Sajak Kesedihan
Lapar yang ganas berkuasa dalam dadaku,
Aku tak pernah menyangka dunia ini,
Terkepal dalam tangan Tuhan, bisa menyingkap
Esensi pahit kegelisahan sedemikian,
Sakit yang kini dilemparkan oleh Kesedihan
Dari hati mengerikannya yang kini terbuka!
Setiap napas tersedu hanyalah jeritan,
Detak jantungku seperti lonceng penderitaan,
Dan seluruh pikiranku hanya memusat pada satu pikiran:
Bahwa takkan lagi dalam hidupku
(Kecuali dalam getirnya ingatan)
Aku menyentuh tanganmu, yang kini telah tiada!
Sepanjang kekosongan malam aku mencari,
Tersesat, memanggilmu dengan bisu;
Namun kau tak ada; dan singgasana malam yang luas
Menjadi sebuah gereja agung nan mengerikan
Dengan lonceng-bintang yang berbunyi padaku
Yang di seluruh ruang paling sendiri!
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel The House on the Borderland.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!












Silakan login untuk meninggalkan komentar.