Frankenstein - Mary Shelley
Frankenstein - Mary Shelley
Rp44.250
Lihat di Shopee
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Rp85.000
Lihat di Shopee

The Hound (Sang Pemburu)

H. P. Lovecraft H. P. Lovecraft

👁️ 8 tayangan

I

DALAM telingaku yang tersiksa, terus-menerus terdengar kepak mimpi buruk—denging berputar dan kepakan sayap—disertai lolongan samar yang jauh, seperti anjing pemburu raksasa di kejauhan.

Ini bukan mimpi. Bahkan, aku takut ini pun bukan sebuah kegilaan; andai saja itu kegilaan, mungkin aku masih bisa meragukannya. Namun terlalu banyak yang sudah terjadi, membuatku tak berhak atas keraguan yang penuh belas kasihan itu.

St. John—sahabatku, satu-satunya orang yang memahami obsesiku—kini telah menjadi mayat remuk redam. Hanya aku yang tahu sebabnya, dan pengetahuan itulah yang mendorongku kini untuk meledakkan kepalaku sendiri sebelum aku mengalami nasib serupa.

Di lorong-lorong tak berujung, gelap dan tak diterangi apa pun, lorong-lorong fantasi mengerikan yang seolah tak berasal dari dunia manusia, aku merasakan Nêmesis hitam tanpa wujud menyapu dan memburuku menuju kehancuran diri.

Semoga penguasa langit mengampuni kebodohan dan kebusukan jiwa yang membawa kami berdua pada akhir sekeji ini!

Lelah oleh keseharian dunia yang prosaik—dunia di mana bahkan romansa dan petualangan paling memesona pun cepat menjadi hambar—St. John dan aku telah mengejar setiap gerakan estetis maupun intelektual yang menjanjikan pelarian dari rasa jenuh yang menggerogoti kami.

Enigma para Simbolis, ekstase para pra-Raphaelite—semua pernah kami miliki pada masanya. Namun tiap suasana baru selalu terlalu cepat kehilangan daya gaulnya yang memabukkan.

Hanya filsafat muram para Decadent yang mampu menahan kami, dan itu pun hanya bila kami terus menambah kedalaman dan kenajisan pencarian kami. Baudelaire dan Huysmans tak butuh waktu lama untuk kami peras sampai kering.

Akhirnya, yang tersisa hanyalah rangsangan yang lebih langsung, lebih kelam: pengalaman-pengalaman pribadi yang tak alami, petualangan menyimpang yang melawan batas kemanusiaan.

Kebutuhan emosional yang mengerikan itu—yang merongrong jiwa kami dengan rasa lapar—yang akhirnya menyeret kami pada jejak menjijikkan yang bahkan kini, dalam ketakutanku, masih kusampaikan dengan malu dan gentar: tindakan tercela yang paling keji dalam sejarah manusia—menggali kuburan.

Aku tidak dapat mengungkapkan rincian ekspedisi kami yang memuakkan itu, atau mencatat satu per satu trofi yang pernah menghiasi museum tak bernama yang kami bangun di rumah batu besar tempat kami tinggal berdua, tanpa pelayan.

Museum kami adalah tempat terkutuk—ruang yang tak bisa terpikir oleh nalar—di mana dengan selera setan para ahli saraf yang meracau, kami mengumpulkan semesta berisi teror dan pembusukan, demi menggugah kepekaan kami yang sudah mati rasa.

Itu adalah ruang rahasia, jauh di bawah tanah. Di sana, para iblis bersayap besar—dipahat dari basalt dan oniks—memmuntahkan cahaya hijau dan jingga dari mulut mereka yang menyeringai lebar.

The Sexy Secret - Indah Hanaco
The Sexy Secret - Indah Hanaco
Rp71.250
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
Nadira - Leila S. Chudori
Nadira - Leila S. Chudori
Rp99.000
Lihat di Shopee
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp59.250
Lihat di Shopee
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp74.250
Lihat di Shopee
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
Rp29.250
Lihat di Shopee

Pipa-pipa tersembunyi membuat tirai hitam berhiaskan rangkaian tangan merah—seolah tangan-tangan mayat yang saling menggenggam—bergetar dalam tarian kematian yang tak masuk akal.

