Bab IV (bagian kedua)

Β±1.500 kata, sekitar 8 menit baca
πŸ‘οΈ 0 tayangan

TAK lama kemudian suara itu berhenti. Aku mendengar seseorang memasuki kamar di sebelah utara dengan kunci pas. Lalu kenop pintu penghubung ke kamarku diputar perlahan. Bautnya menahan dengan kuat, tentu saja.

Lantai berderit ketika si penyusup keluar lagi. Lalu sunyi sebentar, sebelum terdengar lagi suara lirih mengutak-atik kunciβ€”yang berarti kamar sebelah selatan kini tengah dimasuki. Lagi-lagi pintu penghubung dicoba, dan gagal.

Setelah itu, langkah-langkah berat terdengar menjauh menuruni tangga. Penyusup itu tampaknya sudah memahami bahwa pintu-pintu ke kamarku terkunci rapat, dan ia pun menyerah… untuk sementara.

Betapa cepatnya aku membentuk rencana menunjukkan bahwa, jauh di bawah sadarku, aku sudah mencurigai adanya bahaya sejak berjam-jam lalu dan terus menimbang-nimbang kemungkinan melarikan diri.

Aku tahu sejak awal: siapapun si penyusup itu, aku tidak boleh berhadapan dengannya. Satu-satunya pilihanku adalah kabur dari hotel ituβ€”secepat mungkin, lewat jalur apa pun selain tangga depan dan lobi.

πŸ“–

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 3 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×