Bab 5 – Berkelahi
Suatu sore, Midun pergi ke sungai untuk mandi. Tak jauh dari tempatnya, di bagian hulu, ada tempat mandi khusus perempuan. Saat itu, sungai ramai sekali—baik laki-laki maupun perempuan, semuanya tampak bersenang-senang. Mereka tertawa, bercanda, dan bermain air sepuas hati. Suasananya riang.
Tiba-tiba, dari arah hulu, datang arus besar. Air meluap deras sekali, rupanya hujan deras turun di bagian hulu sungai. Batu-batu besar, potongan kayu, bahkan pohon-pohon tumbang ikut terbawa arus. Orang-orang yang sedang mandi buru-buru lari ke darat, panik dan ketakutan. Masing-masing menyelamatkan diri. Ada yang nyaris terseret tapi berhasil lolos. Tapi yang sudah terlanjur ke tengah, apalagi tak bisa berenang—nasibnya bisa celaka. Suasana tepi sungai pun berubah. Teriakan terdengar di mana-mana, ada yang memekik ngeri, ada yang berteriak menyuruh temannya naik ke darat. Suara gemuruh air makin mencekam.
Tiba-tiba, seseorang berteriak, “Tolong! Tolong! Katijah hanyut! Katijah hanyut!” Tak lama kemudian, terlihat rambut seorang perempuan muncul-tenggelam dibawa arus. Itu Katijah.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 4). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel Sengsara Membawa Nikmat sampai tamat secara GRATIS!
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!










Silakan login untuk meninggalkan komentar.