Melalui pipa-pipa itu, kami bisa memanggil aroma yang paling sesuai dengan suasana hati kami: kadang harum lili pemakaman; kadang dupa memabukkan dari kuil-kuil Timur imajiner tempat para raja mati bersemayam; dan kadang—oh, aku bergidik mengingatnya!—bau busuk dari kuburan yang baru dibuka.

Sepanjang dinding ruang memualkan itu berjajar peti-peti berisi mumi-mumi kuno, berselang-seling dengan tubuh manusia yang tampan atau cantik—dipenuhi dan diawetkan dengan seni taksidermi sempurna—serta batu nisan yang kami curi dari pekuburan tertua di dunia.

Di beberapa ceruk, terdapat tengkorak dari segala bentuk, dan kepala manusia yang diawetkan dalam berbagai tahap pembusukan. Di sana ada kulit kepala busuk milik bangsawan ternama; dan kepala emas berkilau dari anak-anak yang baru dikubur.

Patung dan lukisan pun ada, semuanya bertema iblis dan sebagian bahkan merupakan karya tangan kami sendiri. Sebuah portofolio terkunci, dibalut kulit manusia yang disamak, memuat gambar-gambar tak bernama yang dirumorkan pernah dibuat Goya namun tak berani ia akui.

Ada pula instrumen musik menjijikkan—petik, tiup, gesek—yang kadang kami mainkan untuk menghasilkan disonansi penuh kebusukan yang membuat iblis pun menjerit ngeri. Dalam banyak kabinet kayu hitam berukir, tersimpan harta rampasan kuburan paling tak masuk akal yang pernah dikumpulkan oleh kegilaan manusia.

Tentang harta rampasan itulah aku tak boleh berbicara. Puji aku pada Tuhan karena aku punya cukup keberanian untuk membakarnya sebelum memikirkan bunuh diri.

Ekspedisi pemangsa kami—yang mengisi museum itu—selalu merupakan peristiwa artistik yang mengesankan bagi kami. Kami bukan ghoul murahan; kami hanya bekerja ketika syarat-syarat tertentu terpenuhi—suasana hati yang tepat, lanskap yang mendukung, musim, cahaya bulan, hawa yang sesuai. Bagi kami, kegiatan itu adalah bentuk ekspresi estetis paling agung, dan setiap detailnya kami rancang dengan ketelitian setengah mati.

Waktu yang keliru, cahaya yang mengganggu, atau gerakan kikuk pada tanah basah bisa merusak seluruh kenikmatan kami—kenikmatan mengerikan yang muncul setelah kami membongkar rahasia bumi yang menyeringai penuh ancaman.

Pencarian kami akan pemandangan baru dan kondisi yang lebih menggugah menjadi demam yang tak kenal puas. St. John selalu menjadi pemimpin kami; dan dialah yang akhirnya membawa kami pada tempat yang mengejek—tempat terkutuk—yang pada akhirnya menghadiahkan kami kehancuran yang tak terelakkan.

Atas fatalitas jahat apa kami terpikat menuju pekuburan mengerikan di Holland itu? Kurasa penyebabnya adalah rumor gelap yang beredar—kisah tentang seseorang yang telah dikubur lima abad, seseorang yang pada masanya adalah ghoul dan pernah mencuri sesuatu yang berkuasa dari sebuah makam agung.

