James Joyce
2 Februari 1882 - 13 Januari 1941
Tidak ada novel.
Pria itu melanjutkan monolognya. Ia tampak telah melupakan liberalisme barunya. Ia mengatakan bahwa jika ia menemukan anak lelaki berbicara dengan gadis atau memiliki gadis sebagai pacar, ia akan memukuli anak itu dan memukulinya; dan itu akan mengajarinya untuk tak berbicara dengan gadis. Dan jika seorang anak lelaki memiliki gadis sebagai pacar dan berbohong tentang hal itu, maka ia akan memberinya pukulan yang belum pernah diterima anak lelaki di dunia ini. Ia mengatakan bahwa tak ada di dunia ini yang lebih ia sukai selain itu. Ia menggambarkan kepadaku bagaimana ia akan memukul anak lelaki seperti itu seolah ia mengungkap beberapa misteri yang rumit. Ia akan menyukai itu, katanya, lebih dari apa pun di dunia ini; dan suaranya, saat ia membawaku dengan monoton melalui misteri itu, menjadi hampir penuh kasih sayang dan tampak memohon padaku agar aku memahaminya.
Aku menunggu sampai monolognya berhenti lagi. Kemudian aku berdiri tiba-tiba. Agar aku tak mengkhianati kegelisahanku, aku menunda beberapa saat berpura-pura memasang sepatuku dengan benar dan kemudian, mengatakan bahwa aku harus pergi, aku mengucapkan selamat tinggal. Aku menaiki lereng dengan tenang tapi jantungku berdetak cepat karena takut ia akan mencengkeram pergelangan kakiku. Ketika aku mencapai puncak lereng, aku berbalik dan, tanpa menatapnya, berteriak keras melintasi padang:
"Murphy!"
The Sisters (Para Suster) – versi 1917
"Setelah itu dia mulai murung sendirian, tidak bicara pada siapa pun dan berkeliaran sendirian. Jadi suatu malam dia dibutuhkan untuk pergi memanggil seseorang dan mereka tidak dapat menemukannya di mana pun. Mereka mencari ke atas dan ke bawah; dan tetap saja mereka tidak bisa melihat bayangannya di mana pun. Jadi kemudian petugas gereja menyarankan untuk mencoba mencari ke kapel. Jadi kemudian mereka mengambil kunci dan membuka kapel dan petugas itu dan Pastor O'Rourke dan seorang imam lain yang ada di sana membawa lampu untuk mencarinya... Dan apa yang kau kira, tetapi di sanalah dia, duduk sendirian dalam gelap di kursi pengakuannya, terjaga dan tertawa-tawa kecil sendirian?"
Ia berhenti tiba-tiba seolah mendengarkan. Aku juga mendengarkan; tetapi tidak ada suara di rumah itu: dan aku tahu bahwa imam tua itu terbaring diam di petinya seperti yang kami lihat, khusyuk dan garang dalam kematian, sebuah piala yang tak terpakai di dadanya.
The Sisters (Para Suster)
TIGA malam berturut-turut aku mendapati diriku di Jalan Great Britain pada jam itu, seolah-olah oleh Providence. Tiga malam pula aku menaikkan pandang ke petak jendela yang terang itu dan merenung. Aku seolah mengerti bahwa itu akan terjadi pada malam hari. Tetapi, meskipun ada Providence yang menuntun kakiku, dan meskipun ada rasa ingin tahu yang khidmat […]
