Bab 15 – Badai di Cawan Teh Sekolah
“BETAPA indahnya hari ini!” kata Anne, sambil menarik napas panjang. “Bukankah rasanya menyenangkan hanya sekadar hidup pada hari seperti ini? Aku merasa kasihan kepada orang-orang yang belum lahir karena mereka melewatkannya. Tentu saja mereka mungkin akan mengalami hari-hari yang baik juga, tetapi mereka tidak akan pernah memiliki hari yang satu ini. Dan rasanya lebih indah lagi karena kita mempunyai jalan yang begitu menyenangkan untuk pergi ke sekolah, bukan?”
“Jauh lebih enak daripada harus memutar lewat jalan besar; di sana sangat berdebu dan panas,” kata Diana secara praktis sambil mengintip ke dalam keranjang makan siangnya dan dalam hati menghitung-hitung: jika tiga tart raspberi yang besar, berair, dan menggugah selera itu dibagi di antara sepuluh anak perempuan, kira-kira berapa gigitan yang akan didapat masing-masing.
Anak-anak perempuan di sekolah Avonlea selalu menggabungkan bekal makan siang mereka. Memakan tiga tart raspberi sendirian—atau bahkan hanya membaginya dengan sahabat terbaik—akan membuat seorang anak perempuan dicap “sangat pelit” untuk selamanya. Namun jika kue tart itu dibagi di antara sepuluh orang, yang didapat masing-masing hanyalah cukup untuk membuat lidah semakin tergoda.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 7). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel Anne of Green Gables sampai tamat secara GRATIS!
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.