The Sexy Secret - Indah Hanaco
The Sexy Secret - Indah Hanaco
Rp71.250
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
Nadira - Leila S. Chudori
Nadira - Leila S. Chudori
Rp99.000
Lihat di Shopee
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp59.250
Lihat di Shopee
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp74.250
Lihat di Shopee
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
Rp29.250
Lihat di Shopee

Saat-saat terakhir ini membuatku kembali mengingat pemandangan kala itu: bulan musim gugur yang pucat menggantung di atas makam, menciptakan bayang-bayang panjang yang mengerikan; pohon-pohon grotesk yang merunduk dengan muram menyentuh rerumputan tak terawat dan batu-batu nisan yang remuk; gerombolan kelelawar raksasa yang terbang melawan cahaya bulan; gereja kuno berbalut sulur ivy, menuding langit pucat dengan menara seperti jari hantu; serangga fosfor yang menari seperti api kematian di bawah pohon yew di sudut jauh; bau apek tumbuhan, tanah, dan sesuatu yang tak bisa dijelaskan yang bercampur tipis dengan angin malam dari rawa dan laut; dan yang paling buruk—lolongan dalam nada rendah, sangat jauh namun sangat dalam—dari seekor anjing pemburu raksasa yang tak pernah berhasil kami lihat atau kami pastikan arah datangnya.

Ketika mendengar lolongan samar itu, kami bergidik, mengingat cerita rakyat: bahwa orang yang kami cari itu—lima abad lalu—telah ditemukan di tempat yang sama, tercabik-cabik oleh cakar dan taring makhluk yang tak terkatakan.

Aku masih ingat bagaimana kami menggali makam ghoul itu, betapa kami terpesona oleh pemandangan diri kami sendiri di bawah bulan pucat: kuburan setengah terbuka, bayang-bayang buruk rupa, pohon-pohon mengerikan, kelelawar raksasa, gereja purba, api kematian yang menari, bau busuk yang memuakkan, angin malam yang merintih, dan lolongan samar tanpa arah—yang keberadaannya pun membuat kami tak yakin apakah nyata.

Lalu cangkul kami mengenai sesuatu yang lebih keras dari tanah lembap. Kami melihat sebuah peti panjang yang membusuk, penuh kerak mineral dari tanah yang tak pernah terusik berabad-abad. Peti itu sangat tebal dan keras, tetapi begitu tua hingga akhirnya kami berhasil membukanya.

Apa yang tersisa di dalamnya—setelah lima abad—amat mengejutkan. Kerangka itu, meski hancur di beberapa bagian oleh rahang makhluk yang telah membunuhnya, masih terhubung cukup kuat.

Kami terpikat oleh tengkoraknya yang putih bersih, gigi panjangnya yang kokoh, dan rongga matanya yang hampa—rongga yang konon pernah berpendar dengan demam pekuburan yang tak beda dengan milik kami sendiri.

Dalam peti itu terdapat sebuah jimat berbahan giok—desainnya aneh dan eksotis—yang tampaknya pernah dikenakan di leher mendiang.

Jimat tersebut berentuk figur seekor anjing besar bersayap yang merunduk, atau semacam sphinx dengan wajah setengah anjing, dipahat dengan indah gaya Oriental kuno dari batu giok hijau. Ekspresi pada wajah makhluk itu begitu memuakkan: perpaduan maut, kebinatangan, dan kebencian yang menyengat.

Di sekeliling bagian dasarnya tergores tulisan dengan aksara yang tak dapat diidentifikasi oleh St. John maupun diriku. Dan pada bagian bawahnya, seperti stempel si pembuat, terukir tengkorak grotesk yang mengerikan.

The Sexy Secret - Indah Hanaco
The Sexy Secret - Indah Hanaco
Rp71.250
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
Nadira - Leila S. Chudori
Nadira - Leila S. Chudori
Rp99.000
Lihat di Shopee
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp59.250
Lihat di Shopee
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp74.250
Lihat di Shopee
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
Rp29.250
Lihat di Shopee

Saat melihat jimat itu, kami tahu kami harus memilikinya. Itulah adalah harta utama dari kuburan berusia berabad-abad yang kami gali. Bahkan kalau bentuknya asing, kami tetap akan mengambilnya. Namun ketika kami meneliti lebih dekat, kami sadar bentuk itu tidak sepenuhnya asing.

