dia tidak mengganti sarung perabotan yang sudah kusam, tidak mengganti kertas dinding, dan tidak menambal permadani dan seprai. Dia juga tidak pernah terpikir untuk membuatkan baju baru bagi keluarga boneka itu. Maka tentu saja rok-rok, mantel-mantel, dan topi-topi bonnet mereka dari zaman awal Victoria lama-lama menjadi lusuh tak terkatakan. Begini, pada masa Ratu Victoria masih gadis kecil, boneka-boneka memakai rok yang aneh-aneh dengan celana panjang berenda di bawahnya, dan boneka-boneka lelaki memakai celana berjumbai dan jas lucu yang hampir membuatmu tertawa melihatnya.
Namun keluarga Rumah Reot-Rombeng pernah mengalami masa-masa yang lebih baik. Aku dan peri-periku sudah mengenal mereka ketika mereka masih benar-benar baru dan menjadi hadiah ulang tahun, persis seperti Kastel Rapi ketika Cynthia berumur delapan tahun. Kedatangan rumah mereka disambut sama hebohnya seperti Cynthia menyambut Kastel Rapi.
Nenek Cynthia menari-nari dan bertepuk tangan kegirangan. Dia berlutut, mengeluarkan boneka-boneka itu satu per satu, dan menganggap baju-baju mereka indah sekali. Dia memberi masing-masing nama yang agung.
“Yang ini Amelia,” katanya. “Yang ini Charlotte, yang ini Victoria Leopoldina, yang ini Aurelia Matilda, yang ini Leontine, dan yang ini Clotilda. Dan anak-anak lelaki ini Augustus, Rowland, Vincent, dan Charles Edward Stuart.”
Lama sekali mereka menjalani kehidupan yang sangat meriah dan terpandang. Mereka mengadakan pesta dan dansa, diperkenalkan di Istana, menghadiri Pembaptisan dan Pernikahan Kerajaan, menikah sendiri, punya keluarga, terkena demam skarlatina dan batuk rejan, mengadakan pemakaman, dan menikmati segala kemewahan. Namun itu sudah lama, lama sekali, dan sekarang semuanya sudah berubah.
Rumah mereka makin lama makin lusuh, dan baju-baju mereka jadi benar-benar mengerikan. Aurelia Matilda dan Victoria Leopoldina sudah pecah berkeping-keping dan dibuang ke tempat sampah. Leontine, yang dulu benar-benar kecantikan keluarga itu, suatu malam diseret keluar ke permadani di depan perapian oleh seekor anak anjing Newfoundland. Hampir seluruh catnya dijilat habis dan sebelah kakinya dikunyah, sehingga dia jadi tontonan yang menyedihkan.
Adapun anak-anak lelaki, Rowland dan Vincent sudah lenyap sama sekali. Charlotte dan Amelia selalu percaya mereka kabur untuk mencari peruntungan, karena keadaan di rumah begitu buruk. Jadi yang tersisa hanyalah Clotilda, Amelia, Charlotte, Leontine yang malang, Augustus, dan Charles Edward Stuart. Bahkan nama mereka pun diganti.
Setelah cat Leontine dijilat habis sampai kepalanya penuh bercak botak putih dan dia hampir tidak punya wajah, seorang sepupu laki-laki Cynthia memberinya bulatan merah menyala di kedua pipinya. Dia juga melukiskan hidung pesek, mata biru bulat seperti piring, dan mulut yang lucu. Anak itu dan Cynthia memanggilnya “Ridiklis” sebagai ganti Leontine, dan sejak itu dia dipanggil begitu.
Semua boneka itu boneka kayu Belanda bersendi2, jadi mudah sekali melukiskan wajah macam apa saja pada mereka dan menekuk tangan serta kaki mereka ke arah mana saja. Leontine memang tampak lucu setelah sepupu Cynthia selesai. Dia jelas bukan kecantikan lagi, tetapi hidungnya yang pesek, matanya yang bulat, dan mulutnya yang lucu seakan selalu tertawa. Jadi dia benar-benar makhluk yang tampak paling baik hati yang pernah kamu lihat.
Charlotte dan Amelia dipanggil Cynthia Meg dan Peg. Clotilda dipanggilnya Kilmanskeg, Augustus dipanggilnya Gustibus, dan Charles Edward Stuart hanyalah Peter Piper3. Maka tamatlah nama-nama agung mereka.
Sebenarnya, mereka mengalami segala macam hal. Seandainya mereka bukan boneka-boneka yang begitu riang, barangkali mereka sudah kena serangan sawan dan radang usus buntu dan mati karena sedih. Akan tetapi sama sekali tidak. Kalau kau percaya, mereka justru bersenang-senang karena semua itu. Mereka biasa terpekik-pekik tertawa karena nama-nama baru itu, dan mereka begitu sering menertawakannya sampai mereka cukup menyukainya.
