Rekomendasi
Frankenstein - Mary Shelley
Frankenstein - Mary Shelley
Lihat Buku
Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Terbit perdana di The Scot, No. 44, pada Juni 1920

The Doom That Came to Sarnath (Kebinasaan yang Datang ke Sarnath)

H. P. Lovecraft H. P. Lovecraft

👁️ 1 tayangan

DI negeri Mnar terdapat sebuah danau luas yang sunyi, yang tidak mendapatkan aliran air dari sungai mana pun dan dari mana tak mengalir sungai apa pun. Sepuluh ribu tahun yang lalu berdirilah di tepinya kota perkasa Sarnath, tetapi Sarnath kini tak lagi berdiri di sana.

Dikisahkan bahwa pada tahun-tahun purba ketika dunia masih muda, sebelum manusia Sarnath datang ke negeri Mnar, sebuah kota lain berdiri di sisi danau itu; kota batu kelabu Ib, yang setua danau itu sendiri, dan dihuni oleh makhluk-makhluk yang tak menyenangkan untuk dipandang.

Sangat ganjil dan buruk rupa makhluk-makhluk itu, sebagaimana memang kebanyakan makhluk dari dunia yang masih belum terbentuk dan tersusun kasar.

Tertulis pada silinder-silinder bata Kadatheron bahwa makhluk-makhluk Ib berwarna sehijau danau dan kabut yang naik di atasnya; bahwa mereka bermata menonjol, berbibir tebal dan lembek, bertelinga ganjil, dan tak bersuara. Tertulis pula bahwa pada suatu malam mereka turun dari bulan dalam kabut; mereka bersama danau luas yang sunyi dan kota batu kelabu Ib.

Bagaimanapun adanya, pasti bahwa mereka menyembah sebuah berhala batu hijau-laut yang dipahat menyerupai Bokrug, kadal air agung; di hadapannya mereka menari dengan mengerikan ketika bulan membulat. Dan tertulis dalam papirus Ilarnek bahwa suatu hari mereka menemukan api, dan setelah itu menyalakan nyala pada banyak kesempatan upacara.

Namun tidak banyak yang tertulis tentang makhluk-makhluk ini, sebab mereka hidup pada masa yang sangat purba, dan manusia masih muda, dan mengetahui sedikit tentang makhluk-makhluk hidup yang sangat kuno.

Setelah banyak aeon, manusia datang ke negeri Mnar; kaum gembala berkulit gelap dengan kawanan berbulu mereka, yang membangun Thraa, Ilarnek, dan Kadatheron di sepanjang sungai Ai yang berliku. Dan suku-suku tertentu, lebih tangguh daripada yang lain, maju terus ke tepi danau dan membangun Sarnath di suatu tempat di mana logam mulia ditemukan di dalam tanah.

Tak jauh dari kota kelabu Ib, suku-suku pengembara itu meletakkan batu pertama Sarnath, dan terhadap makhluk-makhluk Ib mereka sangat tercengang. Akan tetapi bersama kekaguman itu bercampur kebencian, sebab mereka menganggap tidak patut makhluk dengan rupa demikian berjalan di dunia manusia pada waktu senja.

Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Lihat Buku
Rekomendasi
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Lihat Buku

Mereka pun tidak menyukai pahatan-pahatan ganjil pada monolit-monolit kelabu Ib, sebab pahatan-pahatan itu mengerikan oleh keantikan yang besar.

Mengapa makhluk-makhluk dan pahatan-pahatan itu bertahan begitu lama di dunia, bahkan hingga kedatangan manusia, tak seorang pun dapat mengatakan; kecuali mungkin karena negeri Mnar sangat sunyi, dan terpencil dari kebanyakan negeri lain baik dalam keadaan jaga maupun dalam mimpi.

Ketika manusia Sarnath melihat lebih banyak makhluk Ib, kebencian mereka bertambah, dan tidak berkurang karena mereka mendapati makhluk-makhluk itu lemah, dan lembek seperti agar-agar terhadap sentuhan batu dan tombak dan anak panah.

Maka pada suatu hari para prajurit muda, para pelempar batu dan penombak dan pemanah, berbaris melawan Ib dan membunuh seluruh penghuninya, mendorong tubuh-tubuh ganjil itu ke dalam danau dengan tombak-tombak panjang, karena mereka tidak ingin menyentuhnya.

