Naskah asli novel The Haunted Hotel berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan pada 1878 (lebih dari 50 tahun lalu) dan penulisnya, Wilkie Collins, telah wafat pada 23 September 1889 (lebih dari 70 tahun lalu), sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Kamar itu sunyi, tetapi bukan sunyi yang menenangkan. Ada sesuatu yang hidup di dalam keheningan itu—sesuatu yang menunggu.
Agnes berdiri di dekat tempat tidur, tangannya gemetar saat memegang lilin. Cahaya kecil itu bergetar, memantulkan bayangan panjang di dinding. Ia tahu—tanpa alasan yang bisa dijelaskan—bahwa ia tidak sendirian.
Perlahan, hampir tanpa berani bernapas, ia menoleh. Di kursi di samping tempat tidur—yang sebelumnya kosong—kini duduk seorang wanita.
Wanita itu tidak bergerak. Kepalanya terkulai ke belakang, matanya tertutup, wajahnya pucat seperti kematian. Rambutnya yang gelap jatuh tidak teratur di bahu. Ia tampak seperti seseorang yang tertidur—atau seseorang yang tidak akan pernah bangun lagi.
Agnes mencoba berbicara, tetapi suaranya tertahan di tenggorokan. Ia melangkah maju. Setiap langkah terasa seperti melawan sesuatu yang tak terlihat.
“Bangun,” bisiknya akhirnya. “Siapa kau?”
Tidak ada jawaban. Namun pada saat itu—tanpa suara, tanpa gerakan—sesuatu berubah di dalam ruangan. Udara menjadi berat. Dan perlahan, sangat perlahan, Agnes mulai merasakan bahwa wanita itu tidak sendirian.
Daftar Isi
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!










Silakan login untuk meninggalkan komentar.