Ketika rumbai sutra merah jambu Meg robek, dia menyematkannya dengan peniti dan sama sekali tidak keberatan. Ketika kerudung renda Peg dimainkan anak kucing dan dikembalikan kepadanya dalam keadaan compang-camping, dia hanya menjahitnya beberapa tusuk dan memakainya lagi. Ketika Peter Piper kehilangan hampir seluruh sebelah kaki celananya, dia hanya tertawa. Katanya, sekarang jadi lebih mudah baginya untuk menendang-nendang dan berjungkir balik, dan dia berharap kaki celana yang satunya juga sobek.
Belum pernah kau melihat keluarga yang begitu bersenang-senang. Mereka bisa mengarang cerita, berpura-pura, dan menciptakan permainan dari bukan apa-apa. Peri-periku begitu sayang kepada mereka sampai aku tidak bisa menjauhkan mereka dari rumah boneka itu. Mereka tetap pergi bersenang-senang dengan Meg, Peg, Kilmanskeg, Gustibus, dan Peter Piper, bahkan ketika aku punya pekerjaan untuk mereka di Negeri Peri. Namun apa boleh buat, aku sendiri begitu sayang kepada keluarga yang lusuh dan tak terhormat itu sehingga aku tidak pernah terlalu memarahi peri-periku. Aku sendiri sering menjenguk mereka. Karena itulah aku tahu begitu banyak tentang mereka.
Mereka begitu saling menyayangi, begitu baik hati, dan selalu begitu riang, sehingga semua yang mengenal mereka sayang kepada mereka. Sebenarnya hanya Cynthia yang tidak mengenal mereka. Dia menganggap mereka hanya setumpuk boneka kayu Belanda tua yang tampak tak terhormat—dan boneka kayu Belanda sudah sama sekali ketinggalan zaman. Sebenarnya Cynthia bukan gadis kecil yang terlalu baik, dan dia tidak terlalu peduli pada apa pun kecuali yang masih benar-benar baru.
Namun anak kucing yang merobek kerudung renda itu lama-lama mengenal keluarga itu dan menyayangi mereka semua. Anak anjing Newfoundland itu begitu menyesal karena cat dan kaki kiri Leontine sehingga dia tidak pernah merasa cukup berbuat untuk menebusnya. Dia ingin menikahi Leontine begitu dia cukup besar untuk memakai kalung leher. Akan tetapi Leontine berkata dia tidak akan pernah meninggalkan keluarganya. Sekarang, karena dia bukan kecantikan lagi, dia menjadi yang berguna. Dia mengerjakan semua pekerjaan dapur, dan begadang membuat tapal dan kaldu sapi kalau ada yang sakit. Anak anjing Newfoundland itu mengerti bahwa Leontine benar, karena seluruh keluarga benar-benar memuja Ridiklis dan sama sekali tidak bisa hidup tanpanya.
Meg, Peg, dan Kilmanskeg sebenarnya bisa menikah kapan saja mereka mau. Ada dua burung gereja jantan dan seekor tuan tikus yang melamar mereka berkali-kali. Ketiganya berkata mereka tidak menginginkan istri yang terpandang, melainkan watak yang riang dan rumah tangga yang bahagia. Namun Meg dan Peg seperti Ridiklis, tidak tega meninggalkan keluarga mereka, belum lagi mereka tidak mau tinggal di sarang dan mengerami telur. Kilmanskeg berkata dia akan mati patah hati kalau tidak bisa bersama Ridiklis, dan Ridiklis tidak suka keju, remah roti, dan segala yang berbau tikus, jadi mereka tidak mungkin tinggal bersama di lubang tikus. Tetapi tuan tikus maupun burung-burung gereja itu tidak tersinggung, karena kabar itu disampaikan kepada mereka dengan begitu manis. Mereka tetap datang berkunjung seperti biasa.
Segalanya serba lusuh, serba tak terhormat, dan serba riang dan bahagia, sampai Kastel Rapi dibawa masuk ke kamar bermain. Lalu seluruh keluarga itu agak ketakutan.
Begini kejadiannya:
Ketika rumah boneka itu diangkat oleh pengasuh dan dibawa ke sudut di balik pintu, tentu saja Meg, Peg, Kilmanskeg, Gustibus, dan Peter Piper merasakannya sebagai hal yang cukup menegangkan dan mengguncang (Ridiklis sedang pergi berbelanja). Perabotan berjatuhan, dan semua orang harus berpegangan pada apa saja yang bisa mereka raih. Begitu pun, Kilmanskeg tergelincir ke kolong meja dan Peter Piper terduduk di kotak batu bara. Namun walaupun begitu, mereka tidak kehilangan kesabaran. Ketika pengasuh meletakkan rumah mereka di lantai dengan bunyi gedebuk, mereka semua bangun dan mulai tertawa. Lalu mereka berlari mengintip dari jendela-jendela, lalu berlari kembali dan tertawa lagi.
Cuplikan berhenti di sini. Masih ada sekitar 5.800 kata lagi (±29 menit membaca).
Mau Lanjut Baca?
Sepertiga awal cerpen ini tersedia gratis. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca sampai selesai.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!


Silakan login untuk meninggalkan komentar.