Dan karena mereka tidak menyukai monolit-monolit kelabu berpahat Ib, mereka melemparkannya pula ke dalam danau; heran akan besarnya pekerjaan itu, bagaimana batu-batu itu dibawa dari jauh, sebagaimana pastilah adanya, sebab tak ada yang serupa dengannya di seluruh negeri Mnar atau di negeri-negeri sekitarnya.

Demikianlah dari kota sangat purba Ib tak tersisa apa pun kecuali berhala batu hijau-laut yang dipahat menyerupai Bokrug, kadal air. Berhala itu dibawa para prajurit muda kembali ke Sarnath sebagai lambang kemenangan atas dewa-dewa dan makhluk-makhluk tua Ib, dan sebagai tanda kepemimpinan di Mnar.

Namun pada malam setelah berhala itu ditegakkan di kuil, pasti telah terjadi sesuatu yang mengerikan, sebab cahaya-cahaya aneh terlihat di atas danau, dan pada pagi hari orang-orang mendapati berhala itu lenyap, dan imam agung Taran-Ish terbaring mati, seakan karena suatu ketakutan yang tak terkatakan.

Sebelum ia mati, Taran-Ish telah mencoretkan pada altar krisolit dengan goresan kasar dan gemetar tanda KEBINASAAN.

Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Lihat Buku
Rekomendasi
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Lihat Buku

Setelah Taran-Ish ada banyak imam agung di Sarnath, tetapi tak pernah berhala batu hijau-laut itu ditemukan. Dan berabad-abad datang dan berlalu, di mana Sarnath berkembang sangat makmur, sehingga hanya para imam dan perempuan-perempuan tua yang mengingat apa yang telah dicoretkan Taran-Ish pada altar krisolit.

Antara Sarnath dan kota Ilarnek terbentang jalur kafilah, dan logam-logam mulia dari bumi ditukar dengan logam lain dan kain langka dan permata dan buku dan alat-alat bagi para perajin dan segala barang mewah yang dikenal oleh orang-orang yang tinggal di sepanjang sungai Ai yang berliku dan di luar sana.

Maka Sarnath menjadi perkasa dan berilmu dan indah, dan mengirimkan bala tentara penakluk untuk menundukkan kota-kota tetangga; dan pada waktunya duduklah di atas takhta di Sarnath raja-raja seluruh negeri Mnar dan banyak negeri sekitarnya.

Keajaiban dunia dan kebanggaan seluruh umat manusia adalah Sarnath yang megah. Dari marmer yang digali di gurun dan dipoles adalah tembok-temboknya, setinggi 300 hasta dan selebar 75, sehingga kereta dapat saling berpapasan ketika orang mengendarainya di atas puncaknya.

Sepanjang 500 stadia penuh tembok itu membentang, terbuka hanya pada sisi yang menghadap danau; di mana sebuah dinding laut batu hijau menahan ombak yang naik secara ganjil sekali setahun pada perayaan penghancuran Ib.

Di Sarnath terdapat lima puluh jalan dari danau ke gerbang-gerbang kafilah, dan lima puluh lagi yang memotongnya. Dengan oniks jalan-jalan itu dilapisi, kecuali yang dilalui kuda dan unta dan gajah, yang dilapisi granit.

Dan gerbang-gerbang Sarnath sebanyak ujung-ujung jalan yang menghadap daratan, masing-masing dari perunggu, dan diapit oleh sosok singa dan gajah yang dipahat dari suatu batu yang tak lagi dikenal manusia.

Rumah-rumah Sarnath terbuat dari bata berglasir dan kalsedon, masing-masing memiliki taman berdinding dan danau kecil kristal. Dengan seni yang ganjil rumah-rumah itu dibangun, sebab tak ada kota lain yang memiliki rumah seperti itu; dan para musafir dari Thraa dan Ilarnek dan Kadatheron tercengang pada kubah-kubah berkilau yang memahkotainya.

Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Lihat Buku
Rekomendasi
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Lihat Buku

Namun lebih mengagumkan lagi adalah istana-istana dan kuil-kuil, dan taman-taman yang dibuat oleh Zokkar raja purba. Banyak istana berdiri, yang terkecil pun lebih perkasa daripada yang mana pun di Thraa atau Ilarnek atau Kadatheron.

