Naskah asli novel The Shadow over Innsmouth berada dalam public domain di Indonesia karena pertama kali dipublikasikan pada (lebih dari 50 tahun lalu) dan penulisnya, H. P. Lovecraft, telah wafat pada 15 Maret 1937 (lebih dari 70 tahun lalu), sebagaimana diatur UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selengkapnya.
Di bawah cahaya senja yang pudar, kota itu tampak seperti tubuh tua yang sedang menunggu ajal—setengah hidup, setengah lembap, dan seluruhnya berbau asin. Ketika melewati deretan bangunan yang retak, aku merasakan tatapan-tatapan di balik jendela yang tirainya bergerak tipis, tatapan yang tak kunjung menampakkan pemiliknya. Jalanan Innsmouth tak benar-benar sepi, tetapi setiap suara yang terdengar—ketukan papan, desah angin, langkah menjauh di tikungan—terasa seperti sesuatu yang sengaja disembunyikan.
Aku mencoba berpikir bahwa semua ini hanya paranoia akibat kelelahan perjalanan, tetapi setiap sudut kota seolah menuntutku untuk waspada. Para penduduk Innsmouth berjalan dengan langkah aneh, menyeret kaki seakan persendiannya tidak berada di tempat yang wajar. Wajah mereka… ya Tuhan, wajah mereka—mata yang terlalu besar untuk jarak sedekat itu, dan kulit yang tampak licin seperti telah menyerap garam laut selama bertahun-tahun.
Di penginapan reot tempat aku bermalam, lantai kayunya berderit seolah memeringatkan. Malam itu, sambil mendengar sesuatu mengericik di selokan—entah air atau sesuatu yang bergerak melawannya—aku akhirnya mengakui apa yang sejak siang kutakuti: kota ini tidak hanya aneh. Kota ini diam-diam hidup, dan apa pun yang hidup di dalamnya sedang menungguku.
📝 Belum ada komentar untuk novel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!










Silakan login untuk meninggalkan komentar.