Bab 4 — Laki-Istri dan Anak-Beranak
SEBELUM kita melanjutkan kisah persahabatan Aminuddin dan Mariamin, mari kita sejenak mundur. Kembali ke satu peristiwa yang diam-diam menjadi akar dari banyak kesedihan di kemudian hari—kematian Sutan Baringin—dan bagaimana keluarganya jatuh melarat, seperti yang sempat kita singgung di awal cerita.
Dulu, orang tua Sutan Baringin termasuk golongan berada di Sipirok. Mereka hanya punya satu anak laki-laki—dan seperti sering terjadi pada anak tunggal, ia tumbuh manja, keras kepala, dan merasa dunia ada untuk melayaninya. Waktu kecil, apa pun keinginannya pasti dituruti.
Salah atau benar, jarang sekali ia dimarahi. Pukulan? Ah, jangan harap.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel Azab dan Sengsara.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.