Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Lihat Buku
Rekomendasi
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Kumpulan Cerpen Terbaik DH Lawrence
Kumpulan Cerpen Terbaik DH Lawrence
Lihat Buku
Rekomendasi
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Lihat Buku
Rekomendasi
Moby Dick - Herman Melville
Moby Dick - Herman Melville
Lihat Buku
Rekomendasi
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku

Bab 7 – Anne Mengucapkan Doanya

• Anne of Green Gables •

👁️ 0 tayangan

KETIKA malam itu Marilla mengantar Anne ke kamar tidur, ia berkata dengan nada kaku:

“Anne, tadi malam aku melihat kau melemparkan pakaianmu begitu saja ke lantai setelah melepasnya. Itu kebiasaan yang sangat tidak rapi dan tidak dapat kuizinkan sama sekali. Setiap kali kau melepas pakaian, lipatlah dengan rapi dan letakkan di atas kursi. Aku tidak menyukai anak perempuan yang tidak teratur.”

“Tadi malam pikiran saya begitu kacau hingga saya sama sekali tidak memikirkan pakaian saya,” jawab Anne. “Malam ini akan saya lipat dengan rapi. Di panti kami memang diwajibkan melakukannya. Hanya saja sering kali saya lupa, karena saya tergesa-gesa ingin segera berbaring dengan tenang dan membayangkan hal-hal yang indah.”

“Jika kau tinggal di sini, kau harus belajar lebih mengingat hal itu,” tegur Marilla. “Nah, itu sudah lebih baik. Sekarang ucapkanlah doamu dan naiklah ke tempat tidur.”

“Saya tidak pernah mengucapkan doa,” kata Anne.

Marilla menatap anak itu dengan ngeri dan tak percaya.

“Anne, apa maksudmu? Apakah kau tidak pernah diajari berdoa? Tuhan selalu menghendaki anak-anak perempuan mengucapkan doa mereka. Apakah kau tahu siapa Tuhan itu, Anne?”

“‘Tuhan adalah Roh yang tak terbatas, kekal, dan tak berubah dalam keberadaan-Nya, hikmat-Nya, kuasa-Nya, kekudusan-Nya, keadilan-Nya, kebaikan-Nya, dan kebenaran-Nya,’” jawab Anne lancar dan cepat.

Wajah Marilla sedikit melunak.

“Syukurlah, kau tahu sesuatu. Jadi kau tidak sepenuhnya kafir. Dari mana kau mempelajarinya?”

“Dari sekolah Minggu di panti. Kami diwajibkan menghafal seluruh katekismus. Saya cukup menyukainya. Ada kata-kata yang terdengar begitu megah. ‘Tak terbatas, kekal, dan tak berubah.’ Bukankah itu indah? Rasanya bergulung seperti bunyi organ besar di gereja. Mungkin bukan puisi, tetapi hampir terdengar seperti puisi, bukan?”

“Kita tidak sedang membicarakan puisi, Anne—kita membicarakan doa. Tahukah kau bahwa tidak berdoa setiap malam adalah perbuatan yang sangat salah? Aku khawatir kau ini anak yang sangat nakal.”

“Akan lebih mudah menjadi nakal daripada baik kalau rambutmu merah,” sahut Anne dengan nada tersinggung. “Orang yang tidak berambut merah tidak tahu betapa sulitnya itu. Mrs. Thomas pernah berkata Tuhan sengaja membuat rambut saya merah, dan sejak itu saya tidak begitu peduli pada-Nya. Lagi pula, saya selalu terlalu lelah pada malam hari untuk berdoa. Orang yang harus mengurus bayi kembar tidak dapat diharapkan mengucapkan doa. Menurut Anda, apakah mereka bisa?”

Rekomendasi
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Lihat Buku
Rekomendasi
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
Lihat Buku
Rekomendasi
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Lihat Buku
Rekomendasi
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Lihat Buku

Marilla memutuskan bahwa pendidikan agama Anne harus segera dimulai. Jelas tak ada waktu untuk ditunda.

“Kau harus berdoa selama kau tinggal di bawah atapku, Anne.”

“Tentu saja, jika Anda menghendakinya,” sahut Anne riang. “Saya akan melakukan apa pun untuk menyenangkan Anda. Tetapi untuk malam ini Anda harus memberitahu saya apa yang harus saya katakan. Setelah saya berbaring nanti, saya akan menyusun doa yang indah untuk selalu saya ucapkan. Saya rasa itu akan menjadi sesuatu yang menarik.”

“Kau harus berlutut,” kata Marilla dengan sedikit canggung.

Anne berlutut di samping Marilla dan menengadah dengan wajah serius.

“Mengapa orang harus berlutut untuk berdoa? Kalau saya benar-benar ingin berdoa, saya tahu apa yang akan saya lakukan. Saya akan pergi ke ladang luas seorang diri atau ke hutan yang dalam dan sunyi, lalu memandang ke langit—ke atas—ke atas—ke warna biru yang begitu indah dan tak bertepi. Dan kemudian saya akan merasakan doa. Nah, saya siap. Apa yang harus saya katakan?”