Begitu tinggi sehingga orang di dalamnya kadang merasa seakan hanya langit di atasnya; namun ketika diterangi obor-obor yang dicelup dalam minyak Dothur, dinding-dindingnya menampakkan lukisan-lukisan besar raja-raja dan bala tentara, dengan kemegahan yang sekaligus menggetarkan dan membius yang memandang.

Banyak tiang istana, semuanya dari marmer berwarna, dan dipahat dalam rancangan keindahan yang melampaui. Dan di kebanyakan istana lantainya berupa mozaik dari beril dan lapis-lazuli dan sardonyx dan karbunkel dan bahan-bahan pilihan lainnya, disusun sedemikian rupa sehingga yang memandang merasa seakan berjalan di atas hamparan bunga paling langka.

Ada pula pancuran, yang memancarkan air harum dalam semburan menyenangkan yang diatur dengan seni cerdik. Mengungguli semuanya adalah istana raja-raja Mnar dan negeri-negeri sekitarnya.

Di atas sepasang singa emas yang meringkuk bertumpu takhta itu, banyak anak tangga di atas lantai berkilau. Dan takhta itu dikerjakan dari satu keping gading, meskipun tak ada manusia hidup yang tahu dari mana keping sebesar itu dapat diperoleh.

Di istana itu terdapat pula banyak galeri, dan banyak amfiteater tempat singa dan manusia dan gajah bertempur demi kesenangan para raja. Kadang-kadang amfiteater itu dibanjiri air yang disalurkan dari danau melalui saluran air raksasa, dan kemudian dipertontonkan pertempuran laut yang menggugah, atau pertempuran antara para perenang dan makhluk-makhluk laut mematikan.

Tinggi menjulang dan menakjubkan adalah ketujuh belas kuil berbentuk menara di Sarnath, dibangun dari batu terang beraneka warna yang tidak dikenal di tempat lain. Seribu hasta penuh tingginya berdiri yang terbesar di antara semuanya, di dalamnya para imam agung berdiam dengan kemegahan yang hampir tak kurang dari para raja.

Di bagian dasar terdapat balai-balai seluas dan semegah balai istana; tempat berkumpulnya khalayak dalam pemujaan kepada Zo-Kalar dan Tamash dan Lobon, dewa-dewa utama Sarnath, yang relung-relungnya terselubung dupa bagaikan takhta-takhta para penguasa.

Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Lihat Buku
Rekomendasi
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Lihat Buku

Tidak seperti eikon dewa-dewa lain adalah eikon Zo-Kalar dan Tamash dan Lobon, sebab begitu menyerupai kehidupan sehingga orang dapat bersumpah bahwa dewa-dewa berjanggut nan anggun itu sendiri duduk di atas takhta gading.

Dan menaiki anak tangga tak berujung dari zirkon berkilau terdapat ruang puncak menara, dari mana para imam agung memandang ke atas kota dan dataran dan danau pada siang hari; dan pada bulan penuh makna serta bintang-bintang dan planet-planet yang signifikan, serta pantulan mereka di danau, pada malam hari.

Di sinilah dilaksanakan ritus yang sangat rahasia dan purba dalam kebencian terhadap Bokrug, sang kadal air, dan di sinilah bersemayam altar krisolit yang memikul coretan KEBINASAAN dari Taran-Ish.

Tak kalah menakjubkan adalah taman-taman yang dibuat oleh Zokkar raja purba. Di tengah Sarnath taman-taman itu terhampar, meliputi ruang luas dan dikelilingi tembok tinggi.

Dan di atasnya menjulang kubah kaca perkasa, yang melaluinya matahari dan bulan dan bintang-bintang dan planet-planet bersinar ketika langit cerah, dan dari mana tergantung citra-citra bercahaya matahari dan bulan dan bintang-bintang dan planet-planet ketika langit tidak cerah.

Pada musim panas taman-taman itu disejukkan oleh angin segar nan harum yang diembuskan dengan terampil oleh kipas-kipas, dan pada musim dingin dipanaskan oleh api-api tersembunyi, sehingga di taman-taman itu selalu musim semi.

