The Grey Man (Manusia Kelabu)

Terbit perdana di majalah The New Review pada Mei 1895

H. G. Wells H. G. Wells

👁️ 0 tayangan

Ini adalah teks yang muncul pada awal Bab XIII (hlm. 577 baris 1 hingga hlm. 580 baris 13) dari The Time Machine karya H. G. Wells sebagaimana dimuat bersambung dalam majalah New Review. Bagian ini dihilangkan dalam versi buku, tetapi kemudian diterbitkan tersendiri sebagai cerita pendek berjudul The Grey Man. Perubahan apa pun yang dibuat dalam versi tersebut tidak diketahui.

TELAH kuceritakan kepadamu tentang rasa mual dan kekacauan yang menyertai perjalanan melintasi waktu. Kali ini aku tidak duduk dengan benar di pelana mesin itu, melainkan menyamping dan dalam posisi yang tidak mantap.

Selama entah berapa lama aku bergelantungan pada mesin yang bergoyang dan bergetar itu, nyaris tanpa memedulikan bagaimana aku melaju; dan ketika akhirnya aku memberanikan diri memandang kembali tombol-tombol penunjuk itu, aku tertegun melihat betapa jauhnya aku telah tiba.

Satu penunjuk mencatat hari, yang lain ribuan hari, yang lain lagi jutaan hari, dan satu lagi ribuan juta hari. Kini, alih-alih membalikkan tuas-tuas, tanpa sadar aku justru menarik lebih jauh sehingga mesin itu melaju terus ke depan; dan ketika kulihat indikator-indikator itu, jarum penunjuk ribuan hari berputar secepat jarum detik pada sebuah arloji—meluncur menuju masa depan.

Dengan amat hati-hati, sebab aku teringat akan terjunan liarku yang terdahulu, mulailah kubalik arah gerakku. Putaran jarum-jarum itu makin lambat dan makin lambat, hingga jarum ribuan hari tampak nyaris tak bergerak, dan jarum harian tak lagi menjadi kabut samar di atas skalanya. Lebih lambat lagi, sampai kabut kelabu di sekelilingku mulai tampak lebih jelas, dan garis-garis remang dari suatu bentangan tanah bergelombang mulai terlihat.

Aku berhenti. Aku berada di sebuah tanah rawa dataran tinggi yang muram, ditumbuhi vegetasi jarang dan memutih oleh embun beku tipis. Hari sedang tengah hari; matahari jingga yang telah kehilangan kemilaunya menggantung suram dekat titik puncak langit kelabu kusam itu.

Cuplikan berhenti di sini. Masih ada sekitar 1.100 kata lagi (±5 menit membaca).

📖

Mau Lanjut Baca?

Sepertiga awal cerpen ini tersedia gratis. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca sampai selesai.

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×
×