Aneh bagi seni atau literatur apa pun yang dikenal oleh orang waras, ya—tapi kami mengenal bentuk itu dari sesuatu yang lebih gelap: Necronomicon karya Abdul Alhazred si Arab gila.

Ini adalah simbol jiwa dari sekte pemakan mayat di Leng yang terpencil di Asia Tengah. Kami terlalu paham garis-garis mengerikan yang digambarkan si demonolog kuno itu—garis yang ia klaim berasal dari manifestasi supernatural para pemangsa mayat.

Dengan cepat kami mengambil jimat itu, melemparkan pandangan terakhir pada wajah pemiliknya yang putih pucat dan berlubang seperti gua, lalu menutup kembali makam itu.

Saat kami buru-buru meninggalkan tempat terkutuk itu—dengan jimat curian di kantong St. John—kami mengira kelelawar-kelelawar itu turun secara serempak ke tanah yang baru saja kami bongkar, seakan mencari makanan terkutuk. Namun cahaya bulan musim gugur terlalu lemah dan pucat, membuat kami tak yakin.

Begitu pula ketika kami berlayar menjauhi Holland keesokan harinya—kami merasa mendengar lolongan samar, jauh di belakang kami, lolongan anjing pemburu raksasa. Namun angin musim gugur merintih sedih dan sayup… sehingga kami tak yakin apa pun.

II

KURANG dari sepekan setelah kami kembali ke Inggris, hal-hal ganjil mulai terjadi.

Kami hidup menyendiri; tanpa teman, tanpa pelayan, menempati beberapa ruang di sebuah rumah bangsawan kuno di tengah dataran tandus yang jarang dilewati siapa pun. Hampir tak pernah ada ketukan tamu di pintu kami.

Namun kini, malam-malam kami diganggu oleh suara seperti sentuhan gelisah—bukan hanya di daun pintu, tetapi juga di jendela-jendela, baik lantai atas maupun bawah.

Pernah, kami mengira sesosok tubuh besar dan buram sempat menggelapkan kaca perpustakaan ketika cahaya bulan memantul dari sana; lain waktu, kami mendengar kepakan atau desir sayap tak jauh dari jendela. Setiap kali diselidiki, tak ada apa pun.

Kami mulai menganggap itu semua sekadar ilusi—pantulan dari imajinasi yang terdistorsi, imajinasi sama yang masih membekas di telinga kami sebagai dengusan panjang yang samar, semacam lolongan jauh entah dari mana, seperti yang kukira kudengar di pekuburan tua di Holland itu.

Jimatan giok kini terpajang di sebuah relung dalam museum rahasia kami; kadang kami menyalakan lilin beraroma aneh di depannya.

The Sexy Secret - Indah Hanaco
The Sexy Secret - Indah Hanaco
Rp71.250
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
Nadira - Leila S. Chudori
Nadira - Leila S. Chudori
Rp99.000
Lihat di Shopee
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp59.250
Lihat di Shopee
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp74.250
Lihat di Shopee
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
Rp29.250
Lihat di Shopee

Kami membaca banyak bagian dari Necronomicon karya Alhazred tentang sifat benda itu, juga tentang hubungan arwah ghoul dengan simbol yang terpahat di jimat giok tersebut—dan semua itu meresahkan kami.

Lalu, tiba-tiba, teror pun datang.

Pada malam 24 September, tahun 19—, terdengar ketukan di pintu kamarku. Mengira itu St. John, aku mempersilakan masuk, tetapi yang menyahut hanyalah tawa melengking. Koridor sepi.

Ketika kubangunkan St. John, ia bersumpah tak tahu apa-apa. Kegelisahanku berubah menjadi kecemasan nyata. Malam itu, lolongan jauh di atas dataran mulai jelas—bukan lagi dugaan, melainkan sesuatu yang pasti dan ditakuti.