Sungai-sungai kecil mengalir di atas kerikil terang, membagi padang hijau dan kebun beraneka warna, dan dijembatani oleh banyak titian. Banyak air terjun di sepanjang alirannya, dan banyak danau kecil berteratai tempat air itu melebar. Di atas sungai dan danau kecil itu berlayar angsa-angsa putih, sementara musik burung-burung langka berpadu dengan melodi air.

Dalam teras-teras teratur bangkit tebing-tebing hijau, dihiasi di sana-sini oleh pergola anggur dan bunga harum, serta kursi dan bangku dari marmer dan porfiri. Dan terdapat banyak relung kecil dan kuil tempat orang dapat beristirahat atau berdoa kepada dewa-dewa kecil.

Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Lihat Buku
Rekomendasi
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Lihat Buku

Setiap tahun dirayakan di Sarnath pesta penghancuran Ib, pada waktu itu anggur, nyanyian, tarian, dan kegembiraan segala jenis melimpah ruah.

Penghormatan besar diberikan kepada arwah mereka yang telah memusnahkan makhluk-makhluk purba yang ganjil itu, dan kenangan akan makhluk-makhluk itu serta dewa-dewa tua mereka dicemooh oleh para penari dan pemain kecapi yang dimahkotai mawar dari taman-taman Zokkar. Dan para raja memandang ke atas danau dan mengutuk tulang-belulang orang mati yang terbaring di bawahnya.

Pada mulanya para imam agung tidak menyukai perayaan-perayaan ini, sebab di antara mereka beredar kisah-kisah ganjil tentang bagaimana eikon hijau-laut itu lenyap, dan bagaimana Taran-Ish mati karena ketakutan dan meninggalkan peringatan. 

Dan mereka mengatakan bahwa dari menara tinggi mereka kadang-kadang melihat cahaya-cahaya di bawah air danau. Akan tetapi ketika banyak tahun berlalu tanpa malapetaka, bahkan para imam pun tertawa dan mengutuk dan ikut serta dalam pesta pora para peraya.

Bukankah mereka sendiri, di menara tinggi itu, kerap melaksanakan ritus yang sangat purba dan rahasia dalam kebencian terhadap Bokrug, sang kadal air? Dan seribu tahun kekayaan dan kenikmatan berlalu atas Sarnath, keajaiban dunia dan kebanggaan seluruh umat manusia.

Gemerlap melampaui pikiran adalah pesta tahun keseribu penghancuran Ib. Selama satu dasawarsa hal itu dibicarakan di negeri Mnar, dan ketika waktunya mendekat datanglah ke Sarnath dengan kuda dan unta dan gajah orang-orang dari Thraa, Ilarnek, dan Kadatheron, serta semua kota Mnar dan negeri-negeri di luarnya.

Di depan tembok marmer pada malam yang ditetapkan didirikan paviliun para pangeran dan kemah para pengelana, dan seluruh pantai bergema oleh nyanyian para periang yang bersuka cita.

Di dalam balai perjamuan ia berbaring, Nargis-Hei sang raja, mabuk oleh anggur kuno dari ruang bawah tanah Pnath yang ditaklukkan, dikelilingi bangsawan yang berpesta dan budak-budak yang bergegas.

Banyak santapan ganjil dimakan pada pesta itu; merak dari pulau-pulau Nariel di Samudra Tengah, kambing muda dari bukit-bukit jauh Implan, tumit unta dari gurun Bnazic, kacang-kacangan dan rempah dari belukar Cydathrian, dan mutiara dari Mtal yang dibasuh ombak yang dilarutkan dalam cuka Thraa.

Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Lihat Buku
Rekomendasi
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Lihat Buku

Sausnya tak terhitung jumlahnya, disiapkan oleh juru masak paling halus di seluruh Mnar, dan sesuai bagi selera setiap penikmat. Namun yang paling dihargai dari segala hidangan adalah ikan-ikan besar dari danau, masing-masing berukuran amat besar, dan disajikan di atas talam emas bertatahkan rubi dan berlian.

Sementara raja dan para bangsawannya berpesta di dalam istana, dan memandang hidangan puncak yang menanti mereka di atas talam emas, yang lain berpesta di tempat lain. Di menara kuil besar para imam bersuka ria, dan di paviliun di luar tembok para pangeran negeri-negeri tetangga bergembira.

