Naskah asli novel Sengsara Membawa Nikmat berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan lebih dari 50 tahun lalu dan penulisnya, Tulis Sutan Sati, telah wafat lebih dari 70 tahun lalu, sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Midun tersungkur di lantai penjara, darah mengalir dari bibirnya. Tapi matanya masih berapi-api. “Aku nggak akan menyerah,” gumamnya sambil mengusap darah. Di luar, Kacak tertawa puas.
Esoknya, saat menyapu jalan, sesuatu berkilau tertendang sapunya—sebuah kalung berlian! “Ini punya siapa, ya?” batin Midun. Tak disangka, pertemuan dengan Halimah pemilik kalung itu akan mengubah hidupnya.
“Bawa aku pergi, Midun,” bisik Halimah. Dadanya berdebar. Ini risiko besar, tapi tekadnya sudah bulat.
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!








Silakan login untuk meninggalkan komentar.