Empat hari kemudian, ketika kami berada di museum bawah tanah, terdengar kikisan pelan dan berhati-hati di pintu tunggal yang menghubungkannya dengan perpustakaan. Ketakutan kami kini berlapis—bukan hanya gentar terhadap sesuatu yang tak dikenal, tapi juga cemas koleksi mengerikan kami terbongkar orang.

Mematikan semua cahaya, kami menghambur ke pintu itu dan membukanya. Seketika terasa semburan angin yang tak bisa dijelaskan, lalu terdengar suara menjauh—paduan aneh antara desir, kikik kecil, dan ocehan samar yang justru terdengar seperti… percakapan.

Kami tak berani memastikan apakah kami waras atau tidak. Namun, di balik semua kecamuk itu, kami sadar satu hal—ocehan tanpa tubuh itu menggunakan bahasa Belanda.

Sejak malam itu, kami hidup dalam campuran horor dan pesona yang memabukkan. Kadang kami menghibur diri bahwa kami berdua sedang terseret kegilaan akibat petualangan-petualangan gelap kami. Kadang pula, kami lebih senang membayangkan diri sebagai korban tak berdaya dari nasib mengerikan yang perlahan mendekat.

Manifestasi janggal terlalu sering muncul untuk dihitung. Rumah terpencil kami serasa dihuni makhluk jahat yang tak kami pahami. Dan setiap malam, lolongan iblis itu bergulung melintasi rawa, kian lama kian keras.

Pada 29 Oktober, kami mendapati di tanah lunak di bawah jendela perpustakaan jejak-jejak kaki yang mustahil untuk dideskripsikan. Sesulit membayangkan alasan mengapa gerombolan kelelawar berukuran luar biasa terus menghantui rumah kuno itu dalam jumlah yang makin banyak dan di jam-jam yang tak wajar.

Puncak horor itu tiba pada 18 November. Dalam perjalanan pulang dari stasiun pada malam hari, St. John diserang makhluk buas tak terbayangkan dan dicabik hingga tak berbentuk.

Jeritannya terdengar hingga rumah, dan aku bergegas keluar—cukup cepat untuk mendengar kepakan sayap dan melihat sesosok hitam melayang di bawah cahaya bulan yang muncul di ufuk.

Saat kutemui dia, St. John sedang sekarat; ia tak mampu menjawab dengan jelas. Yang bisa ia bisikkan hanya: “Jimat itu—benda terkutuk itu—” sebelum tubuhnya runtuh menjadi tumpukan daging tercabik.

Aku menguburkannya tengah malam itu juga di salah satu kebun belakang yang telah lama tak terawat. Di atas makamnya, dengan hati kacau dan bibir yang nyaris tak bisa membentuk kata, aku melafalkan mantera setan yang dulu begitu ia sukai.

The Sexy Secret - Indah Hanaco
The Sexy Secret - Indah Hanaco
Rp71.250
Lihat di Shopee
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Kumpulan Cerpen Terbaik Guy de Maupassant
Rp74.250
Lihat di Shopee
Nadira - Leila S. Chudori
Nadira - Leila S. Chudori
Rp99.000
Lihat di Shopee
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp59.250
Lihat di Shopee
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp74.250
Lihat di Shopee
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
Rp29.250
Lihat di Shopee

Ketika kalimat terakhir kulontarkan, kudengar lolongan jauh di dataran. Bulan menggantung pucat, tetapi aku tak berani mendongak. Di ujung penglihatanku, sesuatu seperti bayang kabut raksasa berkelebat di antara gundukan tanah.

Aku roboh, menutup mata dan gemetar hingga tak tahu lagi berapa lama waktu berlalu. Ketika akhirnya bangkit, aku berlari kembali ke rumah dan bersujud di hadapan jimat giok itu—dengan rasa takut yang mengoyak nalar.

Tak sanggup tinggal sendirian di rumah kuno itu, keesokan harinya aku pergi ke London, membawa jimat itu setelah membakar dan mengubur seluruh koleksi terkutuk di museum.