Marilla semakin merasa kikuk. Ia semula hendak mengajarkan doa anak-anak yang sederhana, “Sekarang aku membaringkan diri untuk tidur.” Namun secercah rasa akan kesesuaian—yang dalam diri Marilla nyaris dapat disebut selera humor—membisikkan bahwa doa kecil itu, suci bagi kanak-kanak berselubung putih di pangkuan ibu, terasa begitu tidak selaras bagi gadis kecil berambut merah penuh bintik ini, yang tak pernah mengenal kasih Tuhan melalui perantaraan kasih manusia.

“Kau sudah cukup besar untuk berdoa sendiri, Anne,” katanya akhirnya. “Bersyukurlah kepada Tuhan atas berkat-berkat yang kau dapat dan mintalah dengan rendah hati apa yang kau inginkan.”

Rekomendasi
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Lihat Buku
Rekomendasi
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
Lihat Buku
Rekomendasi
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Lihat Buku
Rekomendasi
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Lihat Buku

“Saya akan berusaha sebaik mungkin,” janji Anne, menenggelamkan wajahnya di pangkuan Marilla. “Bapa surgawi yang penuh rahmat—begitulah para pendeta mengatakannya di gereja, jadi saya rasa itu pantas juga untuk doa pribadi, bukan?”

Ia mengangkat kepala sejenak.

“Bapa surgawi yang penuh rahmat, aku bersyukur kepada-Mu atas Jalan Putih Penuh Sukacita dan Danau Air Berkilau dan Bonny dan Ratu Salju. Aku sungguh sangat berterima kasih atas semuanya itu. Dan hanya itu berkat yang dapat kuingat saat ini. Mengenai hal-hal yang kuinginkan, jumlahnya begitu banyak hingga akan memakan waktu lama untuk menyebutkannya satu per satu, jadi aku hanya akan menyebut dua yang terpenting. Tolong izinkan aku tinggal di Green Gables; dan tolong jadikan aku cantik ketika aku dewasa nanti. Aku tetap,

“Hormatku,
Anne Shirley.”

“Nah, apakah sudah benar?” tanyanya penuh harap, sambil berdiri. “Sebenarnya saya bisa membuatnya jauh lebih berbunga-bunga jika diberi waktu lebih banyak.”

Marilla yang malang hanya terhindar dari kekecewaan total karena mengingat bahwa bukan ketidakhormatan, melainkan ketidaktahuan spiritual dari pihak Anne yang bertanggung jawab atas permohonan luar biasa ini. Ia menidurkan anak itu, dalam hati bersumpah bahwa ia akan mengajari doa keesokan harinya, dan hendak meninggalkan ruangan dengan lilin menyala ketika Anne memanggilnya kembali.

“Saya baru ingat. Seharusnya saya mengucapkan ‘Amin’ sebagai penutup, bukan ‘Hormatku,’ bukan? Seperti para pendeta. Saya lupa, tetapi rasanya doa harus diakhiri dengan sesuatu, jadi saya pilih itu. Menurut Anda, apakah itu akan membuat perbedaan?”

“Aku—kurasa tidak,” jawab Marilla. “Sekarang tidurlah seperti anak baik. Selamat malam.”

“Malam ini saya bisa mengucapkan selamat malam dengan hati yang lega,” kata Anne, meringkuk puas di antara bantal-bantalnya.

Marilla kembali ke dapur, meletakkan lilin dengan tegas di atas meja, dan menatap Matthew.

“Matthew Cuthbert, sudah waktunya seseorang mengadopsi anak itu dan mengajarinya sesuatu. Dia hampir seperti seorang yang benar-benar kafir. Bayangkan, dia belum pernah berdoa seumur hidupnya sampai malam ini! Besok aku akan mengirim orang ke rumah pendeta untuk meminjam seri Peep of the Day. Dan dia akan pergi ke sekolah Minggu segera setelah aku bisa membuatkan pakaian yang layak baginya.

“Aku sudah bisa melihat bahwa tanganku akan penuh. Yah, begitulah. Kita tak dapat melewati dunia ini tanpa mendapat bagian kesusahan kita. Hidupku selama ini cukup mudah, tetapi waktuku tampaknya telah tiba, dan kurasa aku hanya perlu menerimanya sebaik mungkin.”

Anne of Green Gables ⭐ Pilihan Editor Bab 7 / 17
Anne of Green Gables
Bab terakhir non-Reader! Cukup buat akun untuk lanjut baca sampai tamat.
Progres Zona Bebas: 100%
PREV NEXT 🔒

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel klasik seperti Anne of Green Gables.

Rekomendasi
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
20 Thousand Leagues under the Sea - Jules Verne
20 Thousand Leagues under the Sea - Jules Verne
Lihat Buku
Rekomendasi
Gulliver\'s Travel -
Gulliver\'s Travel -
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Hamlet - William Shakespeare
Hamlet - William Shakespeare
Lihat Buku
Rekomendasi
The Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Lihat Buku
Rekomendasi
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Lihat Buku
Rekomendasi
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Lihat Buku
×
×