Naskah asli novel The Whisperer in Darkness berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan pada Agustus 1931 (lebih dari 50 tahun lalu) dan penulisnya, H. P. Lovecraft, telah wafat pada 15 Maret 1937 (lebih dari 70 tahun lalu), sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
EMBUSAN angin senja turun perlahan dari perbukitan Vermont, membawa serta aroma lembap tanah tua yang seakan menyimpan sesuatu lebih purba dari pepohonan yang melindunginya.
Pada malam itu, ketika langit bergelayut rendah dan bintang-bintang seolah ragu memperlihatkan diri, surat terakhir dari Henry Akeley tergeletak di meja kerjaku—kusut, bernoda tanah, seakan dikirim dengan tergesa-gesa oleh tangan yang gemetar.
“Ada suara-suara di luar jendela,” tulis Akeley. “Seperti bisikan yang mencoba mengeja namaku. Mereka tak berjalan seperti manusia.”
Setiap kali kubaca ulang baris itu, tengkukku terasa dingin, seperti disentuh kabut asing dari dunia lain. Aku, seharusnya percaya pada fakta dan disiplin akademik. Namun surat-surat Akeley… ada sesuatu pada caranya menuliskan rasa takut. Sesuatu yang terlalu jujur.
Dan ketika malam semakin larut, aku mulai mendengar sesuatu juga—suara serak jauh dari radio tabung tua, suara yang tidak mungkin dimiliki manusia mana pun. Suara yang memanggil dengan nada rendah, bergetar, dan memohon:
“Datanglah… kami menunggumu di pegunungan…”
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!










Silakan login untuk meninggalkan komentar.