Dan imam agung Gnai-Kah-lah yang pertama melihat bayangan-bayangan yang turun dari bulan membulat ke dalam danau, dan kabut hijau terkutuk yang naik dari danau untuk menyongsong bulan dan menyelubungi dalam selubung jahat menara-menara dan kubah-kubah Sarnath yang ditakdirkan.

Setelah itu mereka yang berada di menara dan di luar tembok melihat cahaya-cahaya ganjil di atas air, dan melihat bahwa batu kelabu Akurion, yang biasa menjulang tinggi di dekat pantai, hampir tenggelam.

Dan ketakutan tumbuh samar namun cepat, sehingga para pangeran Ilarnek dan Rokol yang jauh menurunkan dan melipat kemah dan paviliun mereka dan berangkat menuju sungai Ai, meskipun mereka hampir tak mengetahui alasan keberangkatan mereka.

Kemudian, mendekati tengah malam, seluruh gerbang perunggu Sarnath meledak terbuka dan memuntahkan kerumunan panik yang menghitamkan dataran, sehingga semua pangeran dan pengelana yang berkunjung melarikan diri dengan ngeri.

Karena pada wajah kerumunan itu tertera kegilaan yang lahir dari kengerian tak tertahankan, dan pada lidah mereka terucap kata-kata begitu mengerikan sehingga tak seorang pendengar pun berhenti meminta bukti.

Orang-orang yang matanya liar oleh ketakutan berteriak tentang pemandangan di dalam balai perjamuan raja, di mana melalui jendela-jendela tak lagi terlihat sosok Nargis-Hei dan bangsawan serta budaknya, melainkan gerombolan makhluk hijau tak bersuara yang tak terlukiskan dengan mata menonjol, bibir tebal dan lembek, dan telinga ganjil; makhluk-makhluk yang menari dengan mengerikan, membawa di cakar mereka talam emas bertatahkan rubi dan berlian yang memuat nyala api ganjil.

Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Mrs. Daloway - Virginia Woolf
Lihat Buku
Rekomendasi
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Lihat Buku

Dan para pangeran dan pengelana, ketika mereka melarikan diri dari kota terkutuk Sarnath dengan kuda dan unta dan gajah, memandang kembali ke danau yang melahirkan kabut itu dan melihat bahwa batu kelabu Akurion telah sepenuhnya tenggelam.

Di seluruh negeri Mnar dan negeri-negeri sekitarnya tersebar kisah mereka yang melarikan diri dari Sarnath, dan kafilah tak lagi mencari kota terkutuk itu serta logam-logam berharganya.

Lama sekali sebelum ada pengelana yang pergi ke sana, dan bahkan ketika itu hanya para pemuda berani dan petualang dari Falona yang jauh yang berani melakukan perjalanan; pemuda-pemuda petualang berambut kuning dan bermata biru, yang bukan kerabat manusia Mnar.

Mereka memang pergi ke danau untuk melihat Sarnath; tetapi meskipun mereka menemukan danau luas yang sunyi itu sendiri, dan batu kelabu Akurion yang menjulang tinggi di dekat pantai, mereka tidak menyaksikan keajaiban dunia dan kebanggaan seluruh umat manusia.

Di tempat yang dahulu menjulang tembok setinggi 300 hasta dan menara-menara lebih tinggi lagi, kini hanya terbentang pantai rawa, dan di tempat yang dahulu dihuni lima puluh juta manusia kini hanya merayap kadal air hijau yang menjijikkan. Bahkan tambang-tambang logam mulia pun tak tersisa, sebab KEBINASAAN telah datang ke Sarnath.

Namun setengah tertimbun di antara ilalang terlihat sebuah berhala batu hijau yang ganjil; berhala yang amat kuno tertutup rumput laut dan dipahat menyerupai Bokrug, sang kadal air agung.

Berhala itu, ditempatkan di kuil tinggi di Ilarnek, kemudian disembah di bawah bulan membulat di seluruh negeri Mnar.

Beri Rating Cerpen Ini

Silakan login untuk memberi rating pada cerpen ini.

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak cerpen klasik seperti The Doom That Came to Sarnath (Kebinasaan yang Datang ke Sarnath).

Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Rekomendasi
Frankenstein - Mary Shelley
Frankenstein - Mary Shelley
Lihat Buku

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Rekomendasi
Frankenstein - Mary Shelley
Frankenstein - Mary Shelley
Lihat Buku
Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
×
×