Sekilas tentang Novel The Age of Innocence
NOVEL The Age of Innocence adalah karya Edith Wharton yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1920 dan dianugerahi Pulitzer Prize pada tahun 1921, menjadikannya salah satu karya paling penting dalam khazanah sastra Amerika Serikat awal abad kedua puluh.
Novel ini mula-mula terbit secara berseri dalam empat bagian di majalah The Pictorial Review dari Juli hingga Oktober 1920, sebelum kemudian diterbitkan dalam bentuk buku pada tahun yang sama oleh D. Appleton and Company di New York dan London.
Berlatar di lingkungan kelas atas Kota New York pada dekade 1870-an, novel ini menghadirkan gambaran tentang sebuah masyarakat elite sebelum hadirnya lampu listrik, telepon, dan kendaraan bermotor—sebuah masa ketika kehidupan sosial kota dikuasai oleh sejumlah kecil keluarga aristokrat lama keturunan “old revolutionary stock” yang menentukan norma, selera, dan tata pergaulan masyarakat terhormat.
Dalam dunia tersebut, garis keturunan dan hubungan keluarga lebih bernilai daripada profesi maupun kemampuan pribadi; reputasi dan penampilan lahiriah dijaga sedemikian rupa hingga sering kali mengorbankan kejujuran, kebebasan, dan kebahagiaan individu.
Edith Wharton menggambarkan sebuah masyarakat yang begitu tertutup dan tertata sehingga bahkan pergerakan sosial para anggotanya dapat dipantau hanya dengan memperhatikan rumah siapa yang mereka kunjungi di Fifth Avenue pada malam hari.
Dalam proses penerbitannya, Wharton melakukan revisi yang luas terhadap teks novel ini, termasuk perubahan gaya bahasa, tanda baca, ejaan, dan penyuntingan substansial antara versi majalah dan versi buku. Perubahan tambahan juga terus dilakukan setelah cetakan kedua edisi buku, sehingga teks yang kini dianggap otoritatif didasarkan pada cetakan keenam edisi pertama, yang memuat revisi terakhir Wharton yang secara jelas berasal dari tangannya sendiri.
Melalui kisah yang memadukan romansa, kritik sosial, dan pengamatan psikologis yang tajam, The Age of Innocence dikenang sebagai potret elegan sekaligus ironis tentang masyarakat yang menjunjung tinggi kesopanan dan tradisi, tetapi kerap mengekang kebebasan batin orang-orang di dalamnya.
Hingga kini, novel ini tetap dipandang sebagai salah satu karya terbesar Edith Wharton dan salah satu novel klasik terpenting dalam sastra Amerika Serikat.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!










Silakan login untuk meninggalkan komentar.