Namun tiga malam kemudian lolongan itu kembali terdengar, dan sebelum seminggu berlalu, aku merasa ada mata asing mengawasi dari balik kegelapan.

Suatu malam di Victoria Embankment, aku melihat sebuah bayangan hitam menutup pantulan lampu di permukaan sungai. Angin—lebih kuat dari angin malam biasa—menyambar, dan aku tahu kejadian yang menimpa St. John akan segera menyusulku.

Keesokan harinya, dengan hati genting, kubungkus jimat giok dan berlayar ke Holland. Kupikir mungkin ada ampunan bila kutanamkan kembali benda itu ke pemiliknya yang diam dalam tidur abadi.

Namun harapan itu musnah saat di sebuah penginapan di Rotterdam aku mendapati bahwa pencuri telah merampas satu-satunya benda yang memberi kesempatan untuk menyelamatan jiwaku.

Malam itu lolongan terdengar lebih keras dari sebelumnya. Dan esok paginya, koran memuat kisah mengerikan—pembantaian tak bernama di sudut tergelap kota.

Satu keluarga dirobek menjadi serpihan daging oleh sesuatu yang tak terlihat. Para tetangga bersaksi mendengar sepanjang malam lolongan dalam, gigih, seolah datang dari seekor anjing raksasa.

Akhirnya, aku kembali berdiri di pekuburan terkutuk itu. Bulan musim dingin melekat pucat di langit seakan mengejek; pohon-pohon tanpa daun merunduk lesu di atas rumput beku; batu-batu nisan retak seperti kulit tua; angin malam melolong liar dari rawa-rawa dingin di kejauhan.

Lolongan kini sangat pelan—lalu berhenti sepenuhnya ketika kudekati makam kuno itu. Gerombolan kelelawar raksasa yang beterbangan di sekitar makam beterbangan pergi dengan gelisah ketika aku mendekat.

Entah untuk berdoa, memohon, atau meratap dalam kegilaan, aku tak tahu. Namun dengan keputus-asaan yang sebagian berasal dari diriku dan sebagian lagi seakan dipaksakan dari luar, aku mencangkul tanah beku itu.

Penggalianku lancar hingga seekor burung nasar kurus tiba-tiba menyambar dari langit dan mencakar tanah makam. Kubunuh dia dengan sekop, lalu melanjutkan galianku hingga peti tua itu tampak. Aku mengangkat penutupnya yang lembap dan berjamur.

Itulah tindakan terakhirku yang bisa disebut waras.

Di dalam peti, dikelilingi gerombolan kelelawar besar yang sedang tidur seperti makhluk dalam mimpi buruk, ada sosok yang dulu kami jarah. Kini tidak lagi bersih dan diam seperti ketika kami menemukannya. Tubuhnya berlumur darah kering, rambut asing, dan potongan daging.

Soket matanya bersinar fosfor, gigi panjangnya merah, dan rahangnya menyeringai—seolah mengejek takdir ngeri yang pasti menjemputku.

Ketika dari rahang itu meluncur lolongan dalam, lolongan seekor anjing raksasa, dan kulihat jimat giok—yang hilang itu—terjepit di cakarnya yang kotor dan berdarah, aku hanya bisa menjerit dan berlari dalam kegilaan.

Kini, lolongan itu kembali. Sayap-sayap terkutuk itu berkepak di sekelilingku. Dan aku… aku akan mencari cara untuk melupakan semua itu dengan satu-satunya cara yang tersisa—peluru yang akan menghapus semua ini.

Beri Rating Cerpen Ini

Silakan login untuk memberi rating pada cerpen ini.

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak cerpen klasik seperti The Hound (Sang Pemburu)

.

Dukung Penulis/Penerjemah

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Rp85.000
Lihat di Shopee
Frankenstein - Mary Shelley
Frankenstein - Mary Shelley
Rp44.250
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Rp85.000
Lihat di Shopee
Frankenstein - Mary Shelley
Frankenstein - Mary Shelley
Rp44.250
Lihat di Shopee