Bab 8 — Di Tanah Asing
BUKIT-BUKIT di Pulau Samosir itu, dari kejauhan, seolah diselimuti beludru hijau. Langitnya bersih tanpa awan, terentang laksana payung raksasa dari sutra zamrud yang memantulkan bayangannya di permukaan Danau Toba—jernih, tenang—bagai dua bidadari tengah bercermin di kaca raksasa, mengagumi wajah mereka sendiri.
Di tepian yang mereka sebut Laut Tawar, bunga-bunga mekar dengan warna-warna cerah. Tetes embun yang berkilauan di atas daun rumput seperti butiran permata bertaburan di halaman surgawi. Dan di atas keindahan itu, alam memainkan musiknya sendiri—suara yang menenangkan telinga, membuai hati.
Di padang rumput yang membentang di lereng-lereng bukit, ratusan hewan merumput. Suara kerbau menguak, lembu mengeluh, dan kuda Batak—terkenal akan ketangkasannya—berlari anggun.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel Azab dan Sengsara.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.